Semua Berawal Dari Perjodohan

Semua Berawal Dari Perjodohan
Pesantren


__ADS_3

"Emm diaaa, mungkin udah waktunya aku jujur sama kalian, dia suami ku. Dia yang nyuruh aku pakai cadar dan masuk pesantren" jawab ku jujur dan takut mereka akan marah kepada ku, karena aku menyembunyikan pernikahan ku dari mereka.


"Kamu nikah gak ngundang kita sar? Tega banget sih" ucap Ara cemberut.


"Tau ni sari, mungkin dia gak anggap kita" imbuh Ina, juga cemberut.


"Bukan gitu, aku tidak bermaksud menyembunyikan pernikahan ku, aku juga tidak bisa menjelaskannya sekarang, karena cerita nya puanjang sekali hehhe, aku mohon kalian mengerti hehe" ucap ku was was sambil berusaha tertawa kecil. aku tidak enak sekali pada mereka, karena tidak mengundang mereka di hari pernikahan ku.


"Baiklah, kami tunggu nanti malam, agar kamu menjelaskan semuanya pada kami, karena besok aku sudah harus berangkat ke Jerman" ucap Ina. Sepertinya dia sangat penasaran dengan pernikahan ku haha.


"Iya, aku setuju" ucap Ara ikut menimpali.


"Hmm baiklah. Nanti malam di resto biasa aku tunggu kalian selepas isya"


"Oke"


Setelah selesai perbincangan, aku pergi menemui kak Fahri dan langsung pulang.


"Kak nanti malam aku izin, untuk menemui teman ku di restoran xxx, sebagai pertemuan terakhir, karena besok salah satu dari teman ku, akan pergi keluar negeri untuk melanjutkan S2 nya" ucapku. memberikan penjelasan kepada kak Fahri agar dia mengerti.


"Baik lah, sekalian kita makan malam di luar"


"Tapi kak, hanya ada cewek, kakak mau ikut gabung?"


"Tidak, kebetulan nanti malam kak juga ada meeting sama klaen, jadi nanti kak bisa menyuruh meeting nya di resto tempat kalian bertemu"


"Aku terserah kakak saja"


Malam pun tiba, kini ketiga circle ini telah bertemu dan menikmati berbagai hidangan makanan yang telah mereka pesan. Dan sari sudah menceritakan semuanya dari awal sampai akhir tanpa di beri berbagai bumbu.


"Wait, apakah kalian sudah ehem" tanya Ina, yang membuatku bingung.


"Ehem apa nya? kalo ngomong itu yang jelas, perlu gue ajarin cara ber bicara yang baik dan benar?" Kesel ku.


"Iiih, si sari mah sok polas Ra"


"Au nih, sok polos banget sih Lo sar"


"Apa sih kalian, kalo ngomong jangan pakai kode. Gue orang nya gak pekaan" aku semakin kesal.


"Oke deh, gue langsung ke intinya aja ni ya, Lo udah hamil belum sar?" Tanya Ara, yang membuat ku langsung tersedak kuah bakso yang sangat pedas.


"Nih minum, makan nya kalo makan tuh pelan-pelan sar, gak ada yang minta juga" ucap Ina.


"Ini nih, gara-gara Ara, kalo ngomong suka ngaco dia"


"Kok gue sih, aku kan cuman nanya sar"


"Tapi aku gak tau"


"Hah? Kok bisa gak tau?" Kompak Ara dan Ina. Membuat penghuni resto memandang kami.


"Iss kalian ini bikin malu aja deh"


"Ya sory sar, nama nya juga kita kaget"

__ADS_1


"Iya bener tuh, udah pernah ngecek belum?"


"Ngecek apa?" Tanya ku bingung.


"Ya ngecek, siapa tau Lo lagi hamil"


"Belum sih, lagian gak mungkin secepat itu"


"Kapan terakhir Lo datang tamu?" Tanya Ina penasaran.


"Hmm terakhir sih 3 bulan yang lalu"


"Fixs, Lo pasti udah hamil sar"


"Jangan aneh-aneh deh, aku belum siap hamil woi"


"Kalo belum siap, ngapain Lo gituan"


"Ya nama nya juga tugas istri haha"


"Apalah daya ku yang jomblo ini, btw enak gak sar begitu?" Tanya Ara penasaran.


"Iya sar enak gak, kasih tau ke kita dong" ternyata Ina juga penasaran haha.


"Kalian mau tau rasanya?"


"Iyaaa" Jawab mereka kompak.


"Sini sini aku bisikin" Ara dan Ina pun mendekat.


"Sumpah da sar, bikin emosi deh, mending kita pergi aja yuk ra" kesel Ina.


"Au nih si sari"


"Makanya nikah haha" ketawa ku pecah dan mereka menatapku dengan malas, membuat ku semakin tertawa, karena ekspresi mereka yang menurut ku sangat lucu haha.


"Iih sudah lah, aku tidak ingin bahas ini lagi" kesel Ara.


"Hahaha, ya sudah kita bahas yang lain saja" usulku.


Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam telah berlalu, kini tak terasa sudah larut malam, kak Fahri juga sudah mengirimkan pesan untuk pulang. Sedih rasanya berpisah dengan sahabat seperjuangan, tapi mau bagaimana lagi, setiap pertemuan pasti ada perpisahan.


Di perjalanan pulang aku teringat akan perkataan Ina, apakah mungkin aku telah hamil? Secara aku tidak pernah telat datang bulan. Apakah aku harus mengecek ke dokter? Atau aku bicara kan dulu sama kak Fahri?


"Kamu kenapa dari tadi kok bengong terus?" Tanya kak Fahri mengagetkan ku.


"Astaghfirullah, gak PP kok kak"


"Yakin?" Ucap kak Fahri.


"Iya, mungkin karena kecapean aja"


"Ya sudah istirahat gih, besok kan kita langsung ke pesantren"


"Iya kak"

__ADS_1


Pov Fahri


Pagi ini aku dan sari akan pergi ke pesantren Milik alm.Umi dan Abi, agar sari bisa belajar ilmu agama disana. Agar suatu saat nanti dia bisa membimbing anak-anak ku perihal dunia dan akhirat juga. Aku membutuhkan istri yang bisa menemani ku di dunia dan akhirat.


"Sari, udah selesai belum?"


"Udah kak, let's go"Ucap nya semangat.


Kami membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam, agar sampai di pesantren. Sesampai nya di sana kami langsung di sambut pak kiyai Ahmad yang merupakan adik Abi ku, jadi dia yang menggantikan Abi untuk mengurus pesantren ini.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" ucap ku dan sari bersamaan dan menyalami mereka.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" ucap kiyai Ahmad dan yai Ida.


"Selamat datang nak fahri dan nak sari, ayo silahkan masuk" ucap nyai Ida, istri kiyai.


"Iya umi" aku dan sari langsung masuk kedalam.


"Ayo kita makan bersama dulu, kalian pasti lapar sudah melakukan perjalanan jauh" ucap nyai Ida.


"Iya umi" jawab ku


Kami pun langsung berkumpul di ruang makan. Disaat makan berlangsung tidak ada pembicaraan sama sekali hanya ada suara gentingan sendok.


"Kalian langsung istirahat saja di kamar Fahri, umi sudah bersihkan kamar kalian" ucap yai.


"Iya umi, terimakasih, maaf ngerepotin" ucapku tak enak.


"Gak PP Fahri, ya sama-sama, selamat istirahat"ucap nyai lalu pergi meninggalkan kami.


Aku pun langsung mengajak sari ke kamar dan membawa koper. Sedari tadi sari hanya diam saja tanpa banyk bicara. Aku dapat maklumi itu karena dia pasti butuh adaptasi sama lingkungan baru nya.


"Sari lebih baik kamu istirahat dulu gih, seperti kamu sangat kecapean" ucap ku perhatian.


"Iyaa kak" ucap nya lalu merebahkan diri di king size.


"Kak keluar dulu ya, kamu mau nitip makanan gak?"


"Aku mau rujak kak" katanya.


"Baiklah kak keluar dulu ya" aku mengecup kening nya lalu pergi


Aku pun bergegas ke bawah lalu pergi keluar.


"Aww, maaf mas gak sengaja"


"Iyaa gak PP, lain kali hati-hati" ucapku, pada orang yang menabrak ku.


"Gus Fahri...


Bersambung...


Kira-kira siapa ya orang yang nabrak Fahri? Penasaran gak nih?


By: secret writing

__ADS_1


__ADS_2