Semua Berawal Dari Perjodohan

Semua Berawal Dari Perjodohan
Tertembak


__ADS_3

Dorrr.....


Suara tembakan terdengar nyaring di telinga Sarah, Leon, dan Fahri.


"Fahri!!" Teriak Sarah panik dan langsung menghampiri Fahri yang terkena tembakan.


Fahmi yang melihat itu langsung menghampiri mereka dan menembak kepala Yasir tanpa ragu, dan Yasir pun tewas disana, Sarah yang melihat kejadian itu semakin panik, tubuh nya berkeringat dan bergetar dengan hebat.


"Leon Lo urus istri Lo, dan gue bakalan bawa suami sari kerumah sakit"


"Kita kerumah sakit bersama, aku juga ingin mengantarkan Sarah ke rumah sakit agar mental nya tidak bermasalah"


"Hmm baik lah, ayoo"


Pertarungan para anak buah masih berlangsung sengit, tapi itu tidak menghalangi mereka untuk pergi dari ruangan itu.


Rumah sakit


"Leon lebih baik Lo hubungi sari, dia berhak tau kondisi suami nya"


"Aku tadi udah ngabarin mereka, sebentar lagi mereka juga datang"


Beberapa menit kemudian sari dan keluarga datang.


"Leon, Fahmi, kalian ini gimana sih? Aku sengaja menyuruh kalian untuk membantu suami ku agar dia baik-baik saja tapi kenapa blabalal" sari langsung mengomel kepada Leon dan Fahmi.


"//Gak tau diri banget nih anak, masih mending gue mau nolongin suaminya" ucap Fahmi dalam hati.


"//Sumpah dah ini sari gak tau diri banget, mana ini tempat rame lagi" ucap Leon dalam hati.


"Udah sari, ini bukan salah mereka, kamu gak kasian apa lihat mereka babar belur begitu, mereka udah berusaha menolong suami kamu" ucap Sandra menenangkan sari.


"Mommy" ucap Sarah tiba-tiba datang lalu memeluk Sandra.


Sari yang melihat itu heran, karena Sarah terlihat lebih dekat dengan Sandra daripada dirinya yang jelas-jelas anak kandung nya.


"I-iya Sarah" ucap Sandra membalas pelukan itu dengan wajah panik.


Tak berapa lama ruang operasi terbuka, dan keluar seorang dokter dengan 1 suster di sebelah nya.


"Dengan keluarga pasien?"


"Kami dok, bagaimana kondisi pasien?" Tanya Abi.


"Alhamdulillah, pasien telah melewati masa kritis nya, dan boleh di jenguk satu orang secara bergantian" terang dokter.


"Alhamdulillah, baik dok terimakasih" ucap abi.


"Baik, kalo begitu saya permisi" ucap dokter berlalu dan diikuti suster.


Setelah kepergian dokter, Sarah langsung bergegas ingin masuk kedalam dengan sigap sari menahan nya.

__ADS_1


"Mau ngapain Lo? Gue istri nya yang lebih berhak dulu masuk" ucap sari, Sarah tak menggubris perkataan sari, dan berusaha untuk melepaskan genggaman sari.


"Sari biar kan Sarah masuk terlebih dahulu" ucap umi lesu.


"Kalo saya tidak mau bagaimana?" Ucap sari menentang.


"Sari kan istri pasien, seharusnya emang sari yang terlebih dahulu masuk kedalam" ucap Fahmi membela Sari.


"Anda tidak tau apa-apa tentang keluarga kami, lebih baik anda diam dan jangan ikut campur" ucap Abi.


"Leon, Lo sebagai suami gak ada harga diri banget" ucap Fahmi pada Leon, leon hanya diam dengan wajah datar.


"Sari, kali ini aja dengerin mommy, biar kan Sarah masuk terlebih dahulu" ucap Sandra angkat suara.


"Oke fine" ucap sari melepaskan genggaman nya dan berlalu pergi. Sarah yang merasa telah bebas langsung masuk ke dalam.


*


*


*


Sari memutuskan pergi ke taman, tiba-tiba dia tidak sengaja menabrak seseorang.


"Aww, maaf mbak saya tidak sengaja" ucap wanita itu.


"Sisi, ini kamu kan?" Tanya sari pada wanita itu.


"Bisa-bisa nya ngelupain gue" ucap sari kesel.


"Eum sorry, soalnya seingat saya, saya tidak punya teman bercadar"


"Iya sih aku dulu gak pakek cadar, ini aku sari"


"Ha? Sari? Ya Allah sari, aku sangat rindu pada mu" ucap sisi lalu memeluk sari.


"Aku juga sangat-sangat rindu, kamu sih kuliah keluar negeri dan memblokir semua akses komunikasi kita" ucap sari cemberut


"Hehe maaf sari, ayo kita duduk saja di taman itu dan menceritakan segala nya" ajak sisi menunjuk kursi ditaman.


"Let's go" ucap sari, menuju kursi.


"Jadi mengapa kamu memblokir semua akses nya?" Tanya sari saat sudah duduk di kursi.


"Itu semua kelakuan papi ku sari, aku juga kesel banget sama papi" ucap sisi cemberut.


"Apa alasannya?"


"Gara-gara si Leon sama si Fahmi tuh, jadi nya hp aku di musnahkan detik itu juga. Kata papi biar aku fokus kuliah nya"


"Ha? Emang nya tuh si leon sama si Fahmi bikin ulah apa?"

__ADS_1


"Biasa lah, mereka selalu menggangguku, waktu di sekolah kan kamu ada, disaat sudah lulus hanya aku seorang diri. Aku tidak tau harus ngapain, jadi aku beritahu ayah ku kalo mereka selalu menggangguku jadinya hp ku dimusnahkan, aku juga gak tau kalo bakal berakhir seperti itu" ucap sisi kesal dan lesu.


"Ya Allah, tuh bocah ternyata makin gak waras ya? Ya udah sini bagi no mu yang baru" ucap sari memberikan ponsel nya pada sisi, dengan sigap sisi mengambil ponsel itu dan mengembalikan nya.


"Nih, kamu udah nikah ya sar? Tega banget sih gak ngundang-ngundang" ucap sisi cemberut, dan mengembalikan ponsel sari.


"Tau darimana kalo aku udah nikah"


"Ya Allah sar, itu Perut udah besar gitu, tinggal jujur aja apa salah nya" ucap sisi sok kesal.


"Hehe iyaaa nih, ya Allah, astaghfirullah aku lupa suami ku lagi sekarat, aku pergi dulu ya si, nanti aku kabarin lagi" ucap sari buru-buru pergi.


"Eh iya sari, hati-hati sari, ingat lo lagi hamil" teriak sisi mengingat kan.


Di depan ruangan Fahri


"Sari darimana aja kamu? Suami kamu itu lagi koma" ucap umi.


"Fahmi lo kok masih di sini?" Tanya sari pada Fahmi tanpa menggubris pertanyaan umi.


"Lo ngusir gue?" Tanya Fahmi balik.


"Enggak sih ya heran aja gitu, kan elo bukan siapa-siapa di sini"


"Sakit jantung ku, tapi emang bener sih" ucap Fahmi datar.


Lalu Sarah keluar dari ruangan Fahri dan memeluk Sandra.


"Ha? Baru keluar neng? Betah banget di dalam?"Ucap sari malas.


"Udah sari, kamu masuk aja, atau Abi dulu yang masuk?" Ucap Abi.


"Yayaya silahkan" ucap sari.


Lalu Abi pun masuk dan bergantian dengan umi.


"Sari Lo gak mau masuk, suami Lo di dalam Gilak" ucap Fahmi datar.


"Males ah" ucap Sari singkat.


"Sini ikut gue" Fahmi pun menarik sari dan membawanya menjauh dari mereka.


"Apaan sih mi, Lo gak liat gue lagi hamil? kasar banget jadi orang" ucap Sarah kesel dan menghempaskan tangan Fahmi sehingga dada Fahmi kelihatan dan di sana ada tanda lahir nya karena Fahmi masih memakai kemeja peperangan tadi yang dimana kancing nya sudah terlepas.


"Yaaa soryy soalnya gue.....


Bersambung.....


Hayo Fahmi mau bilang apa nih? Jangan bilang suka sama sari ya, ingat tuh sari lagi bunting😑


Happy reading guys 😗😍❤️

__ADS_1


By: secret writing


__ADS_2