Semua Berawal Dari Perjodohan

Semua Berawal Dari Perjodohan
Pernikahan


__ADS_3

"Maaf pak, memang di dalam Islam itu tidak masalah untuk memiliki istri lebih dari 1. Tapi jika pria itu tidak sanggup berlaku adil maka dia menikahi 1 wanita saja. Saya berjanji untuk tidak menduakan anak bapak"


"Alhamdulillah saya lega sekali mendengar nya. Baiklah kalo begitu saya tutup dulu telpon nya assalamualaikum"


"Baik pak wa'alaikumsalam"


Di sisi lain sari sedang berada si sebuah restoran untuk menikmati makanan dan berpikir keras bagaimana caranya menolak perjodohan itu. Yaa ini lah sari jika sedang mengalami masalah pelarian nya adalah makan dan makan karena menurut nya menceritakan masalah kepada teman bukan lah solusi yang tepat.


"Sumpah ini makanan enak banget dah. Bisa balikin mood gue. Hmm gak kerasa sudah jam aja apa gue pulang aja yaa?"


Sari pun memutuskan untuk pulang. Sesampainya di rumah dia langsung ke kamar nya


Tok tok tok


"Masuk"


"Kak sari kakak beneran mau nikah? Sama siapa kak? Ganteng gak orang nya? Kok kakak gak pernah kenalin ke aku sih"


"Ya Allah Siska pertanyaan macam apa itu? kakak saja nih baru pulang udah kamu kasih pertanyaan yang unfaedah kayak gini"


"Hehe namanya juga aku kepo kak pas pulang tadi bunda langsung suruh aku buat ambil baju pengantin di tempat butik yang biasanya bunda beli baju kalo ada acara"


"Hah? Sejak kapan bunda mulai memesan baju? Mereka saja baru tadi mengatakan pernikahan ku"


"Hah? Kakak tidak tahu tentang baju itu? Jika bukan kakak gak tau lalu siapa yang di ukur untuk cocok in bajunya? Mana tadi aku lihat baju memang sangat pas di badan kakak"


"Ya mana kakak tau, kamu yakin baju pas sama Kaka?"


"Iya kak, kalo gak percaya lihat aja sendiri"


"Baju nya dimana?"


"Ada tuh di walk closet kak lihat aja di sana tadi bunda cuman gantung gitu aja"


"Ayo kita lihat"


"Wow sis ini baju nya bagus sekali"


"Sudah aku tebak kak pasti suka"


"Ini pilihan siapa ya? Gak mungkin bunda yang milih secara boro-boro bunda tau kesukaan aku, kesukaan kamu aja dia gak tau"


"Iya kak bener boro-boro kesukaan aku kesukaan bunda sendiri aja gak tau hahah"


"Hahaha iya bener banget bunda itu orang nya plin plan"


Ya begini lah ke akraban Siska dan sari walaupun mereka saudara tiri tapi mereka akrab melebihi suadara kandung


"Gila sis ini benar-benar muat, pas, dan cocok banget di badan aku"


"Ya Allah kak, kakak cantik banget pakek itu apalagi di tambah pakai hijab nya besok"


"Iya ini sangat bagus banget kak semakin penasaran siapa yang milih gaun ini untuk kakak?"


"Aku juga gak tau kak, kata bunda ini ada cadar nya juga jadi nanti pas akad suami kakak nyuruh kakak untuk pakai cadar"


"Hah? Apa? Cadar?"


"Iya kak cadar, aku juga terkejut waktu bunda bilang kakak pakai cadar"


"Ihh apaan sih ini, kak kan gak pantes pakai cadar kak terlalu kotor untuk mengenakan itu"

__ADS_1


"Husst kak gak boleh ngomong kayak gitu, mungkin ada alasan kenapa kak memakai nya"


"Hmm kamu ada benarnya juga sih, ya udah gih tidur udah malah juga"


"Cieee yang gak sabar nungguin akad"


"Iss apaan sih kamu, udah sana pergi"


"Iyaa iya aku pergi nih, good night my dear sister"


"Night to Hani"


Setelah kepergian Siska sari langsung bergegas untuk tidur.


Tak terasa adzan subuh telah berkumandang untuk membangunkan semua umat muslim agar menjalankan ibadah wajib mereka. Sari langsung bergegas ke kamar mandi dan melaksanakan sholat subuh lalu dia turun kebawah untuk memasak dan membersihkan rumah


"Morning Bund and bik Inah" sapa sari


"Morning non"


"Morning sari, kebetulan kamu dah bangun. Gimana gaun pengantin kamu bagus kan?"


"Hmm Bagus sih, tapi itu siapa yang pilihin gak mungkin bunda secara bunda kan orang nya plin plan kesukaan sendiri aja gak tau"


"Kurang ajar banget sih kamu jadi anak gak tau sopan santun pagi-pagi udah cari ribut aja"


"Bunda baperan huuu"


"Terserah males bunda kalian aja yang masak"Yasra pun pergi meninggalkannya sari dan bik Inah di dapur


"Hahahaha"


"Aku kan cuman bercanda bik dia nya aja yang baperan"


"Sudah-sudah mari kita lanjutkan masak non"


"Iya bik"


Sari dan bik Inah kembali melanjutkan masakan nya


"Wih dah siap aja nih masak nya" Siska muncul entah darimana asal usul nya


"Anak gadis bukan nya bantuin di dapur malah sibuk main hp di kamar"


"Sensi amat buk mentang lusa nikah"


"Iiiih apaan sih sis bikin galau aja deh"


"Yhahaa bukan nya happy malah galau harus happy dong"


"Ya Lo aja yang gak tau cerita nya gimana"


"Emang cerita nya Gimana?"


"Panjang dah cerita nya mending Lo panggil aja tuh si Yanti entar dia telat lagi sekolah nya siapa tau dia lagi molor"


"Ada apaa nihh sebut-sebut nama gue"


"Tuan putri Yanti dah bangun sis"


"Iya kak tumben ya dia cepat bangun biasa nya harus di panggil dulu"

__ADS_1


"Iii kalian apaan sih suka banget buly aku ayah bunda lihat nih ada yang buly aku" teriak Yanti tidak terima dijadikan bahan buly.


"Hahahaha" sari dan siska tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Yanti.


"Ada apa ini ribut-ribut masih pagi juga" tiba-tiba Samuel datang bersama Yasra.


"Gak ada kok yah, ini sarapan sudah siap ayah mau ke kantor hari ini?"


"Enggak, ayah hari ini mau ketemu sama Fahri untuk membahas pernikahan kalian besok"


"Ooo ya udah, ayo sarapan"


Keesokan hari


Pov sari


Aku gak tau harus bahagia atau sedih di acara pernikahan ku ini, karena aku akan menikah dengan pria yang sama sekali tidak aku kenali bahkan rupanya saja aku tidak tau.


"Saya terima nikah dan kawin nya, Sari Anastasya Ravendra, dengan seperangkat alat sholat dan Al-Qur'an buatan saya sendiri tunai" ucap fahri dengan sekali nafas.


"Alhamdulillahirobbilalamin, bagaimana para saksi, sah?" Tanya sang penghulu pada para saksi.


"Sah" jawab semua nya serempak.


"Alhamdulillah baik lah kalo begitu silahkan panggi mempelai wanita nya"


Deg jantung berdebar kencang saat mamah dan bunda membawa ku keluar dan menyuruh ku untuk mendekati Fahri. Sekilas aku melihat wajah nya ternyata dia ganteng pikir ku. Para tamu hanya keluarga terdekat saja yang hadir jadi acara tidak terlalu panjang.


"Nak Fahri ayah nitip sari ke kamu ya sekarang dia telah menjadi tanggung jawab mu, semoga rumah tangga kalian sakinah mawadah warohmah"


"Aamiin iya yah, Fahri akan menjaga istri sari semampu Fahri yah"


Terlalu banyak drama untuk melepaskan anak perempuan kepada suami nya. Setelah drama itu selesai Fahri langsung membawa ku pergi kerumah kami katanya. Di perjalanan kami tidak berbincang sedikit pun, aku juga sangat lelah untuk berbicara.


"Kita sudah sampai saya harap kamu betah tinggal di rumah ini" ucap fahri


"Rumah nya lumayan bagus, semoga saja saya betah"


"Aamiin, ayo masuk"


Aku dan fahri langsung masuk ke rumah dan mengucapkan salam katanya walaupun tidak ada orang di ruangan yang halal mengucapkan salam kita wajib mengucapkan salam biar setan tidak menempati tempat itu. Hmm baru beberapa menit menikah aku sudah di beri ceramah hehe.


"Kak kamar mandi dimana? aku ingin mandi, rasanya badan ku lengket sekali" ucapku karena ingin segera membersihkan diri.


"Itu" tunjuk kak Fahri.


"Baiklah" aku pun segera bergegas kesana untuk mandi.


Setelah beberapa menit mandi dan aku merasa badan sudah segar aku keluar hanya dengan menggunakan handuk.


"Kak mandi juga gih, bau keringat tau"


"Astaghfirullah ya Rabb....


Hmmm kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya ya? Apakah kalian penasaran? Yuk pantengin terus *Semua Berawal dari Perjodohan*


Tinggalkan jejak yuk gusy bisa dengan kritik dan saran thank you. Happy reading guys 🥰


By: secret writing


Instagram: secret writing

__ADS_1


__ADS_2