
Di Segara Anak, teori relativitas waktu begitu bekerja. Rasanya baru saja ia dibangunkan kupu-kupu yang terbang tanpa rasa cemas di dalam tenda, mengajaknya keluar dan duduk di bebatuan di bawah pohon rindang, melihat-lihat kehidupan pagi, mengawini
udara dingin bersama secangkir kopi panas, mengawani kehidupan capung penanda kejernihan segara. Rerumput basah dan
gemerlap kehijauan di pinggirnya, mengiringi matanya merekam Barujari yang tenang dan sendiri di seberang sana.
Usai dikhianati Bunga, di kota, Rama merasa semua orang menakutkan, tidak ada yang bisa dipercaya. Di sini, di halaman surgawi yang dinamai Segara Anak, suara angin dan selalu gemericik airnya, memekakan diri Rama tentang arti sederhana dan merdeka. Di sekitarnya, ikan menari beramaian menariknya untuk lompat kedalamnya,
biar luka larut dan naik ke langit dibawa panas surya.
Rama pejamkan mata, ia antarkan kedamaian ke jiwa, dan ketika ia membukanya kembali, segalanya sudah merah memega. Senja
tahu-tahu tiba, memeluk ia yang menolak tergesa-gesa. Sesekali ia bercanda pada apa-apa yang ia daulat menjadi kawan
di Segara Anak, bahwa duduk sembilan puluh menit di kelas sememuakkan kelas Bu Ani, adalah terasa jauh lebih panjang dari
empat belas pagi yang telah ia lewati disini.
Pagi Selanjutnya
Pak Bondan yang memang rutin menyambangi Segara Anak, untuk
ke sekian kalinya kembali menghampiri tenda Rama. Ia datang membawakan biji-biji kopi dan beberapa bungkus rokok titipan Rama.
“Nah, ini Rama ada yang ingin kenal kamu. Tamu saya, lokal, namanya Rara. Dari Bandung,” kata Pak Bondan sambil membuka jari ke arah tamu yang ia bawa.
__ADS_1
“Rara,” tamu Pak Bondan menyalami Rama.
“Rama,” Rama membalas salam Rara, “bawa berapa tamu pak?”
kata Rama lagi pada Pak Bondan.
“Cuma Rara ini,” balas Pak Bondan. “Ya sudah ngobrol dulu deh Mbak ya, saya siapkan sarapan dulu,” kata Pak Bondan lagi
sambil bergegas membuat alat sederhana untuk menangkap ikan dari reranting kayu dan jaring-jaring.
Rara baru sekali itu bertemu dengan Rama, hanya rasanya ia sudah mengenal Rama sangat dalam, mungkin karena Pak Bondan. Bagaimana tidak, selama perjalanan bersama Pak Bondan, dari basecamp ke pelawangan, dari pelawangan ke puncak, dan dari puncak ke Segara Anak, Rara terus saja diceritakan tentang seluk beluk Rama.
Tentu Pak Bondan tidak akan melakukan itu jika Rara tidak antusias mendengarnya. Rara tertarik, dan karena itulah ia ingin ikut bertemu Rama, seorang yang ia sebut; penjelajah patah hati.
“Iya, patah hati pada kehidupan,” balas Rara, “Sufi”
“Haha. Sufi?. Ya nggak, lah. Kalo kata orang Bandung, da aku mah apa atuh,” kata Rama sambil melepas tawa kecilnya.
“Rumi; semua yang patah hati pada kehidupan adalah Sufi,” kata Rara sambil mengeluarkan buku dari tasnya.
“Berperjalanan, suka baca buku...,” Rama menimbang-nimbang sosok Rara.
“Cantik lagi,” Pak Bondan memotong dari tepi danau. Ketiganya tertawa kecil dengan pikirannya masing-masing. Dari cara Pak Bondan menyambung, terlihat ia sedang mencoba ‘menawarkan’ tamunya untuk dicintai Rama.
“Apalah kecantikan manusia di hadapan Segara Anak ini,”
__ADS_1
Rara menanggapi.
Pak Bondan yang sibuk menyiangi ikan tidak mendengar tanggapan Rara. Sementara Rama masih sibuk dengan pikirannya sendiri. Di hadapannya hadir seorang dengan karakter yang ia dambakan.
Rara, perempuan yang dengan keputusannya berani menjelajah alam sendirian, telah berhasil menjadi tuan atas dirinya sendiri,
menaklukkan ketakutan-ketakutannya, menghapus kemunafikan-kemunafikan dari kecantikan wajahnya, memenuhi kepalanya
dengan wawasan dan pengetahuan. Apabila keduanya memutuskan untuk bersama, mungkin dunia akan menyebut mereka berdua, sepasang melawan, benar-benar melawan.
“Kamu Mikir apa?” kata Rara kepada Rama yang sejenak diam.
“Hah? Gak ada”
“Mikir aku?” Rara menerka-nerka dengan canda. “Awas.”
“Hah?” Rama bingung.
“Aku adalah apa yang kau pikirkan.”
“Kau adalah apa yang aku pikirkan?” sambut Rama.
Pak Bondan selesai dengan ikan-ikannya. Rama dan Rara membantunya menyiapkan bumbu dan api. Ketiganya menciptakan
suasana yang orang kota biasa menyebutnya, quality time.
__ADS_1