
"Apa yang ibu lakukan di kamar kami?" kulihat ibu mertua kaget bertambah gugup dengan kedatanganku yang tiba-tiba!
"I..ibu enggak ngapa-ngapain Run! Ibu hanya mau mengambil Pakaian kotor Abi, mau dicuci sama Shila!" ucap Ibu gagap!
"Terus kenapa pakaian-pakaian yang di dalam lemari berceceran seperti ini Bu? dan apa yang Ibu sembunyikan di belakang punggung Ibu itu!" Tanyaku beruntun!
Kulihat pakaian-pakaian yang didalam lemari sudah berhamburan di kasur dan di lantai! Apa ibu mau mencuri? roh halus mana yang hinggap pada diri ibu, sehingga dia berinisiatif mau mencuci pakaian anakku! benar-benar tidak masuk akal! pasalnya dari Abi lahir, untuk menyentuh Abi saja dia enggan, apalagi mencuci pakaian anakku!
Aku berusaha mengambil sesuatu yang disembunyikan ibu di belakang punggungnya! tapi wanita tua ini selalu mengelak membuat aku tidak leluasa untuk bergerak, karena Abi masih dalam gendonganku!
"Berikan apa yang Ibu sembunyikan di belakang punggung ibu itu! Aku ingin melihatnya!" ucapku tertahan!
"Jangan sembarangan bicara Seruni! Ibu tidak menyembunyikan apa-apa dari kamu! ini hanya sebuah buku kuliah Rena, yang tidak sengaja ibu bawa masuk di kamar kalian!" ucap Ibu mengelak!
"Baiklah kalau Ibu tidak mau berikan secara baik-baik, maka aku akan mengambilnya dengan paksa!" segera aku tidurkan Abi di atas kasur yang penuh dengan tumpukan baju! Kulihat Ibu yang hendak berlari keluar! cepat-cepat kutarik sebelah tangannya! dan ku Pepet dia dengan pintu lemari! ibu mertua kewalahan, dia tidak bisa melawan ku dengan badan kurus nya! Kedua bola mataku terbelalak melotot setelah kuambil dan kulihat apa yang disembunyikan Ibu tadi!
"Sertifikat rumah!" gumamku pelan!
Darahku naik sampai di ubun-ubun!
__ADS_1
"Apa yang hendak ibu lakukan dengan sertifikat rumahku! dan Apa maksudnya Ibu mengambil sertifikat rumahku tanpa pengetahuanku?" teriakku menggebu-gebu!
"Ada apa ini?" suara Bariton seorang lelaki yang sangat kukenal! "Apa yang terjadi sehingga kau meneriaki Ibu seperti itu Runi?" Lanjut suara itu yang tak lain dan tak bukan adalah suamiku sendiri! Mas Galih!
kutarik nafasku kasar untuk meredamkan amarahku! tidak baik aku bicara dengan suamiku dengan berteriak-teriak seperti tadi!
"Apa mas tidak lihat kamar kita berantakan seperti ini? ini semua ulah ibu! tanyakan padanya, apa yang sudah diambil dari dalam lemari sehingga menyebabkan semua pakaian berceceran di mana-mana!" ucapku masih dengan sedikit emosi pada Mas Galih!
"Hu..hu..hu..Runi menuduh Ibu mencuri sertifikat rumah kalian! Inilah akibat kau memanjakan istrimu Galih, sehingga dia memfitnah ibu mencuri di kamar anaknya sendiri!" Adu Ibu mertua pada suamiku!
Apa aku tidak salah dengar? kepalaku hampir pecah dibuat nenek tua itu! Apa dia bilang, Aku menuduhnya mencuri sertifikat rumahku? benar-benar akting yang sangat luar biasa!
"Mengapa ibu memutar Balikkan fakta begitu? jelas-jelas Ibu mengambil sertifikat rumah ini dari dalam lemari! dan Baru saja aku merampasnya kembali dari tangan ibu!" aku tidak habis pikir dengan ibu mertuaku! otaknya benar-benar licik!
"Tapi mas apa yang aku bilang tadi..."
" Sudahlah Runi! Aku benar-benar kecewa padamu! selama ini, Aku berusaha memperbaiki sifatku! tapi rupanya, kau masih simpan dendam pada ibuku, sehingga dengan kejamnya kau memfitnah beliau, dengan alasan mencuri sertifikat rumah ini!"
Mas Galih mendekati ibunya lalu merangkul dan membawa keluar Ibunya! tiba di hadapanku, ibu mertua melirikku dengan senyuman mengejek!
__ADS_1
Hatiku seperti tercubit mendengar kata kecewa yang keluar dari mulut Mas Galih! kubawa tubuh ini menuju tempat tidur! kuhempaskan bokongku disana dengan kasar! setitik air jatuh dari bola mataku! ku arahkan pandanganku di seluruh ruangan! sertifikat rumah masih berada dalam tanganku! kuletakkan surat berharga itu di atas meja! aku menunduk memungut pakaian satu persatu yang berceceran di lantai, dan menumpuknya di satu keranjang besar, yang berada di samping lemari!
Beberapa saat kemudian Mas Galih kembali masuk ke dalam kamar! aku yang masih beberes, bergegas menghampiri Mas Galih, ketika ku tahu dia berdiri di ambang pintu! dengan kedua tanganku, kupegang sebelah tangannya erat!
"Kali ini percayalah padaku Mas! aku tidak berbohong soal Ibu mengambil sertifikat rumah ini! aku sendiri yang mengambilnya kembali dari tangan Ibu!" Mas Galih menghempaskan tanganku kasar!
"Jadi kau menuduh Ibuku mencuri sertifikat rumahmu?" teriaknya lantang! aku beringsut ketakutan! Baru kali pertama Mas Galih semarah dan sekasar ini!
"Dan satu lagi! aku menarik kembali kata-kata dan janjiku untuk memberikan seluruh gajiku padamu! sepertinya keputusan ku Waktu itu salah besar! rupanya apa yang dikatakan ibuku adalah benar!" Timpal Mas Galih!
Aku jadi penasaran! kira-kira apa yang ibu mertua katakan pada suamiku? Aku memberanikan diri untuk menanyakan itu pada mas Galih!
"Memangnya apa yang ibumu katakan pada mu Mas?" Mas Galih menatapku dengan senyum mengejek!
"Ibuku bilang, kamu itu adalah orang lain yang ku bawa masuk ke dalam keluargaku, untuk bebas menikmati hasil keringatku!" ucap Mas Galih berterus-terang! hatiku berdenyut nyeri! ternyata selama ini diam-diam Mas Galih dan keluarganya menceritakan ku di belakangku! aku merutuki diriku yang sangat bodoh ini! kenapa aku harus terhasut dengan kata-kata mas Galih yang mengajakku membuka lembaran baru? kuangkat wajahku dan kutatap dalam mata Mas Galih! aku adalah Seruni Sri mamudji! aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk menjadi wanita kuat dan tangguh!
"Oh ya? apa ibumu benar berkata seperti itu? Di mana ibumu sekarang! aku ingin menemuinya! akan ku acungkan jari tengah ku padanya dan menyatakan, fack you!! Dan tolong tanyakan pada Ibumu! berapa habis uangmu yang aku pake?karena setauku, Ibumu menggajiku 25 ribu perhari untuk mengerjakan seluruh isi rumah ini,berarti aku sama sekali tidak menikmati hasil keringatmu dong,,,iya nggak sihhh," ucapku tidak berperasaan! hilang sudah sopan santun pada mas Galih dan ibunya! kulihat mata Mas Galih terbelalak! Mungkin dia tidak percaya atau tidak yakin dengan apa yang keluar dari mulutku barusan!
"Ternyata pria yang kunikahi ini adalah, pria yang bermulut lebar, bermulut ember, suka bergosip! dan parahnya lagi, pria yang berdiri di hadapanku ini bersama keluarganya menjelekan istrinya sendiri!" aku sudah tidak peduli jika sekarang juga Mas Galih mentalakku!
__ADS_1
"Berani sekali kau berbicara begitu padaku Seruni! aku ini suamimu! di mana rasa hormat kepadaku! Kamu benar-benar Istri Durhaka!" Teriak Mas Galih lantang! suaranya memenuhi isi kamar kami! kulihat urat-urat di lehernya menegang! anehnya anakku tidak kaget sama sekali mendengar suara Ayahnya!
"Mas dan ibu Mas yang sudah membuat aku menjadi istri dan menantu yang durhaka! apa aku harus diam terus ketika orang lain menginjak injak Harga Diriku? Percayalah terus bualan ibumu itu mas! tapi suatu saat, jangan menyesal ya! jika rahasia besar yang disembunyikan oleh ibu mu terbongkar!" setelah berbicara seperti itu, aku langsung mendorong tubuh kekar itu keluar dari kamar! segera kukunci pintu tanpa menghiraukan Panggilan Mas Galih!