
Aku berjalan keluar dengan menenteng sebuah kantong plastik merah berisi kue-kue kering aku. Abi sudah anteng dalam gendonganku! sengaja kuberikan dia banyak ASI, ditambah dengan susu formula, biar tidak rewel dan tenang dalam perjalanan nanti.
Baru hendak menutup pintu rumah, sekilas aku mendengar seseorang sedang muntah-muntah.
Aku kembali masuk dan menyimpan barang-barang ku di atas meja ruang tamu, lalu berjalan mengendap-endap ke kamar ibu karena memang suara muntah-muntah itu berasal dari sana.
Kutempelkan telinga pas di daun pintu kamarnya ibu mertua. Putraku yang tidak tahu apa-apa hanya melihat wajahku tanpa suara. kutempelkan jari telunjuk dibibirku seolah menyatakan kepadanya, jangan berisik! kita mau mendengar apa yang dilakukan nenekmu di dalam sana.
Abi seolah mengerti dengan kode yang kulakukan. dengan lucu dia mengedipkan mata bulatnya, membuatku hampir terbahak.
"Kita seperti pencuri ya Dek, yang sedang mencuri di rumah sendiri." Bisikku padanya.
Beberapa saat kemudian, aku mendengar langkah kaki seseorang hendak menuju pintu. dalam pikiranku mungkin Ibu mau keluar lagi menemui brondongnya.
Aku cepat-cepat berlari ke dapur, seolah-olah Baru melakukan sesuatu disana dan hendak masuk kembali ke kamarku. tapi ternyata dugaanku salah! ibu mertua keluar kamar dengan rambut yang berantakan kan.
"Runi Apa ada obat mual mu?" tumben ibu mertua menanyakan ku dengan nada yang begitu baik.
"Aku enggak punya obat yang begituan Bu, Yang ada hanya paracetamol, amoxilin, Asam Mefenamat. dan sirup Sirup demam punya Abi."jawab ku tenang.
"Kira-kira Obat apa yang bisa menghilangkan mual Runi?"
"Aku juga tidak tahu Bu! Coba Ibu ke Puskesmas terdekat dan tanyakan pada bidan-bidan atau perawat-perawat di sana, katakan keluhan ibu, mereka lebih tahu obat apa yang cocok untuk orang mual."
"Tapi Ibu tidak punya uang untuk biaya obatnya."
"Tenang saja Bu! disana obatnya semua gratis! Ibu punya BPJS kan, bawa saja siapa tahu berlaku! Ya sudah ya Bu, aku harus mengantarkan kue-kue ku ke kios kios terdekat sini." ucapku lalu berlalu ke ruang tamu hendak mengambil kembali barang-barang yang tadi sempat aku simpan di sana.
"Tunggu Run" berilah Ibu uang Rp20.000 buat bayar taksi."ucap ibu mertua mengiba!
Karena tidak mau memperpanjang masalah aku memberikan uang Rp20.000 pada ibu mertua. Tidak punya uang tapi sok-sokan menjanjikan pada Bocah Tengil itu akan secepatnya mentransferkan uang padanya!
Nasib baik berpihak padaku! kue ku diborong habis oleh pemilik warung depan rumah! mungkin rezeki anakku kali ya! tidak lupa aku mengucap syukur kepada yang maha kuasa! rp375.000 sudah kukantongi!
Kulihat ibu mertua sudah bersiap hendak pergi! beliau kaget melihatku yang sudah kembali ada di dalam rumah!
"Katanya kamu mau menitipkan kue-kue mu di kios-kios terdekat! apa tidak jadi?"
__ADS_1
"Tidak Bu! mbak yang punya warung makan memintaku menitipkan saja di warungnya!"Bohong Runi!
"Oh!" ibu mertua hanya beroh Ria lalu berlenggang pergi tanpa pamit padaku!
Sore hari ketiaka sedang memasak di dapur, aku kembali mendengar suara muntahan yang berasal dari kamar ibu.
Sakit apa sih ibu mertuaku itu,apa aku samperiran saja ya kekamarnya.kasian juga lama-lama.
Tok...tokkk.tokk.
"Bu..apa ibu di dalam? boleh aku masuk?"ucapku dari luar.
"Masuk saja Run kamarnya tidak ibu kunci!" jawab ibu.
Aku segera masuk ke kamar ibu setelah mendapat ijin dari yang punya kamar.
Ku dapati Ibu yang terduduk lemas di pintu lamar mandi.Sebenarnya mertuaku sakit apa sih,mual muntahnya sampai lemas begitu badannya. aku mendekati ibu mertua lalu kupijit tengkuknya pelan!
Jiwa kepoku mulai muncul,otakku mulai memerintah, membuat mulutku gatal agar segera menanyakan perihal apa yang membuat Ibu mual muntah begini, dan juga bagaimana kata petugas di puskesmas.
"Bu! tadi ibu ke puskesmaskan," aku memulai pertanyaan!
"Terus apa yang dikatakan petugas di sana Bu, Ibu sakit apa!"
Ibu mertua tidak langsung menjawab! aku sudah tidak sabar untuk mendengar jawaban selanjutnya dari mulut ibu!
"Sakit biasa, Masuk angin!"
Aku tidak mau bertanya lagi,mungkin yang dikatakan Ibu mertua betul! Bagaimana tidak masuk angin? keluar pagi masuk magrib! Aku tidak tahu makanya di luar sana teratur atau enggak!
Ibu mertua berusaha bangun, tapi tubuhnya sangat lemah! aku langsung membantu memapahnya, mengantarnya, dan mendudukkannya di atas tempat tidur!
Ekor mataku menangkap suatu benda yang tergeletak di atas meja dekat tempat tidur! aku tahu apa itu, karena aku pun pernah memakainya ketika pertama kali aku hamil Abi!
Cepat-cepat aku menyambar tespek itu dan melihatnya dengan teliti! yah benda itu adalah sebuah alat tes kehamilan!
Degg.....
__ADS_1
Jantungku berdetak kencang, punya siapa ini! Apa ini punya ibu? ibu yang lemah tidak mampu merebut barang itu dariku! dia hanya pasrah menundukkan kepala ketika aku menatapnya!
"Apa ini punya ibu?" Tanyaku padanya!
"Bu.. bukan Run! itu punya teman ibu yang tidak sengaja ke bawah oleh ibu!" jawab ibu Gagap!
"Bohong! Ibu berbohong padaku! Siapa yang gila menitipkan barang-barang yang beginian untuk orang lain! kalau mau berbohong itu Carilah bahasa yang tepat!"
Kulihat Ibu sudah menangis cegukan di tempat!
"Ibu hamil ya! apa ibu hamil dengan pacar ibu yang kemarin?"
Ibu mertua hanya menggeleng dengan terus saja menangis!
"Jawab bu, kalau enggak, aku akan mengadukan ini pada mas Galih!"
Ibu mertua langsung turun dari atas tempat tidur, lalu berlutut tepat di kakiku dan memegang kedua kaki erat?
"Jangan Run! ibu mohon jangan adukan pada suamimu! Ibu bisa diusir Galih keluar dari rumah ini! bisa jadi Galih tidak mau mengakui ku sebagai ibunya lagi! ibu mohon Run jangan lakukan itu!"
"Tapi ibu tidak bisa menyembunyikan ini lama-lama! lambat laun perut ibu membesar dan membuncit!"
"Tidak Run! apa yang kau katakan itu tidak akan wujud, perut ibu tidak akan pernah membuncit, karena Ibu sudah berencana untuk menggugurkan kandungan ibu!!"
Ya ampun jahat sekali ibu mertuaku ini! berani berbuat tapi tidak mau bertanggung jawab! Kasihan sekali nasib anak yang berada di dalam kandungannya! belum lihat dunia, Ibunya sudah berencana untuk membunuhnya! Kenapa kejam sekali hati ibu mertuaku ini ya Tuhan!! Aku tidak habis pikir dengan jalan pikirannya!
"Ibu pikirkan baik-baik dulu, jangan mengambil jalan pintas yang akan membahayakan nyawa ibu dan anak yang didalam kandungan ibu itu!"Aku mencoba memberi pengertian padanya!
"Jangan sok menggurui ku Runi! aku tahu apa yang harus aku lakukan! stop mencampuri urusan ku!" teriak ibu mertua lantang!
"Terserah Ibu deh!" kataku langsung berlalu keluar dari kamarnya, dan menuju ke kamar kami, hendak melihat anakku yang masih terlelap!
Aku duduk termenung di atas tempat tidur.Apa betul yang menghamili ibu adalah anak ingusan kemarin? kalau memang iya,,Apa dia mau mempertanggungjawabkan perbuatannya?
Aku kaget merasakan seseorang memegang pundakku!
"Apa yang kau lamunkan Run? hingga aku masuk di dalam kamar pun kamu tidak menyadarinya!" ucap Mas Galih padaku!
__ADS_1
"Eh,, eh.. itu mas! Aku bukan sedang melamun, tapi aku sedang memikirkan, berapa toples kue kering lagi yang harus aku buat besok pagi! yang 5 toples tadi pagi diborong habis sama mbak yang punya warung makan depan rumah! ucapku berbohong.
Berbohong tentang lamunanku maksudnya,