Serakahnya Keluarga Suamiku

Serakahnya Keluarga Suamiku
penjelasan Rena yang berbelit-belit


__ADS_3

Hampir jam makan malam, aku baru menyiapkan sarapan kami. sore tadi, Anakku rewel membuatku tidak bisa melakukan apa-apa! Terpaksa aku harus menunggu Mas Galih pulang kantor, membantu aku aku menggendong Abi, baru aku bisa beraktivitas di dapur!


"Rena, mana Run! Kenapa bukan dia saja yang memasak?" tanya Mas Galih padaku!


Mas Galih menanyakan keberadaan adik malasnya membuat tensiku naik.


"Aku nggak tahu Mas, di kamar mungkin, atau bisa jadi belum pulang."jawabku ketus


"Loh kok ada Shila di sini?" Mas Galih kaget dengan kemunculan adik sepupunya di dapur.


"Kapan datangnya Shil?" tanya Mas Galih lagi.


"Aku datang tadi siang Mas, sama tante Rossa." jawab Shila sambil mengambil tangan suamiku lalu menciumnya!


"Ibu sudah pulang ya Run! Kok Mas nggak tahu?"


"Kedatangan ibu dan Shila, kan mas masih di kantor!"


"Tapi kenapa kamu tidak kasih tahu Mas,"


"Mana sempat Mas, anakmu yang terus-terusan menangis, membuatku pusing dan tidak tenang, belum Lagi sarapan untuk makan malam kita belum sempat ku masak!


Mas Galih mengalihkan pandangannya kewajah Abi, "Mata Anakku sangat bengkak Run,"


"Bagaimana tidak bengkak Mas, lama sekali dia nangis nya," aku bicara sambil terus membalik tempe di dalam wajan.


"Duduklah Mas, Kenapa berdiri terus, apa nggak capek?" tegurku pada mas Galih! "Berdiri saja enggak apa-apa Run, jika duduk, Mas takut dia menangis lagi."


"Maaf Mbak, aku nggak sempat bantu mbak memasak, mungkin karena capek perjalanan jadi tidur sampai tidak tahu diri." Shila sepertinya merasa Tidak enak hati mendengar pembicaraanku dan Mas Galih barusan, padahal aku tidak ada maksud apapun untuk menyinggung siapapun!


"Nggak apa-apa Shil, Mbak mengerti kok! ini juga sudah selesai, tinggal disajikan di meja makan!"


"Apa yang harus aku bantu mbak?"


"Semua sudah beres, Tolong bantu Mbak panggil ibu sama Rena, katakan pada mereka makan malam sudah siap."


"Baik mbak!" Shila manut mengikuti perintahku,

__ADS_1


Segera ku bilas bersih tanganku, lalu mengambil Abi dari gendongan Mas Galih.


"Sini Abinya sama aku, Biar nanti mas leluasa makannya."


Tak lama Shila kembali ke dapur. "Rena sama Ibu mana Shil? tanya Mas Galih,


"Kata tante Rossa, dia tidak enak badan jadi sarapannya diantar ke kamar saja, kalau Rena aku tidak tahu Mas, soalnya aku panggil-panggil dari tadi nggak ada yang jawab, Aku berusaha membuka pintu kamarnya tapi sepertinya pintunya terkunci."


"Ya sudah! ayo duduk dan ambil makananmu, kita sarapan bertiga saja, Maaf ya, Mas sudah duluan makan." Shilla mengangguk sopan.


"Biar aku antarkan makanan untuk tante Rosa dulu.." sila sibuk mengambil makanan untuk ibu mertua.


Aku yakin ibu mertua takut keluar kamar, karena takut Mas Galih melihat muka pucat nya. dan tentu saja suamiku ini akan bertanya, perihal Penyakit apa yang diderita ibu sehingga sampai sepucat itu. dan pasti ujung-ujungnya, Mas Galih akan memaksa ibu ke rumah sakit, dan semua rahasia ibu akan terbongkar.


Tunggu dalam beberapa hari ini, aku mencoba mengakrabkan diri dengan Shila, setelah itu aku akan mengorek informasi tentang Ibu ldarinya, apa saja yang ibu mertua lakukan di kampung.


Abi sudah ku tidurkan di kamar! aku kembali ke ruang tengah, menemui mas Galih dan sila yang sedang asyik bercerita di sana.


Mas Galih melihatku dan menepuk sofa di sampingnya, "Duduk disini Nur!" aku menuruti keinginan suamiku!


"Mereka baik Mas!"


"Tujuan kamu ke kota ngapain Shil?"


"Aku ke sini buat cari pekerjaan Mas!"


"Bagaimana dengan sekolahmu?" aku hampir terbahak melihat Shila, dia seperti terdakwa yang sedang dihakimi oleh Kakak sepupunya.


Belum sempat Shila, menjawab pertanyaan masih Galih' "crack" pintu depan seperti ada orang yang membukanya dari luar! dan benar saja! muncullah Rena dengan dandanannya seperti orang yang sedang menjajakan dirinya di lampu merah!


Mas Galih, membelalakkan matanya melihat keadaan adiknya yang seperti itu! aku tahu dia sangat kaget dan marah, Suamiku mengepalkan tangannya kuat di atas tungkai sofa! Mas Galih Gagas berdiri, dengan kedua matanya melotot menatap, Rena!


"Dari mana saja kamu, Rena?" Rena yang tidak sadar dengan keberadaan kami, kaget mendengar suara berat Mas Galih, ketika dia sedang kembali Mengunci pintu! sepatu hak tinggi yang di tenteng dengan sendirinya jatuh di lantai, sedangkan tangan sebelahnya lagi mengelus dadanya!


Mungkin dia sangat syok, karena kakaknya melihat dirinya dengan pakaian seperti itu!


"Dari mana saja kamu, jam segini baru pulang?" Mas Galih mengulangi pertanyaannya! "Anak gadis keluyuran malam-malam!" Rena mematung ditempat! dia tidak mampu menjawab pertanyaan kakaknya!

__ADS_1


"Jawab Mas' Rena! Dari mana kamu?"


Aku rasa, Rena sedang mencari alasan untuk membohongi kakaknya! dan apa tadi Mas Galih bilang? anak gadis? Aku tidak yakin kalau Rena itu masih gadis! kalau gadis bolong, mungkin!


"Itu mas, anu mas!"


"Itu mas, anu mas! Jawab yang benar." Mas Galih mengejek adiknya dengan mengulangi perkataan Rena! kulihat sila sudah cekikikan di tempat! mungkin dia sedang menertawakan kegugupan Rena! aku juga hampir mengeluarkan suara tawaku, jika tidak ku tahan!


"Ta..tadi aku ke acara ulang tahun teman dulu Mas!" jawab Rena gugup!


Ke acara ulang tahun temannya kok tiap malam, bisa saja aku melaporkan kelakuannya untuk suamiku, tapi aku bukanlah tipe orang yang bermulut bocor. Biarkan saja, lambat-laun Mas Galih akan mengetahui kelicikan adiknya.


"Kenapa nggak izin dulu sama orang rumah? cara berpakaianmu, seperti wanita yang bekerja di bar! memalukan!" umpat kasar Mas Galih pada adiknya!


"Maaf Mas, Aku nggak berani minta izin karena acaranya malam! takutnya mas tidak mengizinkanku!" Rena masih berusaha memberi alasan!


"Bukan berarti kamu seenaknya keluar masuk rumah ini semaumu! kalau mau tinggal di sini ikuti aturan yang berlaku di rumah ini! sana ganti pakaianmu!"


Wah suamiku keren sekali! tidak segan-segan Mas Galih memarahi adiknya! dan aku suka peringatannya! "kalau mau tinggal di sini ikuti aturan yang berlaku di rumah ini!" hampir saja aku bertepuk tangan jika tidak ku ingat kalau suamiku ini sedang marah! Bersiaplah Mas, sebentar aku akan memberikan kamu servis terbaik, yang belum pernah kau rasakan selama kita menikah!


Rena, kembali memungut sepatunya, lalu berjalan sedikit berlari menuju kamarnya!


Mas Galih kembali duduk di tempatnya! dia menarik nafas kasar dan kedua tangannya menyugar rambutnya ke belakang! aku mengelus punggungnya pelan!


"Mas enggak apa-apa?" itulah pertanyaan spontan manusiawi! Mas Galih hanya menganggukkan kepala, tanpa menjawab pertanyaanku! aku tahu suamiku Pasti sangat kecewa melihat perilaku adiknya yang masuk larut malam dengan berpakaian yang tidak pantas!


Dada Mas Galih naik turun, berarti Dia masih sedang menahan amarahnya! "Shila! aku peringatkan padamu! jangan coba-coba mengikuti jejak Rena!" Kini ucapan Mas Galih, tertuju pada Shila!


"Iya Mas!" jawab sila pelan!


Aku lirik Shila, sedang Duduk mematung ditempat, kedua tangannya saling meremas! Pikiranku sudah berlari ke mana-mana! Apa jadinya jika Mas Galih tahu, ternyata uang gaji yang diberikan pada ibu, digunakan buat sewa berondong demi memuaskan nafsu bejatnya! dan lebih parah lagi Ibu sekarang sedang mengandung.


Aku yakin 100%, ibu belum menggugurkan kandungannya, karena tadi sore, aku masih mendengar suara muntah-muntah berasal dari kamarnya. kehamilan ibu, di luar nikah, yang sekarang menjadi teka-teki, Siapa ayah biologis bayi yang sedang dikandung ibu. karena orang yang nafsu birahinya tinggi seperti Ibu, pacarnya bukan cuman satu!


Lamunanku buyar kala kurasa tangan mas Galih, menarik tanganku memaksaku berdiri!


"Shila, cepat masuk kamar dan tidurlah!" Titah Mas Galih pada adik sepupunya.

__ADS_1


__ADS_2