
Selamat membaca Semoga terhibur🤗🤗
---------------------------------------------------------------------------
Aku mengambil paksa Abi dari gedongan Mas Galih! segera kutinggalkan 3 orang yang masih berdiri mematung di ruang tamu, dengan pikirannya masing-masing! Mas Galih dengan segala kebingungannya, Ibu mertua dan Rena, Tidak tau apa isi otak mereka! Aku membuka pintu kamar dan menutupnya dengan pelan.Segera kubaringkan Abi di atas kasur! Aku juga ikut berbaring telentang meluruskan tulang punggung!
"Aduh capek juga ya berdebat dengan ibu dan Rena," monolog ku pada diri sendiri. Tapi rasanya aku puas sekali mengeluarkan segala uneg-uneg yang selama ini aku simpan! Kudengar teriakan ibu di luar sana! Entahlah apa yang mereka bincangkan sampai Ibu mertua semarah itu.
Masa bodoh aku tidak peduli! Beberapa saat kemudian Mas Galih pun ikut masuk ke dalam kamar
"Runi! Apa kamu tidak memasak?"
Pertanyaan Mas Galih sontak membuatku kembali naik pitam! Aku tidak mau di perbodoh lagi! Selama ini aku yang selalu mengeluarkan uang ku untuk membeli beras per kg setiap harinya! Uang Rp25.000 mana cukup untuk memberi makan 4 orang? kutarik napas panjang lalu menghembuskannya dengan pelan! Aku tidak mau bermarah-marah lagi di depan anakku.
"Tidak ada uangku Mas buat beli beras." Jawabku santai sesantai di pantai.
"Lah kata ibu kan dia sudah memberimu uang!"
"Uang Rp25.000 mana cukup untuk memberi makan 4 orang!"
"Kemarin-kemarin cukup Kenapa hari ini kau mempersulit?"
Wah ngajak berantem ini orang! Aku bangun dari tempat tidur dengan amarah yang sudah memuncak!
"Dengar baik-baik mas, dan bukalah otak kosongmu untuk mencerna bahasaku! Selama ini aku memakai uang pribadiku untuk memenuhi kebutuhan kita semua di dalam rumah ini! Coba deh Mas bayangkan apa uang Rp25.000 cukup untuk memberi makan 4 orang sekaligus? Pikir pakai otak Mas."
"Kenapa kau tidak gunakan lagi uangmu untuk beli beras?"
Aku tergelak mendengar ucapan Mas Galih! "Enak sekali kau bicara Mas! uangku kita makan bareng-bareng, sedangkan uang gajimu kau kasihkan semuanya pada ibumu."
__ADS_1
Aku menarik kasar Napasku, menetralkan jantung aku berdetak tak karuan!
"Lagian uang aku juga sudah habis Mas minta makan sana sama ibumu."
Saking emosinya kata-kataku pun tidak terkontrol! Mas Galih keluar tanpa mengucapkan satu kata pun. Aku tidak memusingkan diri memikirkan 3 orang tak berhati itu.! Entah jam berapa Mas Galih kembali ke kamar, karena ketika aku bangun hendak membuat susu Abi,Ternyata Mas Galih sudah ada disampingku.
Ada setitik rasa bersalah di hatiku kala memandang wajah damai Mas Galih yang tertidur pulas.
"Bangunlah Run! sudah pagi!"
Kurasakan badanku digoyang seseorang! sontak aku membuka mata dan mendapati Mas Galih yang sudah rapi dengan pakaian kantornya!
"Mau berangkat sekarang Mas? aku enggak bisa antar ke depan ya, masih ngantuk soalnya!
"Enggak apa-apa Run."
Tumben dia tidak banyak protes, biasanya dia akan memaksa aku dan Abi mengantarnya ke depan. kulihat Abi yang juga masih tertidur pulas tidak terganggu sedikitpun dengan suara kami. Ini sangat menguntungkan bagiku,kerena dengan begini, Aku tidak bisa keluar kamar dengan cepat.
Seperti suara ibu mertua ya! Atau aku yang berhalusinasi? tok tok tok "Run!" Betul itu nyata suara ibu! Aku bangun dari tempat tidur berjalan menuju kamar mandi sekedar mencuci muka dan menyikat gigi!
Biarkan saja Ibu tunggu sebentar di pintu kamar! Toh dia yang membutuhkanku, Aku membukakan pintu kamar untuk ibu.
"Ada apa Bu?" Tanyaku santai pada Ibu, seperti tidak terjadi apa-apa diantara kami kemarin.
"Boleh Ibu bicara sebentar denganmu?" Tanya ibu lembut! Aku tidak mau terbuai dengan kelembutan ibu! Ibu pasti ada maunya makanya dia melembut lembutkan suaranya padaku.
"Bicaralah!" Titahku. "Di kamar saja ya nak, tidak enak bicara sambil berdiri di depan pintu."
"Di ruang keluarga saja Bu, kamar kami masih berantakan, tidak enak juga jika Ibu melihatnya."
__ADS_1
"Ya sudah ayo!" Aku mengikuti langkahnya menuju ruang keluarga! Kami masing-masing mengambil tempat duduk yang aman di sofa.
"Begini Run! kata Galih kamu punya uang simpanan ya!" Benar-benar Mas Galih, ternyata dia menceritakan semuanya kepada ibunya! Aku tidak menjawab pertanyaan Ibu sengaja kubiarkan dia melanjutkan Pertanyaan selanjutnya!"Boleh nggak Run Ibu meminjam uangmu sejuta?"
Nah! kan, kan, sudah aku bilang kan, Ibu Berbicara baik dengan ku karena ada udang Dibalik Batu "Maaf Bu Emang kemarin sih ada sedikit simpananku, tapi sudah habis aku gunakan buat beli makan kita sehari-hari.."
"Ekspresi wajah Ibu langsung berubah! "Atau begini saja Run! Ibu minta uangmu 500 ribu ya, kalau memang kau tidak mau meminjamkan uangmu sejuta pada ibu."
Minjem saja aku tidak mau apalagi memberi dengan cuma-cuma! "Seperti yang Ibu dengar tadi, sudah tidak ada uangku lagi!"
lagian Aku heran dengan ibu seminggu yang lalu kan Mas Galih baru gajian! Uang sebanyak itu apa sudah habis?
Mulutku sudah gatal untuk menanyakan hal penting itu pada ibu!
"Maaf loh bu, bukannya aku lancang ya, tapi seminggu yang lalu Mas Galih baru memberikan uang gajinya pada ibu kan, hampir 10 juta loh bu! Ibu kemana kan uang sebanyak itu?"
Ibu sontak berdiri dengan sangat marah! "Runi! kalau kau tidak mau meminjamkan uangmu padaku, tidak usah kau ungkit-ungkit gaji anakku."
"Aku juga perlu tahu tentang uang mas Galih! aku ini istrinya Bu! Bukan babu kalian," suaraku tidak kalah keras! enak saja dia bilang aku mengungkit-ngungkit gaji anaknya! Apa dia lupa atau pikun kalau wanita yang berdiri di hadapannya ini adalah istri dari anaknya galih!
"Dasar anak yatim piatu! Begini nih kelakuannya karena tidak mendapat didikan baik dari kedua orang tuanya."
Darahku mendidih seketika! Boleh saja dia mengata-ngataiku tapi jangan sampai dia bawa-bawa nama orang tuaku.
"Apa hubungannya dengan aku yang yatim piatu Bu?" Hampir saja airmataku tumpah mendengar kata yatim-piatu dari mulut ibu mertua!
"Siapa anak di dunia ini yang ingin jadi yatim piatu?jawabannya adalah: Tidak ada! kematian kedua orang tuaku bukan atas Keinginan mereka, ataupun atas keinginanku. Dan asal Ibu tahu ya, anak yang ibu bilang yatim piatu ini, bisa menampung anak yang orang tuanya masih lengkap! Ibu jangan macam-macam lagi dengan aku bu, bisa saja aku menendang keluar Ibu dan Rena dari rumah ini! Ingat ya bu, Ibu tinggal di sini itu menumpang! Ingat baik-baik kata ini Bu! MENUMPANG."
Dadaku naik turun menahan amarah! Tanpa sadar ternyata sebuah titik bening luruh dari mataku!
__ADS_1
"Tunggu saja Runi! Akan kuadukan kau pada Galih."ancamnya padaku.
"Adukan saja Bu! Bila perlu bilang pada anak ibu untuk menceraikan aku!" Ya Tuhan sakit sekali dada ini.Ibu mungkin berpikir aku takut dengan ancamannya. Sorry Bu! itu tidak berlaku lagi untuk se'orang Seruni Sri mamudji.