Serakahnya Keluarga Suamiku

Serakahnya Keluarga Suamiku
Ibu Mertua Murka


__ADS_3

Kupikir mas Galih akan marah-marah lagi seperti kemarin. atau mungkin ibu mertua tidak memberitahunya tentang kejadian tadi sore? tapi mustahil jika nenek tua itu tidak mengadu pada anaknya.


"Sudah pulang mas?" Tanyaku basa-basi.


Dia tidak langsung menjawab ku. Mas Galih sibuk membuka pakaian kantornya, dan menggantungnya di balik pintu.


Apakah Mas Galih marah? kenapa dia tidak menjawab pertanyaanku. Ah biarkan saja Mungkin dia kelelahan, banyak pekerjaan di kantor, atau sengaja tidak mau bicara denganku.


Kulihat dia meraih handuk dan langsung saja masuk kamar mandi.Beberapa menit kemudian, dia keluar dengan pakaian lengkap. tumben dia seperti itu! biasanya selesai mandi hanya sebuah handuk kecil yang menutupi area tubuh bawahnya. alih-alih langsung ganti pakaian, tapi masih sempatkan diri untuk menggodaku dulu.


Kulihat dia mengambil sesuatu dari dalam tas kerjanya. dan berjalan menghampiriku! jari telunjuknya sedikit mencolek pipi anaknya pelan.


"Run!" ucapnya tertahan!


Aku mendongak ke atas melihat Mas Galih yang menjulang tinggi, karena posisi aku sekarang sedang duduk di ranjang sambil menyusui Abi.


"Ada apa Mas?"


Mas Galih menyerahkan sebuah amplop putih padaku, alih-alih aku menerimanya aku malah kebingungan menatap benda itu.


"Ambillah Run! dan maafkan mas mu ini.!"


Kenapa Mas Galih serperti menyesal seolah-olah telah melakukan suatu kesalahan besar. Kenapa pula dia memberikanku amplop ini, kubaringkan Abi di tempat yang kurasa aman! segera kubuka amplop pemberian Mas Abi itu. aku sangat kaget, ternyata kertas putih itu isi dalamnya uang sebanyak 1 juta. Tapi maksudnya apa mas Galih memberikan uang ini Seharusnya dia memberikannya pada ibu.


"Mas! Kenapa uang ini Mas kasihkan ke aku! seharusnya Mas memberikannya pada ibu untuk mengelolanya! mas sendiri tahukan, menurut Ibu, aku ini adalah istri pemboros! berilah pada ibu Mas! aku tidak mau Ibu memaki-maki ku, hanya karena mas memberiku uang sejuta." ucapku sengaja menyindirnya!


Aku duduk di pinggir kasur dengan kedua kaki yang menjuntai ke lantai merasa sangat kaget dengan perbuatan Mas Galih yang tiba-tiba,


"Apa yang Mas lakukan?"


Mas Galih berlutut di lantai pas dihadapanku dan memeluk Pinggangku erat! ku lihat bahunya bergetar.


"Ada apa mas? Katakan padaku apa yang terjadi? Itupun kalau memang Mas masih menganggap aku istrimu.?"


Mas Galih semakin tergugu.


"Run! mas minta maaf sayang.!"


Apa?Mas Galih minta maaf, apa aku tidak salah dengar?


"Minta maaf soal apa Mas?"


"Mas banyak bersalah padamu tolong maafkan mas.."

__ADS_1


"Iya memang Mas punya banyak sekali salah padaku. sampai aku sendiri berpikir, Mas menganggapku hanya sebagai istri di atas kertas, bukan istri sesungguhnya."


"Jangan bicara seperti itu lagi Run! mulai sekarang Mas akan berubah! semua gaji Mas, Mas akan memberikannya kepadamu, biar kamu yang mengelolanya! dan Terserah kamu mau memberi berapa untuk ibu! Mas sudah berpikir panjang seharian ini! Mas sudah menelantarkanmu dan anak kita Abi. dan satu lagi Run, tolong jangan bilang lagi sama ibu untuk Mas menceraikanmu!Mas tidak akan bisa hidup tanpamu, Mas sangat mencintaimu Runi!" Penuturan mas Galih membuatku pening!


Aku tidak bergeming!


"Kita lihat saja kedepannya Ya Mas, biarkan semuanya mengalir seperti air!"


Mas Galih bangkit berdiri mengulurkan tangannya padaku, bermaksud aku meraihnya! aku mengikuti instruksi Mas Galih, dia menarikku ke ke dalam pelukannya dan memelukku sangat erat.


"Kita buka lembaran baru sayang. mas tidak akan menuruti kata-kata Ibu lagi. mulai sekarang mas akan fokus hanya untuk kamu berdua saja."


"Mas jangan bicara begitu! biar bagaimanapun,


Mas harus perhatikan Ibu juga! Beliau itu adalah ibu kandungmu,Ibu yang rela mempertaruhkahkan nyawanya hanya untuk melahirkan Mas Kedunia. aku tidak mau hanya karena aku dan Abi Mas menjadi anak durhaka terhadap ibu mas sendiri."


"Maksud Mas, Fokus utama Mas yaitu kamu dan Abi. bukan berarti mas akan menelantarkan ibu dan Rena! Kasihan Ibu juga seorang janda yang ditinggal nikah sama laki-laki bajingan yang tidak lain dan tidak bukan adalah Ayah kandung Mas sendiri."


Mas Galih melepaskan pelukannya dan membimbing aku kembali duduk di tepi ranjang bersama dengannya.


"kamu percayakan, dengan ucapan Mas tadi?"


"ucapan yang mana Mas? pengucapan Mas banyak sekali soalnya, jadi aku harus mengingat yang mana dulu."


"soal mulai sekarang, kita berdua membuka lembaran baru, bersama Putra kita."


Aku hanya mengiyakan dengan menganggukkan kepala tapi bukan berarti aku mempercayai kata-kata masih Galih, bisa Saja Dia sedang merencanakan sesuatu, dan bersekongkol dengan ibu dan adiknya untuk mengerjai ku.


Mas Galih mencolek Pinggangku,


"Kamu melamun Run?"


"Enggak kok Mas" aku tidak melamun, aku hanya sedang memikirkan perubahan Mas yang tiba-tiba."


"Sudah Jangan dipikirkan ayo kita keluar kita makan malam sama sama. tadi Mas membeli banyak makanan di warung makan depan rumah kita." aku mengikuti langkah Mas Galih keluar kamar.


Ibu mertua dan adik iparku sedang makan bersama di meja makan. dan Betul Mas Galih membeli banyak makanan.


Ibu mertua memandangku sinis, Sengaja aku tidak melihat ke arahnya, Mas Galih menarik sebuah kursi kosong di sampingnya dan menyuruhku duduk.


"Makasih Mas."


"Seperti Tuan Putri saja! hanya untuk duduk saja harus dilayani."cibir nenek lampir padaku!

__ADS_1


Aku tidak sibuk mendengar ocehan ibu. aku mengambil piring mas Galih, dan mengisinya dengan secentong nasi.


"segini cukup Mas?"


"Setengah centong lagi,mas sangat lapar sayang!"


Suamiku memang sangat romantis, kekurangannya yaitu,selalu mengikuti kemauan Ibunya.tapi malam ini dia sangat Keren,sangat Gentleman menurutku!


"Mas Makannya dengan lauk apa?" Tanyaku lagi pada masih Galih.


"Semua lauknya Mas mau."


"Rena kita lagi makan kan? Tolong simpan dulu ponselmu. selesai makan baru terserah kau mau bermain ponsel Sampai kapan tidak ada yang melarangmu." Tegur Mas Galih pada adiknya.


Rena mencebikkan bibir, tapi tetap patuh dan menyimpan ponsel di samping piring makannya.


"Selesai dengan urusan makan, Mas Galih meminta agar kami semua berkumpul di ruang keluarga Karena ada ada yang ingin disampaikannya!Aku sendiri sudah tau apa yang hendak si katakan Ayah Abi itu.


"Ada apa Galih? Kenapa kamu menyuruh kita semua berkumpul Disini! kalau tidak ada hal yang penting, Ibu mau ke kamar saja!"


"Aku juga Mas, ada tugas kuliah yang harus aku kerjakan," sambung Rena,


Aku tahu Itu hanya alasan mereka berdua saja. mana pernah Rena mengerjakan tugas kuliah? Dia pikir aku tidak tahu, kalau dia sering keluyuran setiap malam, Entah apa yang dilakukan anak ini di luar sana.


"Kenapa melihatku seperti itu Mbak Nur?"


"Enggak aku hanya sedang mengagumimu! ternyata adik iparku ini rajin sekali mengerjakan tugas kuliah, pasti nilaimu di kampus bagus-bagus ya."


"Cepatlah Galih, hal penting Apa yang hendak kau katakan!"


"Ehemmm..." Mas Galih berdehem menetralkan suaranya.


"Begini bu, Ini bulan terakhir aku memberikan gajiku untuk ibu, karena mulai bulan depan dan untuk seterusnya, Istriku yang akan kembali mengambil alih. aku akan memberi semua uang gajiku untuk Runi"


"Tidak bisa begitu dong Galih gajimu tetap harus kau berikan kepada ibu." Teriak Ibu lantang.


"Itu sudah keputusanku, dan tidak ada satu orangpun yang boleh merubahnya!" ucap Mas Galih final.


"Enggak... enggak, Ibu enggak terima! eh perempuan sialan kamu kan, yang sudah mencuci otak anakku?" Tunjuk Ibu padaku dengan mata melotot.


"Runi tidak mempengaruhiku sama sekali! ini semua murni atas kemauanku sendiri.Lagipula, aku tidak bisa berkutik dengan aturan baru dari kantor.Bagi kariawan pria yang sudah berkeluarga,semua gajinya akan di transfer langsung di No Rekening Istrinya!"


Aku tau, itu hanya alasan Suamiku saja.

__ADS_1


__ADS_2