Serakahnya Keluarga Suamiku

Serakahnya Keluarga Suamiku
Masih Tentang Uang Lagi Yang Di Bahas


__ADS_3

Selamat membaca!! Semoga terhibur🤗🤗


Aku meninggalkan ibu mertua sendirian yang masih berdiri mematung di ruang keluarga! Mungkin beliau sangat syok dengan kata-kata keramat yang aku ucapkan di akhirku.


Berpikir aku takut dengan ancaman Nya? Maaf ya bu, Seruni yang dulu tidak sama dengan Seruni yang sekarang!


Aku merutuki kebodohanku sendiri di masa lampau! kenapa juga aku harus menuruti kata-kata ibu mertua dan Rena adik iparku? Aku sangat bodoh sehingga apa yang diperintahkan mereka selalu ku turuti!


"Hahhhh."


Aku menghela napas panjang.Ku kesampingkan kejadian yang baru saja terjadi. Aku harus putar otak karena Abi semakin hari semakin besar jelas kebutuhannya pun semakin besar atau banyak.


Jika aku hanya berpangku tangan dan berongga kaki di rumah, wah jelas kedepannya aku dan anakku akan kesusahan! Apalagi mengingat suamiku yang yang selalu patuh pada ibunya.


Rencanaku, untuk sementara aku akan membuat gorengan dan menitipkannya di kios-kios terdekat sini. jika anakku sudah genap 4 bulan Aku akan mencoba melamar lagi di Dekolah Dasar(SD) tempat mengajarku dulu sebelum menikah dengan mas Galih. Tapi ini hanya rencana ku saja untuk menutupi kecurigaan mertua dan suamiku nanti, tapi yang sebenarnya, setiap bulan uang berjuta-juta terus mengalir di rekeningku.


Masih dengan pikiranku yang melalang buana, aku dikejutkan dengan ketukan pintu yang sangat kasar!


"Kok kasar sekali mengetuk pintunya," umpatku sambil berjalan mendekati pintu, memutar kunci pintu kamar karena sebelumnya aku Mengunci pintu kamar kamidari dalam.


"Loh! mas Galih sudah pulang ya! sudah jam berapa emang."


"Jangan banyak ngomong Seruni. Tolong jelaskan, kenapa Kau memaki-maki ibuku, sehingga beliau menelponku dengan menangis-menangis."


Oh rupanya ini sebab akibat Kenapa Mas Galih Cepat pulangnya!


"Ibu mengadu padamu.?"


"Jangan banyak tanya,jelaskan sekarang kenapa Kau memaki-maki ibuku!"


"Jangan teriak-teriak Mas, aku belum begitu tua dan pasti telingaku masih cukup berfungsi."


Aku menoleh ke belakang melihat anakku yang sedang tertidur lelap! aku takut Abi kaget mendengar teriakan ayahnya.


"Makanya jelaskan sekarang."


Kini suara mas Galih sudah sedikit rendah.

__ADS_1


"Sekarang aku mau tanya sama kamu Mas! Apa saja yang kamu ceritakan pada Ibumu?"


"Aku tidak menceritakan apa-apa." sanggah Mas Galih.


Jangan bohong deh Mas. terus dari mana ibumu tahu kalau aku punya simpanan uang di bank.?"


"Ibuku hanya bertanya itu, kenapa kau memaki-maki nya!"


Dasar nenek tua peot, bisa-bisanya dia pemutarbalikan perkataannya perasa'an tadi aku tidak memakinya,aku hanya memperingatinya saja agar jangan macam-macam denganku lagi!


"Ibu bukan hanya bertanya tapi dia menginginkan aku meminjamkannya uang sebanyak 1 juta. sedangkan Mas sendiri tahu aku tidak mempunyai uang sebanyak itu! jangankan satu juta, Rp50.000 pun aku tidak punya."


Aku masih melihat sejauh mana Mas Galih membela ibunya.


"Bukan berarti kau memaki Ibuku dan mengusirnya dari rumah ini Seruni!"


"Emangnya aku harus diam ya, jika seseorang menghina-hina orang tuaku, menganggap aku anak yang kurang didikan, karena aku adalah anak yatim piatu!"Teriakku dengan mata memerah.Aku sudah tidak peduli dengan Abi yang sedang terlelap di kamar.Aku akan sangat ada orang memarahiku dan menyangkut pautkan dengan Almarhum kedua orang tuaku.


Mas Galih mematung ditempat!


"Sekarang terserah Mas deh, Mas maunya apa sekarang." ku lihat mas Galih kaget dengan pertanya'anku.


Yah aku juga bosan dengan kehidupan aku yang seperti ini. punya suami tapi seperti tidak punya suami, uang gaji suamiku dikelola oleh ibunya sendiri! Terus aku harus apa sekarang?menyesalkah? karena sudah menikah dengan laki-laki banci kaleng alias (******) yang terus saja bernaung di ketek ibunya?


"Aku ini bukan robot mas! yang dengan seenaknya kalian mempermainkan, nggak ibu mertua, nggak Adik ipar, suami akupun sepertinya tidak peduli denganku.Bayangkan, istri siapa yang bertahan jika dinafkahi dengan uang Rp25.000 per hari? hanya aku istrimu, mas hanya aku. Dan bilang sama ibu dan adik kamu, jika sifat mereka tidak akan berubah, aku tidak segan-segan mengusir mereka dari rumah ini! Dan Mas tidak ada hak untuk mempertahan mereka disini."


Mas Galih membuka mulutnya lebar. Mungkin dia tidak habis pikir dengan keberanianku yang sekarang. syokkan kamu Mas? Makanya jangan macam-macam sama aku. aku berbalik badan dan memasuki kamar meninggalkan Mas Galih yang masih berdiri mematung di depan pintu.


"Kamu mau masuk kamar Mas? Kalau iya silakan masuk, kalau nggak aku mau menutup pintu kamarnya, Aku ingin beristirahat, dan bilang mama ibu dan adikmu itu, jangan coba-coba mengganggu aku, dengan berteriak alasan tidak ada makanan di rumah ini, aku tidak akan peduli lagi dengan itu semua, camkan itu baik-baik mas."


Karena mas Galih tidak masuk kamar juga, langsung saja kututup pintu kamarnya dengan tega. perasaanku Mas Galih pasti kembali ke kantor.


1 Rahasia yang aku sembunyikan hingga sekarang, Mas Galih yang notabennya suamiku pun tidak tahu itu, aku masih memiliki beberapa hektar sawah dan sebuah rumah besar,peninggalan orang tuaku di desa. sawah-sawah itu sampai sekarang masih dikelola oleh Pamanku yang seorang duda tanpa anak, adik dari ibuku. aku hanya terima bersih perbulannya.


Jangan pikir aku ini anak orang susah ya, di Desaku orang-orang memanggil orang tuaku dengan julukan juragan sawah.


Pukul 4 sore Aku segera memandikan anakku! aku membujuk Abi agar segera tidur, aku keluar cepat-cepat membeli nasi bungkus di warung depan rumah.

__ADS_1


Kegiatan ini sudah berulang-ulang kali aku lakukan, memang aku egois sih, tapi mau bagaimana lagi Aku, sangat sakit hati sekali dengan kelakuan Ketiga orang yang menumpang di rumahku ini.


Seandainya mas Galih sedikit melawan ibunya dengan membiarkan aku yang mengelola gajinya, pasti semuanya tidak rumit seperti ini. Tapi apa boleh dikata,separti yang sudah aku bilang, aku sudah terlanjur sakit hati.


Setelah membayar nasi bungkus, aku kembali masuk ke dalam rumah! kulihat ibu mertua yang sedang duduk di ruang tamu menatapku dengan tajam! aku tidak mempedulikannya dan berlalu melewatinya begitu saja.


"Dari mana saja kamu Runy? suami tidak ada di rumah, Kamu kelayapan di luar."


Aku memberinya senyuman, senyum mengejek maksudnya. Emang aku dia apa? berjalan tak tentu arah, pagi-pagi keluar rumah, Menjelang magrib baru kembali masuk rumah, seperti burung saja.


"Kenapa kamu menatapku dengan senyum menyebalkanmu itu?"


"Nggak apa-apa, aku hanya Mencoba tersenyum dengan ibu saja, siapa tahu ibu merespon dan membalas Senyumanku."


"Dalam mimpimu aku membalas senyumanmu," ejek ibu mertua padaku.


"Aku tidak menanggapi perkata'an ibu Mertua dan berlalu masuk ke dalam kamarku.


"Tunggu Runi!"


Apa lagi sih ibu mertuaku ini? aku berbalik dan memasang senyum termanisku padanya, padahal hatiku ini sangat dongkol setengah mati.


"Ada apa Bu?" Tanyaku semanis mungkin.


" Apa yang kau bawa itu?"


"Oh ini ya!"ku angkat plastik hitam yang sedang ku tenteng ini.


"Ini Diapers Abi! Aku baru saja membelinya di supermarket terdekat sini!"


"Kemarin kau bilang sama ibu kau tidak ada uang, tapi untuk membeli diapers anakmu kau punya uang!"


Ternyata uang lagi yang ibu bahas.


"Kan aku hanya punya uang 50ribu, sedangkan kan Ibu mau meminjam sejuta! Kalau kemarin Ibu bilang, kasih saja berapa yang ada yang kau punya, pasti Sudah kukasih uang Rp50.000 tadi!"


"Kau ini bermaksud mengejek atau menyindir Seruni?"

__ADS_1


Aduh terserah Ibu deh, aku masuk kamar dulu ya Bu,"


Aku langsung masuk ke kamar tanpa menghiraukan umpatan ibu mertua!


__ADS_2