Shella Vs Wulan

Shella Vs Wulan
Kepintaran Wulan


__ADS_3

"Sayang, ayo dimakan makanannya." perintah Leo.


"Iya yang." kata Shella.


"Lo berdua pacaran?" tanya Lilis gak percaya.


"Iya, kenapa emang?" tanya Leo.


"Gpp, cuma tanya aja."


"Oh." kata Leo.


Mereka semuapun makan bersama. Tak lama kemudian, mereka semua telah selesai makan siang di kantin.


"Nah, gini kan enak. Kita semua ngumpul bareng. Iya gak guys?" tanya Nanda pada teman-temannya.


"Iya Nan, lo bener banget." Lia.


"Apalagi sekarang ada Shella. Jadi tambah seru deh." Lilis.


"Iya Lis lo bener banget." Wulan.


Leo membisiki Shella.


"Sayang, kita pergi ke belakang sekolah yuk. Ada yang ingin aku omongin sama kamu."


"Oh, okey. Guys gue ma kak Leo balik dulu ya?"


"Ah ellah elo Shell. Di sini dulu napa sih?" kesal Lilis.


"Iya tuh, kita ngobrol-ngobrol di sini lah." Lia.


"Lagian, lo berdua mau kemana sih?" heran Wulan.


"Gue ma kak Leo ada perlu guys. Maaf ya, gue ma pergi dulu."


"Iya tuh." tambah Leo.


"Oh gitu?" tanya Nanda.


"Ya Nan." kata Shella.


"Oh, oke lah." Lia.


"Hati-hati Shell." Wulan.


"Ya Lan."


Shella dan Leo pun pergi berdua.


_______________


Shella dan Leo sudah berada di belakang sekolah. Mereka duduk di kursi di bawah pohon yang rindang. Saat ini suasananya sejuk sekali.


"Sayang, kamu mau ngomong apa?" tanya Shella kepada sang pacar.


"Kamu tadi nukerin makanan kamu ke Wulan. Itu kenapa yang?"


"Iya yang, soalnya sejak tadi istirahat itu Wulan cs ngotot banget agar aku ikut ke kantin makan bareng mereka. Mana makanannya mereka yang bayar pula. Kan aku jadinya kayak gimana gitu."


"Kayak ada yang gak beres. Gitu yang maksud kamu?" tanya Leo.


"Iya sayang."


"Oh."


_______________

__ADS_1


Saat ini Wulan cs sedang berjalan di lorong menuju kelas. Tiba-tiba saja perut Wulan sakit, ingin BAB.


"Aduh guys, perut gue." megang perutnya.


"Lo kenapa Lan?" tanya Lia.


Wulan gak jawab pertanyaan Lia. Dia langsung pergi ke toilet cewek. Disusul dengan csnya. Tak lama kemudian, Wulan keluar dari dalam toilet.


"Guys, ambilin gue obat. Gue BAB trus nih. Aduh.." megang perutnya.


Wulan langsung masuk ke toilet lagi.


"Dis, yok ikut gue ke UKS." kata Lilis.


"Ayok."


Lilis dan Gladis pergi mengambil obat di UKS. Sedangkan Lia dan Nanda, mereka menunggu Wulan di depan toilet.


_______________


Shella masuk ke dalam kelasnya. Putri, Andi, dan Kelvin langsung menghampirinya.


"Lo tadi sama Wulan cs cuma makan doang?" tanya Putri.


"Iya Put, cuma makan di kantin."


"Lo gak lagi dikerjain kan sama Wulan cs?" tanya Kelvin.


"Kayaknya sih lagi dikerjain deh. Tapi gau tau aslinya itu gimana." kata Shella.


"Kalau dipikir-pikir nih, lo itu lagi dikerjain sama Wulan cs."


"Iya Vin, ya udahlah, gak usah bahas masalah itu." kata Shella.


"Iya dah." kata Kelvin.


_______________


"Lo berdua itu becus gak sih ngerjain tugasnya? Masa iya gue malah yang kena diare. Sedangkan Shella? Dia mah baik-baik aja." marah Wulan pada Gladis dan Lia.


"Iya maaf Lan. Tapi beneran kok, kita itu ngerasanya udah bener ngasih obatnya ke makanan Shella." kata Gladis.


"Iya tuh, masa iya kita teledor. Gak lah Lan." ucap Lia.


"Enggak gimana? Orang jelas-jelas yang diare itu Wulan, bukan Shella." kata Nanda.


"Iya tuh, paling nih ya. Lo berdua itu salah ngasih makanan ke Shella. Yang seharusnya buat Shella, eh, malah lo kasih ke Wulan." kata Lilis.


"Gak Lis, kita berdua gak salah kok. Iya kan Dis?"


"Iya tuh."


"Udah-udah, gue pusing nih. Cari jalan solusinya. Bukannya malah saling salah-salahan." kata Wulan.


"Iya Lan, maaf." kata Gladis, Lia, Nanda, dan Lilis.


"Ada gak ide kalian yang cemerlang itu?" tanya Wulan kepada semua temannya.


"Ada, lo bilang aja kalau lo itu dibully Shella. Ampe lo diare gara-gara Shella. Nah, sanksinya itu kita berempat. Kita buat, seolah-olah itu emang beneran Shella yang salah." kata Nanda.


"Wesheh. Pinter juga elo Nan." puji Wulan.


"Iya dong." pd abis.


"Maksud lo itu, kita semua di sini itu memutar balikkan fakta gitu?" tanya Lilis kepada Nanda.


"Yap, lo bener banget Lis." kata Nanda.

__ADS_1


"Apa untungnya coba?" tanya Lia.


"Gue setuju sama Lia. Apa untungnya Nan?" tanya Wulan.


"Anggap aja ini itu sebagai pembalasan lo ke Shella karena dia udah berani nantang elo Lan. Agar anak-anak lain itu gak ada yang kayak Shella." kata Nanda.


"Oke juga." pikir Wulan.


_______________


Wulan sedang duduk bersama Vero di ruang tengah rumahnya sambil melihat TV.


"Kak Vero, gue mau cerita nih."


"Apa?" tanya Vero singkat.


"Gue dibully kak sama Shella." sedih banget.


"Shella?" gak percaya.


"Iya kak, sama Shella. Adiknya kak Rangga itu lho, sahabat kakak."


Vero melihat Wulan dengan tatapan gak percaya.


"Elo yang bully Shella, apa Shella yang bully elo?" tanya Vero.


"Shella yang bully gue kak. Tadi itu gue ampe diare gara-gara makan di kantin. Dan itu yang traktir Shella kak. Jahat banget kan dia?"


Vero mengkerutkan keningnya. Dia mulai mengalihkan pandangannya ke TV. Sembari berpikir dengan jernih.


"Masa iya Shella ngebully Wulan? Perasaan gue, yang suka ngebully itu Wulan deh." guman Vero.


"Kakak yang tegas dong. Masa iya adeknya sendiri dibully diem aja."


"Bukan gitu Lan, cuma, gue itu gak percaya sama elo. Kan elo yang suka bully anak-anak lain."


"Iya sih, tapi kan kenyataannya itu gue yang dibully kak."


"Terserah elo lah."


"Is, punya kakak kok gini banget. Ngeselin." kata Wulan.


Wulan langsung bermain dengan hpnya.


_______________


Rangga tengah bermain hp di kamarnya. Tak sengaja, Rangga melihat status fb Wulan. Yang isinya itu.


***


Guys, gue dibully sama Shella. Tadi itu, gue diajak ke kantin sama cs gue. Nah, sesampainya di sana, gue sama cs gue ditraktir makan sama Shella. Tapi pas gue menuju kelas. Gue itu kena diare guys. Gara-gara makan di kantin. Shella jahat banget deh guys.


"Astagaa, ini Wulan ngapain buat status kayak gini?" pikir Rangga.


Rangga langsung pergi ke kamar Shella saat itu juga.


_______________


Shella telah selesai belajarnya. Dia duduk di ranjang sambil meluk guling. Tiba-tiba saja Rangga datang. Dia langsung duduk di sebelah Shella.


"Dek, Wulan buat status kek gini. Kamu lihat gih." memberi hpnya.


Shella melihat status Wulan.


"Ya ampun kak, kok jadi gini sih? Aku itu gak ngebully Wulan kak."


"Kakak percaya kok sama kamu dek. Kamu itu gak mungkin berbuat sejahat ini."

__ADS_1


"Makasih ya kak?"


"Iya dek."


__ADS_2