
★
★
★
★
★
SATU MINGGU KEMUDIAN
_______________
Andi, Putri, dan Kelvin sedang duduk di kantin sekolah sembari mengemil jajan. Mereka tengah membicarakan Nana yang mendapat juara di kelas. Tetapi guys, Shella lah tetep yang juara 1. Sedangkan Nana juara 2 di kelas.
"Busyet, si Nana ternyata pintar juga ya?" pikir Andi.
"Iya An, lo bener banget. Gue kira Nana itu pas-pasan, kayak kita bertiga ini." Putri.
"Eh, gak taunya Nana pintar juga. Juara 2 lagi." Kelvin.
"Tapi kan masih tetep pinteran Shella guys. Shella malah juara 1." kata Andi.
"Iya sih." Putri.
Tiba-tiba saja Shella datang. Dia langsung duduk di kursi kosong sebelah Putri.
"Kayaknya lagi seru nih. Lagi ngomongin apa sih kalian guys?"
"Oh, kita lagi ngomongin Nana Shell." kata Putri.
"Benar itu, ternyata, Nana itu pintar juga. Ya, walaupun lebih pintaran elo sih. Tetep aja kan si Nana pinter. Iya gak?" Kelvin.
"Iya Vin, lo bener banget. Gue salut sama Nana. Dia usaha terus agar dia bisa pintar."
"Lo bener Shell." kata Andi.
"Jujur ya Shell, apa elo gak kepingin temenan sama Nana lagi?" tanya Putri.
"Ya kepingin lah Put. Tapi, mau gimana lagi? Gak dibolehin kak Rangga sama kak Leo."
"Oh, kalau dipikir-pikir nih, Nana itu baik. Udah berubah, gak kayak dulu itu." ujar Kelvin.
"Iya sih. Dah ya guys, gue mau nyamperin Nana dulu."
"Lo mau ngapain nyamperin Nana Shell?" tanya Andi kepo sekali.
"Ada urusan gue sama dia. Intinya, urusannya gak ada hubungannya ma lo semua."
"Oh, okey deh Shell." ucap Andi.
Shella beranjak dari kursinya. Lalu dia pergi mencari Nana.
_______________
Nana sedang duduk di sebuah taman sekolah. Dia duduk sendirian sambil melihat bunga-bunga yang tumbuh mekar di taman tersebut.
"Udah lama aku sendirian terus. Semenjak aku dijauhi Shella. Aku jadi anak yang slalu sendirian. Tapi gpp lah, ada untungnya juga aku sendirian. Aku jadi lebih giat belajar. Hingga akhirnya aku dapat juara 2 di kelas. Ya, walaupun gak bisa ngalahin Shella sih. Tapi aku senang banget." guman Nana.
Dari kejauhan, Shella melihat Nana. Dia langsung pergi menghampiri Nana. Tanpa permisi, Shella duduk di sebelah Nana.
"Hey Na, sendirian aja lo."
__ADS_1
Nana melihat Shella.
"Eh elo Shell, iya kan gue emang slalu sendirian Shell."
"Kasihan."
"Udah jalannya gitu Shell. Oh iya, gue minta maaf ya sama elo? Soal kejadian dulu itu, yang gue bawa PR elo. Hingga akhirnya kak Leo dan kak Rangga gak ngebolehin gue deket-deket sama elo."
"Ah, udahlah Na, jangan ungkit-ungkit masa lalu. Lagian, gue udah maafin elo kok."
"Thanks Shell. Lo emang baik banget. Gue terlalu bodoh, karena udah nyia-nyiain temen sebaik elo."
"Hem.."
"Asal lo tau aja Shell. Semenjak gue jauh sama elo. Gak temenan sama elo. Gue jadi sendirian, gak punya teman. Tapi gue akalin aja tuh kesendirian gue dengan belajar giat. Dan akhirnya, gue bisa berhasil Shell. Ya, cuma juara 2 sih. Tapi itu udah buat gue seneng banget Shell." cerita Nana.
"Lo hebat Na. Pertahanin trus prestasi elo. Kalau bisa, lo salib gue."
"Lo yakin, kita bakalan jadi saingan lo Shell."
"Di dunia ini gak ada yang namanya saingan Na. Yang ada usaha. Seberapa besar usaha elo dan gue. Kita lihat nantinya aja. Siapa yang lebih dahulu mencapai di titik akhir. Itulah hasilnya. Kita itu sama Na. Sama-sama pelajar. So, dibikin asyik aja."
"Lo bener Shell. Gak nyangka gue sama elo. Elo makin ke sini makin bijaksana aja."
"Hahahaha, masa sih?" gak percaya.
"Iya Shell."
"Ah, enggak juga tuh."
"Terserah elo dah."
_______________
Leo cs sedang berada di dalam kelasnya. Mereka bersantai ria.
"Ah, cuma juara 1 bangga banget lo." sindir Leo.
"Biarin lah, yang penting happy." Vero.
"Iya dah." kata Leo.
Tiba-tiba saja Shella datang ke kelas. Dia langsung duduk di sebelah Rangga.
"Ada apa sayang?" tanya Leo.
"Ini yang, aku mau temenan sama Nana lagi boleh ya?"
"Why?" tanya Rangga.
"Itu kak, soalnya Nana itu berubah. Dia baik kak. Semenjak dia sama aku jauhan. Kita gak temenan lagi. Dia slalu sendirian. Tapi dia gak sedih kak. Justru, dia malah giat belajar. Hingga akhirnya dia juara di kelas kak. Gitu kak, aku pingin temenan lagi sama Nana kak."
"Wah, bagus dong itu. Nana itu namanya pintar. Cobs kalau lo sama Nana gak jauhan. Dia pasti tergantung sama elo Shell. Dia gak bisa sepintar ini." kata Aldo.
"Nah, bener itu kata Aldo. Mungkin karena dia sendirian. Lama-lama dia meratapi kesalahannya. Jadinya dia baik deh." tambah Vero.
"Hem.. Gimana ya?" pikir Rangga.
"Udah, lo bolehin aja mereka deket lagi." kata Vero.
"Toh, Nana udah berubah juga. Gpp lah." Leo.
"Jadi, sayang ngebolehin aku baikan sama Nana lagi?"
__ADS_1
"Iya sayang."
"Asyikk... Kalau kak Rangga?" tanya Shella kepada sang kakak.
"Boleh lah."
"Horreeee... Makasih ya yang, kak Rangga, kak Vero, sama kak Aldo juga."
"Masama." ucap Leo cs barengan.
"Tapi kalau ada apa-apa sama kamu dan Nana. Kamu harus cerita ke kakak lho dek."
"Siap kak Rangga."
_______________
Shella menghampiri Nana yang masih berada di taman. Shella duduk di sebelah Na.
"Na." panggil Shella.
"Apa Shell?"
"Gue punya kabar baik buat elo?"
"Oh ya? Kabar apa?"
"Iya, kabarnya kak Rangga sama kak Leo ngebolehin gue temenan sama elo lagi." senyum.
"Wahh.. Bagus itu, ini beneran kan?"
"Iya Na, beneran."
"Asyik dong."
"Iyalah."
"Gue gak bakal ngebuat lo kecewa atau pun nyia-nyiain temen sabaik lo lagi. Gue janji."
"Iya Na. Lo kalau ada masalah boleh cerita ke gue. Lo kalau butuh bantuan boleh minta bantuan ke gue."
"Siap, lo juga ya?"
"Iya dah. Mulai sekarang, kita harus bersama lagi kayak dulu."
"Siap-siap. Jadi, gue ikut gabung sama Putri, Andi, dan Kelvin juga dong?"
"Ya iyalah Na, kan mereka temen gue juga."
"Apa mereka gak marah kalau gue ikut gabung mereka?"
"Kagak lah, justru mereka itu baik sama gue. Susah senengnya sama gue. Apalagi pas berantem sama Wulan. Mereka ada buat gue."
"Wah, mereka baik juga ya?"
"Iya, mangkanya, elo baik juga sama mereka."
"Iya deh Shell. Gue bakalan baik ke semua orang, tak terkecuali.-
"Nah, itu jauh lebih bagus Na. Pertahankan."
"Ok Shell. Lo juga pertahanin tuh sifat lo yang bijaksana plus kepintaran lo itu."
"Hahahaha, gak usah gue pertahanin juga bakalan ada tuh sifat gue. Gak bakalan hilang, karena udah menyatu sama jati diri gue sendiri."
__ADS_1
"Oh. Bagus deh kalau gitu."
"Iya dong."