Shella Vs Wulan

Shella Vs Wulan
Persiapan


__ADS_3






BEBERAPA HARI KEMUDIAN


_______________


Shella dan Putri sedang berjalan di lorong sekolah. Ya, ini sudah waktunya untuk pulang. Mereka berjalan ke parkiran.


"Shell, lo jadi kan temenin gue ke toko buku?"


"Iyalah Put, kan tadi gue udah bilang sama elo pas di kantin."


"Iya sih, gue cuma mastiin aja."


"Eh iya, lo mau beli buku apaan sih?"


"Ada deh, kepo lo."


"Iya dah. Ya udah kalau gak boleh tau."


"Hehehe..."


Tak lama kemudian, mereka berdua telah tiba di parkiran. Putri mengambil motornya. Lalu menaikinya.


"Ayo Shell naik. Kita langsung berangkat aja."


"Iya Put."


Shella lalu menaiki motor Putri. Dan mereka pun pergi ke toko buku tersebut. Saat di jalan, motor Putri tiba-tiba mogok.


"Kenapa motor elo Put?"


"Gak tau nih Shell." bingung banget.


Shella turun dari motor, lalu mengecek ban motor Putri.


"Ya ellah, pantesan aja mogok. Bannya bocor tuh Put."


"Waduh, gawat juga dong. Mana mogoknya di sini lagi." ujar Putri.


Putri turun dari motornya. Dia melihat ban motornya.


"Gimana ini Shell?"


"Ya kita cari tukang tambal ban Put. Gitu aja kok panik."


"Iya, gue udah tau kalau itu mah. Yang jadi masalah itu, di sini gak ada tukang tambal ban."


"Ah, masa sih gak ada Put?" tanya Shella.


"Iya Shell."


"Kalau gitu, gue minta bantuan kak Leo aja lah buat jemput gue di sini."


"Eh, mendingan kita cari aja deh tukang tambal bannya dulu. Kalau gak ada baru deh lo minta bantuan pacar lo itu."


"Gitu? Tadi katanya gak ada tukang tambal ban di sini. Gimana sih?"


"Iya kan itu dugaan gue Shell. Maaf lah. Ayo kita cari dulu."


"Ogah, mendingan gue langsung telpon kak Leo aja enak."


Tiba-tiba saja mata Putri melihat ada tukang tambal ban di dekat mereka. Saat itu juga, Shella sudah mengeluarkan hpnya. Tinggal memencet no hp sang pacar.


"Eh Shell, itu ada tukang tambal ban. Kita ke sana aja yuk."


Shella melihat tempat yang ditunjuk Putri.


"Hem.."


"Ayo."


"Okelah."


Shella dan Putri ke tempat tersebut.

__ADS_1


_______________


Rangga, Aldo, dan Vero sedang membantu Leo membungkus kado untuk Shella.


"Ngga, lo beneran gak ngasih kado buat Shella?" tanya Vero.


"Iya tuh, lo ngasih kado aja. Masih nutut kok waktunya." ucap Aldo.


"Gue udah ngado buat Shella. Ada tuh kadonya di sebelah TV."


"Oh, kirain belum." Aldo.


"Kira-kira, Shella suka gak ya sama kado dari gue?" tanya Leo pada csnya.


"Ya pasti suka lah Yo." Vero.


"Iya tuh, kan kado dari sang pacar." ucap Aldo.


"Eh iya, Nana, Andi, sama Kelvin kemana ya? Kok gak datang-datang sih?" tanya Rangga.


"Gak tau gue Ngga." Leo.


"Mungkin mereka lagi di jalan." pikir Vero.


"Al, lo udah nyuruh Putri buat kasih tau mereka bertiga kan?"


"Udah kok Ngga, gue udah kasih tau Putri. Kata Putri mereka bakalan ke sini."


"Mending kita tunggu aja. Bentar lagi juga mereka datang kok." kata Leo.


"Iya dah." Rangga pasrah.


Leo telah selesai membungkus kadonya buat Shella.


"Nah kan, selesai juga nih kado."


"Ah, ntar juga paling dibuka lagi tuh kadonya dari bungkusnya." ujar Aldo.


"Gpp lah. Yang penting gue udah ngasih kado buat sang My Honey."


"Terserah elo dah Yo." kata Vero.


Tiba-tiba saja Nana, Andi, dan Kelvin datang. Mereka langsung duduk di sofa.


"Sabar atuh Ngga." Leo.


"Maaf kak, kita nungguin tuh si Kelvin lama banget." ujar Nana.


"Iya tuh." tambah Andi.


"Hehehe..." ujar Kelvin.


"Dah, gak usah bahas itu. Mendingan kita langsung ke persiapannya aja." ujar Leo.


"Nah, bener banget tuh. Ayo deh." Kelvin.


"Kelvin, Nana, sama Andi, kalian bertiga menyiapkan makanannya ya? Gue, Rangga, Vero, sama Aldo mau nyiapin kuenya."


"Oke kak Yo." Andi.


"Siap kalau itu mah." Nana.


Mereka semua pun mengerjakan tugasnya masing-masing.


"Eh guys, kita beneran gak ngasih kado nih buat Shella?" tanya Kelvin.


"Iya Vin, kenapa sih?" tanya Nana.


"Ya gpp sih Na. Tapi, gak enak aja gitu kalau gak ngasih kado."


"Ya dienakin aja lah Vin. Lagian, Shella itu bukan Wulan. Yang bakalan ngebully setiap ada orang yang gak mau kasih dia kado ulang tahun." ujar Andi.


"Eh An, Wulan udah gak ada kali. Gak usah dibahas dong."


"Iya habis, lo kek gitu sih. Enjoy aja kali Vin." ujar Andi.


"Iya dah iya." pasrah.


"Eh iya, Putri ngajak Shella kemana ya?" tanya Nana.


"Katanya tadi sih ke toko buku." ujar Andi.


"Emang Putri mau beli buku?" tanya Nana lagi.

__ADS_1


"Kayaknya sih gitu Na." pikir Andi.


"Buku apaan ya yang dibeli Putri?" tanya Nana.


"Gue gak tau Na." Andi.


"Mungkin buku komik." kelvin.


"Iya mungkin Vin." Nana.


"Semoga aja nanti Shella suka ya sama rencana ini." Andi.


"Iya An, moga aja deh." Kelvin.


"Udah-udah, jangan ngobrol mlulu ah. Mending kita cepetin nih ngerjain tugasnya. Biar cepet beres gitu." Nana.


"Iya Na." Kelvin.


"Ini kan kita juga lagi ngerjain tugas Na." kata Andi.


"Iya An, tapikan kalau kita gak ngobrol terus kerjaannya jadi cepet selesai." Nana.


"Oh, oke deh Na." kata Andi.


Di sisi lain, Leo cs sedang sibuk menaruh lilin di atas kue.


"Eh Al, Shella sama Putri lagi kemana?" tanya Leo.


"Katanya Putri sih ke toko buku gitu."


"Oh."


"Iya Yo. Kenapa emangnya?"


"Gpp kok, gue cuma tanya aja."


"Oh."


_______________


Shella dan Putri baru saja keluar dari toko buku.


"Lo gak beli buku Shell?"


"Gak ah, males gue."


"Oh."


"Lo nyuruh gue anterin lo ke sini cuma mau beli buku komik doang?"


"Iya, kenapa emangnya? Ada yang salah kah?"


"Gpp sih. Gak ada yang salah kok. Cuma, elo kan uah gede. Masa iya masih suka baca buku komik sih?"


"Ya gpp lah. Emang ada larangan kalau orang gede gak boleh baca komik?"


"Gak ada sih."


"Tuh lo tau."


"Eh Put, habis ini kita langsung pulang aja yuk. Capek nih gue. Pingin istirahat."


"Oh, iya deh Shell."


Mereka berdua terus berjalan sampai di parkiran. Saat di sana, Shella melihat ada tukang pop ice. Shella kadi haus saat itu juga.


"Eh Put, kita beli pop ice dulu yuk. Haus nih gue."


"Tapi Shell..."


"Kenapa?"


"Uang gue udah habis. Hehehe..." senyum Putri.


"Gampang itu mah. Gue yang bayarin elo deh."


"Serius elo Shell?" gak percaya.


"Iya, gue serius kok Put."


"Ayo dah kalau gitu."


Shella dan Putri pun pergi membeli pop ice. Memang cuacanya saat itu panas sekali. Jadi, tak heran jika Shella merasa haus.

__ADS_1


__ADS_2