Shella Vs Wulan

Shella Vs Wulan
Bertemu musuh


__ADS_3

"Adek cerita dong ke kakak. Kejadian yang asli itu kayak gimana. Biar kakak gak bingung dek."


"Iya kak, aku cerita kok. Jadi gini, aku itu diajak sama Wulan cs untuk makan bareng di kantin. Nah, dari awal itu aku udah gak mau. Tapi, trus aja dipaksa sama Wulan cs. Akhirnya aku mau kak. Di kantin, aku ditanya ma Wulan, mau makan apa. Aku jawab aja samain kayak dia. Akhirnya, Gladis dan Lia mesenin makanan. Trus, Wulan juga bilang, kalau aku gak usah bayar. Katanya udah dibayarin. Ya udah, tapi aku ngerasa kayak ada yang gak beres gitu kak. Akhirnya, saat makanan udah datang. Kebetulan ada kakak, kak Leo, kak Aldo, sama kak Vero. Aku alihin tuh pandangan Wulan cs ke kak Leo cs. Saat itu juga, aku tukerin makanan aku sama Wulan. Gitu kak ceritanya."


"Oh, jadi, mereka yang memutar balikkan fakta dong ya?"


"Iya kali kak."


"Ya udah, kamu tenang aja dek. Selagi kamu gak salah, kamu gak usah takut."


"Iya kak. Makasih banyak."


"Masama dek."


"Oh iya kak, waktu aku nuker makanan aku sama Wulan. Kak Leo ngelihat kak."


"Wah, bagus itu. Berarti, Wulan itu kena yang namanya senjata makan tuan. Leo bisa jadi saksi kamu itu."


"Iya kak, mungkin karena Wulan cs gak terima. Akhirnya mereka kayak gini kak."


"Iya mungkin dek."







KEESOKAN HARINYA


_______________


Shella masuk ke dalam kelasnya. Trus dia pergi menuju bangkunya. Saat itu juga, Andi, Putri, dan Kelvin datang.


"Shell, lo udah lihat status Wulan tentang elo?" tanya Kelvin.


"Udah Vin." kata Shella singkat.


"Gila, bisa-bisa nya mereka memutar balikkan fakta. Padahal kan, elo itu yang kemarin diajak ke kantin plus dibayarin mereka." kata Andi.


"Iya sih. Mungkin nih ya, Wulan itu gak keterima karena dia diare habis makan di kantin." kata Shella.


"Lah, kok bisa sih Shell?" tanya Putri.


"Iya, soalnya waktu gue di kantin. Dan Wulan cs itu ngelihat Leo cs. Gue tukerin deh tuh makanan Wulan ma gue. Habis, feeling gue gak enak banget sih. Mungkin gara-gara itu guys."


"Busyett, elo pintar banget sih Shell. Ampe Wulan itu kena senjata makan tuan lho. Lo emang pantes deh gue acungi jempol." kata Kelvin.


"Iya tuh." kata Putri.

__ADS_1


"Lagian, Wulan buat status kek gitu. Pasti banyak orang yang gak percaya. Orang Wulan itu kan yang sering bully." kata Kelvin.


"Lo bener banget Vin."


Tiba-tiba saja Wulan cs datang. Mereka menghampiri Shella cs. Shella cs? Ya, Shella cs sekarang berjumlah empat orang. Yaitu, Shella, Putri, Andi, dan Kelvin. Shella cs inilah yang akan menjadi musuh terbaru buat Wulan cs. Karena mereka, yang berani sama Wulan cs.


"Woy Shell. Lo kalau gak suka sama Wulan. Jangan kek gini dong caranya. Lo itu pengecut tau." kata Nanda.


"Apa lo bilang? Pengecut?" tanya Shella.


"Iya, lo itu pengecut." kata Nanda.


"Beraninya sama Wulan. Kalau lo berani, hadapi kita berlima." kata Gladis.


"Yang pengecut tuh kalian berlima." kata Putri.


"Iya tuh, yang cuma bisanya berani berbuat tapi gak bisa tanggung jawab."


"Selicik-liciknya kalian, Shella jauh lebih licik dari kalian." kata Kelvin.


"Whaatt? Lo bertiga sekarang udah berani ya nantang Wulan? Lo gak takut apa sama bully dari kita berlima?" tanya Lilis.


"Kita gak takut sama Wulan cs. Karena kita, berada di pihak yang benar." ujar Kelvin enteng.


"So, jangan iri." kata Putri.


"Okey, sekarang juga, kita musuhan." ucap Gladis.


"Wulan cs VS Shella cs." kata Andi.


"Lo jual, gue beli." ucap Shella.


"Awas lo Shell, gue jamin, lo sama cs baru lo ini. Gak bakalan bisa tentram sekolah di sini." ancam Wulan.


"Gue ladenin kelakuan elo Lan." kata Shella.


_______________


Leo, Rangga, Vero, Sama Aldo sedang berjalan di lorong menuju kelasnya. Mereka mengobrol sebentar.


"Adek elo keterlaluan Ver. Masa iya dia memutar balikkan fakta." kata Rangga.


"Bener itu, lo harus kasih dia pelajaran." kata Aldo.


"Pelajaran apa coba? Orang Wulan itu dari dulu ya begitu." kata Vero enteng.


"Lo ancam aja." saran Aldo.


"Jangan Al, lebih baik kita gak usah terlalu ikut campur urusan Shella sama Wulan." kata Vero.


"Shella itu adek gue."


"Shella itu pacar gue."

__ADS_1


"Gimana gue gak ikut campur?" kata Rangga dan Leo barengan.


"Iya, gue tau maksud lo berdua. Tapi nih ya, kalau ada masalah itu kita yang turun tangan terus. Kapan mereka dewasanya?" kata Vero.


"Bener juga tuh kata Vero. Mendingan nih ya, kita gak usah ikut campur. Kalau mereka butuh, kita kasih saran aja harus gimana ke depannya." kata Aldo.


"Kalau masalahnya parah total?" tanya Leo.


"Itu baru kita turun tangan buat bantuin." kata Vero.


"Oke deh." ucap Rangga.


"Kali ini gue setuju sama elo Ver. Tapi kalau masalahnya udah parah dan lo gak mau bantuin. Biar gue aja yang turun tangan." kata Leo.


"Kita itu sahabat Yo, masalah salah satu diantara kita. Itu menjadi masalah kita semua. So, lo enggak turun tangan sendirian." kata Vero.


"Benar itu, kita semua bakal turun tangan. Lagian, kalau masalahnya itu ada sangkut pautnya sama Wulan dan Shella. Udah pasti kita semua yang turun tangan." kata Aldo.


"Iya guys." kata Leo.


Tak terasa, mereka berempat telah tiba di depan pintu kelas. Lalu, mereka masuk ke dalam kelas.


_______________


Wulan cs sedang berkumpul di dalam kelasnya. Ya, saat ini tlah tiba waktunya istirahat.


"Lan, gila si Shella. Bukannya dia jera sama elo. Eh, malah tambah berani sama elo." kata Nanda.


"Iya tuh Lan. Lo gak ngelakuin sesuatu gitu?" tanya Lia.


"Tenang guys tenang, kita sekarang punya kesempatan buat mikir. Cara apa yang paling tepat buat Shella cs itu jera sama kita."


"Iya juga sih Lan." pikir Gladis.


"Yang pastinya nih, cara ini belum pernah kita lakuin sebelumnya." kata Wulan.


"Kalau bisa ya Lan, caranya itu yang menantang dan juga seru." kata Lia.


"Lo tenang aja Ya. Ini pasti seru banget. Kalian semua, gunain otak kalian buat mikir." perintah Wulan kepada csnya.


"Siap Lan." kata Lia, Lilis, Gladis, dan Nanda.


"Cepetan, udah dapet belum?"


"Ya ellah Lan, baru juga mau mikir. Udah ditanya aja." kata Gladis.


"Iya tuh, sabat lah. Ini juga kita semua lagi mikir Lan." kata Nanda.


"Hehehe, iya-iya guys." senyum Wulan.


"Lo juga mikir kan Lan?" tanya Lilis.


"Ya-iyalah. Sapa tau aja, ide plus cara gue itu lebih baik dari kalian semua."

__ADS_1


"Oh." kata Lilis.


__ADS_2