
★
★
★
★
★
BEBERAPA HARI KEMUDIAN
_______________
Wulan cs sedang makan di kantin secara bersama. Pembicaraan mereka mulai menuju ke Aldo dan Putri yang sudah berstatus pacaran.
"Eh Lan, lo kok terima sih?" tanya Nanda.
"Terima apaan Nan?" tanya Wulan balik.
"Ya itu, lo terima kenyataannya kalau kak Aldo dan Putri pacaran." jawab Nanda.
"Gue bukannya terima kenyataannya Nan. Cuma, gue lagi mikir secara sehat."
"Maksud elo Lan?" tanya Gladis.
"Gue mikir gimana caranya agar mereka berdua bisa putus Gladiiss.."
"Oh." jawab singkat Gladis.
"Lah terus, elo udah dapet idenya belum?" tanya Lilis.
"Udah dong."
"Apa ide lo?" tanya Lia.
"Kalau bisa, ide lo yang mudah dilakuin. Tapi efeknya luar biasa." saran Nanda.
"Itu udah pasti Nan." jawab Wulan.
"Bagus deh." kata Nanda.
"Nanti saat Putri ke toilet. Kalian semua ikutin dia. Trus saat gue masuk, lo pada jaga di luar. Jangan sampai ada anak lain yang mau masuk. Ngerti?"
"Ngerti Lan." ujar Lia.
"Eh iya, lo dari dulu ampe sekarang kok masih belum kasih pelajaran buat Shella sih?" pikir Gladis.
"Kalau Shella, gue udah mikirin itu. Kita lihat aja nanti."
"Okelah Lan." Gladis.
"Kali ini rencana elo bakalan berhasil kan Lan?" tanya Lilis.
"Nah, bener itu kata Lilis. Gue gak mau ampe rencana elo itu gagal lagi. Masa, elo sama Shella selalu elo yang kalah." kata Lia.
"Wulan dikalahin Shella. Gak banget deh." ujar Nanda.
"Tenang guys tenang, kali ini kemenangan bakalan ada di pihak gue. Santai aja lah."
"Lo yakin lo bakalan menang?" tanya Gladis.
"Yakin lah."
"Oke lah."
"Intinya ya nih guys, kita semua harus kompak. Biar rencana gue ini berjalan dengan mulus. Tanpa hambatan sama sekali. Ngerti kan kalian semua?" Wulan.
"Ngerti kok Lan. Kan kita selalu ngelakuin hal sesuai perintah lo." jawab Lia mewakili.
__ADS_1
"Bagus." puji Wulan.
_______________
Shella cs sedang duduk di taman sekolah. Mereka bersantai ria di sana.
"Akhirnya guyas, si Wulan gak bisa bergerak lagi. Jadi deh kita semua tenang." kata Andi.
"Iya An, lo benar banget. Jadi lega gue." Kelvin.
"Wulan itu kalah pintar guys, jadi dia selalu kalah deh."
"Iya Shell, lo bener banget. Tapi Shell, sebelum lo berani sama Wulan. Dia itu selalu menang kalau ngadapin anak yang gak mau nurut sama dia. Udah kayak yang berkuasa aja di sini." Putri.
"Iya sih Put, tapi kan sekarang Wulan udah bukan penguasa lagi. Jadi, kita santai aja lah." kata Shella.
"Lo bener Shell. Eh, jangan bahas Wulan dong. Males nih gue dengernya." kata Kelvin.
"Sama, gue juga males kalau bahas Wulan." setuju Andi.
"Eh guys, gue pergi dulu ya?" pamit Putri.
"Lo mau kemana Put?" tanya Shella.
"Toilet Shell." jawab Putri sambil berdiri.
"Oh, mau gue temenin kagak?" tawar Shella.
"Gak usah Shell. Masa ke toilet minta di temenin. Gak lah ya."
"Oke dah. Hati-hati lo."
"Siap."
Putri pergi ke toilet dengan sendirinya.
"Eh Shell, gimana hubungan elo sama kak Leo?" tanya Andi basa-basi.
"Bagus dong kalau gitu."
"Iya Vin. Kak Leo itu baik, makanya gue jadi nyaman kalau sama dia. Trus juga, gue merasa aman banget kalau di dekatnya."
"Itulah yang namanya cinta Shell." kata Kelvin.
"Iya Vin, lo benar." Shella.
_______________
Wulan berjalan pelan-pelan menuju Putri yang sedang membelakanginya. Putri telah selesai ke toiletnya.
"Kesempatan emas ni, gak boleh gue sia-sia in." batin Wulan.
Saat Putri hendak membuka pintu keluar toilet. Tiba-tiba saja Wulan mendorongnya dengan cukup keras.
Buuggghhh....
"Aduhh,, sakit..." lirih Putri sambil memegang kepalanya.
Kepala Putri terbentur ke tembok. Seketika itu juga, Putri langsung pingsan. Wulan dengan cepat membawa Putri ke salah satu toilet di sana.
"Gue harus gerak cepat. Agar tidak ketahuan." guman Wulan.
Lalu menutup pintu toilet tersebut. Setelah itu Wulan memberi tulisan "Toilet Rusak".
"Nah, ****** lo sama gue. Berani banget sih elo. Gue keluar ah."
Saat di luar toilet, cs Wulan berjaga di sana. Agar tidak ada orang yang masuk toilet. Sesuai perintah dari Wulan. Saat itu juga Nana ingin masuk ke dalam toilet. Tapi dihalangi Gladis.
"Lo mau kemana?"
__ADS_1
"Ke toilet Dis. Kenapa emangnya?"
"Lo gak boleh masuk ke toilet. Karena masih ada Wulan di toilet.
"Oh. Ya udah deh, gue tunggu aja."
"Gak usah, lo balik aja sana. Selain csnya Wulan, gak boleh ada di sini." kata Lia.
"Gitu ya?"
"Ya iyalah Na." Lia.
"Oke lah."
Tiba-tiba saja Wulan datang. Wulan telah keluar dari toilet. Dia melihat Nana yang mau berbalik badan.
"Eh Na, tunggu. Gue ada tugas buat elo." kata Wulan.
Nana langsung putar badan lagi. Berhadapan dengan Wulan.
"Tugas apa?" tanya Nana.
"Lo bilangin ke Shella kalau dia dipanggil bu Dewi untuk bantuin bu Dewi membawa barangnya dari gudang menuju ruang guru. Ngerti gak lo?"
"Ngerti, oke gue sampein."
"Sip."
_______________
Shella sedang berjalan di lorong sekolah. Tiba-tiba saja dia berpapasan dengan Nana.
"Shell, lo dipanggil bu Dewi ke gudang. Disuruh bantuin dia bawa barangnya yang ada di sana ke ruang guru."
"Oh, iya Na, thanks infonya."
"Iya Shell."
Shella langsung pergi ke gudang sekolah. Setibanya dia di sana, dia melihat pintu gudang terbuka.
"Pasti bu Dewi ada di dalam. Aku samperin ah." berjalan masuk ke gudang.
Shella telah masuk ke dalam gudang. Tiba-tiba saja pintu gudang tertutup dan terkunci. Shella kaget sekali, dia memutar badannya. Sambil mencoba membuka pintu gudang.
"Siapa dil luar? Tolong, jangan kunciin aku di sini. Bukain pintunya." kata Shella yang terus mencoba membuka pintu.
Shella terus membuka pintu dengan cara apa saja. Tapi hasilnya tetap nihil. Shella pun mulai pasrah. Dia duduk di lantai sambil bersedih hati.
"Jahat banget sih. Masa aku dikurung di dalam gudang. Mana sepi lagi, gak ada orang."
Shella melihat sekeliling gudang. Dia sangatlah takut sekali.
"Kak Yoo.. Aku takut di sini sendirian. Tolongin aku kak."
Shella mulai bangkit dari duduknya. Dia mulai menelusuri dalam gudang tersebut. Walaupun dengan perasaan yang takut sekali, Shella memberanikan dirinya.
"Aku harus cari jalan keluar. Agar aku bisa keluar dari dalam gudang ini." guman Shella.
Mata Shella menuju ke sana ke mari, dia mencoba melihat sekelilingnya. Hingga dia terfokus pada salah satu benda di atas. Dekat dengan lampu.
"Lho, itu bukannya cctv ya?" pikir Shella.
Wulan cs berjalan menuju kelas mereka.
"Lo sangat cerdas Lan." puji Gladis.
"Iya dong, Wulan gitu lho." pdnya.
"Hahaha.... Iya dah." kata Lia.
__ADS_1
"Udah, gak usah dibahas guys. Kita nikmatin aja semuanya."
"Okey Lan." Lilis.