Shella Vs Wulan

Shella Vs Wulan
Kejahatan Wulan terbongkar


__ADS_3

_______________


Shella cs sedang duduk berada di dalam kelasnya.


"Eh guys, kasihan ya Wulan? Dia ampe dimarahi kepsek." kata Shella.


"Eh Shell, buat apa kasihan sama Wulan? Itu salah dia sendiri kali." Putri.


"Bener itu kata Putri. Lagian, Wulan juga sih yang nyari gara-gara duluan." Andi.


"Sekarang kan dia kena getahnya sendiri." ucap Kelvin.


"Iya sih guys, tapi kan kasihan aja. Hukumannya itu lho berat banget."


"Udah sepatutnya gitu Shell." Putri.


"Berani berbuat ya harus berani menanggung resikonya Shell." kata Andi.


"Benar itu." tambah Kelvin.


"Iya dah." Shella.


Tiba-tiba saja Nana datang. Dia langsung duduk di sebelah Shella.


"Shell, bokap Wulan ditelpon kepsek. Disuruh ke sini." kata Nana.


"Waduh, jangan-jangan Wulan dikeluarin lagi dari sekolah ini." pikir Shella.


"Bukan dikeluarin Shell. Tapi Wulan diancam kepsek kalau dia gak ngakuin perbuatannya, dia bakalan dikeluarin. Nah, Wulan akhirnya ngaku deh. Makanya itu bokap Wulan dipanggil ke sini." jelas Nana.


"Haduh, kok makin rumit ya?" pikir Putri.


"Iya Put, urusannya jadi kemana-mana." setuju Kelvin.


"Ditambah lagi nih ya, Gladis, Lilis, Lia, sama Nanda di skorsing 2 minggu karena udah bantuin Wulan ngelakuin rencana jahat." Nana.


"Wahh, tegas juga tuh guru kepsek. Ampe segitunya banget ngehukum muridnya yang salah." Kelvin.


"Iya tuh, tapi kalau dipikir-pikir nih ya, ada benarnya juga. Biar mereka semua jera." kata Andi.


"Iya sih, tapi itu kan berdampak besar."


"Dampak besar? Maksud elo Na?" tanya Shella.

__ADS_1


"Wulan cs bakalan gak ada. Soalnya, Gladis, Lilis, Lia, dan Nanda udah sepakat buat gak temenan lagi sama Wulan. Karena Wulan yang sekarang itu rencananya selalu gagal. Gak seperti dulu. Yang Wulan itu selalu berkuasa di sekolah ini."


"Oh. Ya malah bagus dong itu. Jadinya, di sekolah ini itu sudah gak ada lagi orang yang paling berkuasa. Ini sekolah kita semua." Shella.


"Iya Shell, lo bener banget." kata Putri.


_______________


Leo, Aldo, dan Vero sedang berada di dalam kelasnya. Mereka duduk bersantai.


"Rangga lama amat sih ke toiletnya."


"Emang kenapa sih Yo lo kok nyariin Rangga?"


"Ya gpp sih Ver, cuma heran aja. Mampir kemana gitu tuh anak."


"Oh." Vero.


Tiba-tiba saja Rangga datang, dia langsung duduk di kursi bangkunya.


"Eh Ver, bokap elo dipanggil kepsek."


"Ah, yang bener elo Ngga? Tau darimana lo?" tanya Vero.


"Barusan gue lewat ruang kepsek. Ada bokap lo di sana."


"Bisa jadi itu Al. Lagian, tindakan Wulan juga sih yang parah." Leo.


"Iya sih guys. Ya udah lah, biarin aja." Vero.


"Lo gak mau cegah Wulan agar gak dikeluarin Ver?" tanya Aldo.


"Ogah ah, males gue. Orang Wulannya aja kayak gitu. Ya kalau sifat dan perilakunya baik kayak Shella. Gue sayang-sayang tuh si Wulan kayak Rangga sayang sama Shella. Tapi ini gak, Wulan aja kayak gitu. Males guenya."


"Iya juga sih, gue kalau di posisi elo juga sama. Males punya adek yang jahatnya pake banget-bangetan." kata Leo.


"Biar gimana pun juga itu adek lo sendiri Ver." kata Aldo.


"Iya sih, tapi, bodo amat lah. Gak peduli gue."


"Iya dah. Terserah elo itu mah, itu kan udah jadi hak elo." kata Aldo.


_______________

__ADS_1


Saat ini juga, Wulan, Vero, Papa, dan Mama sedang berada di ruang tengah rumahnya. Wulan menjadi sasaran oleh semuanya karna Wulan yang salah. Ya, Wulan sedang dimarahi habis-habisan.


"Kamu ini, jadi anak itu kalau di sekolahin jangan buat malu orang tua. Ini papa sama mama kamu itu malu banget punya anak kayak kamu. Bukannya sekolah yang bener, tapi malah ngecewain ortu. Mau jadi apa kamu hah?" Bentak sang papa.


"Kamu itu punya otak gak sih Lan? Masa temen kamu, kamu gitukan. Ya kalau ada masalah, selesaiin bareng-bareng. Jangan ngelakuin tindakan konyol kayak gini." mama.


"Wulan emang kayak gitu ma, pa. Wulan itu jahat sama Putri karena Putri sama Aldo pacaran. Nah, si Wulan gak terima. Kan Aldo itu cowok yang disukai Wulan. Kalau sama Shella, Wulan gak suka karena semua rencana Wulan gagal karena ada Shella. Ya misalkan nih pa, Wulan kan suka bully anak di sekolah yang gak nurut sama dia. Nah, Shella berani sama Wulan, hingga akhirnya, Wulan yang kena getahnya sendiri karena rencana Wulan itu gagal total. Malahan nih ya pa, Shella itu membuat semua rencana jahat Wulan jadi balik ke Wulan sendiri. Begitulah pa, ma."


"Itu masalah sepele. Kalau kamu sayang sama Aldo. Ikhlasin Aldo bahagia sama Putri. Kalau masalah Shella. Ya kamu jangan buat gara-gara duluan." kata Papa.


"Shella itu berani, karena kamu yang mulai. Justru harusnya kamu senang sama Shella. Karena ada Shella, kamu jadi tau. Kalau diatas kamu itu masih ada yang pintar dari kamu. Lagian, harusnya kamu itu sadar. Mama yakin kok, kalau Shella itu baik." ucap Mama.


"Terserah kalian semua mau ngomong apa. Yang jelas, aku gak peduli."


"Wulan, papa akan pindahin kamu ke sekolah yang ada di desa. Kamu bakalan ikut nenek kamu yang ada di kampung."


"Bener itu, ternyata kamu itu bukan hanya jahat. Tapi kamu terlahir dengan keadaan kaya hanya untuk berkuasa." mama.


Wulan tanpa sopan dan santun langsung pergi begitu saja ke dalam kamarnya.


_______________


Vero sedang berada di dalam kamarnya. Dia rebahan di atas kasur ranjangnya. Vero menelpon Rangga.


"Apa Ver?"


"Eh Ngga, gue pingin cerita nih ke elo."


"Cerita aja kali Ngga."


"Ortu gue mau pindahin Wulan ke sekolah yang ada di desa. Ya, Wulan bakalan pindah ke desa, ikut neneknya. Karena ortu gue ngerasa Wulan hidup di kota itu penuh dengan masalah dan kenakalan. Dia jadi orang kaya bukannya mempunyai sifat dan perilaku yang baik. Malah sebaliknya. Tindakannya itu terlalu bodoh. Makanya deh ortu pindahin Wulan ke kampung."


"Oh, ya malah bagus itu Ver. Semoga aja nanti kalau di kampung Wulan jadi bisa berubah. Iya sih, sikap dan perilakunya itu gak baik. Tapi elo enggak kok Ver. Lo sama Wulan itu bertolak belakang. Wulannya jahat, elonya baik."


"Iya deh Ngga, moga aja kalau gitu mah. Ya udah ya Ngga, gue mau tidur dulu. Capek nih badan gue."


"Oh, iya-iya Ver. Lo istirahat aja."


"Iya Ngga, thanks."


Vero pun mematikan telponnya, lalu dia tidur di ranjangnya.


_______________

__ADS_1


Wulan sangat kesal. Dia duduk di kursi kamarnya.


"Apes apes, gini banget sih nasib gue? Kenapa gue jadi yang salah sih? Harusnya kan Shella yang di posisi gue. Dan bukan gue yang kek gini. Huh. Menyebalkan sekali." guman Wulan.


__ADS_2