
★
★
★
★
★
SUATU HARI
_______________
Di rumah Rangga, saat ini sedang rame. Karena ada cs Rangga. Cs Rangga? Iyalah, siapa lagi kalau bukan Leo, Aldo, dan Vero.
"Guys, gue mau cerita nih ke kalian."
"Cerita apa sih Al?" tanya Leo.
"Cerita lah." kata Rangga.
"Gini, gue itu suka cewek."
"Wulan maksud elo?" tanya Vero.
"Bukan Wulan Ver. Tapi Putri."
"Putri? Anak mana tuh?" Tanya Rangga.
"Putri itu adik kelas kita. Dia sekelas sama Shella."
"Oh, temennya Shella maksud elo itu?"
"Iya Yo, temennya Shella."
"Lah, Wulan?" tanya Vero.
"Gue gak ada rasa sama adek lo Ver. Maaf ya?"
"Gpp kok Al. Gue ngerti perasaan lo. Lo kejar aja Putri."
"Thanks Ver. Tapi guys, gue bingung."
"Bingung kenapa sih Al?" tanya Rangga.
"Gue itu gak deket sama Putri."
"Gitu aja kok bingung to Al. Ya elo deketin Putri lah."
"Iya sih Yo. Tapi gimana?"
"Ya lo ajak jalan kek, makan kek, cerita kek. Intinya itu, lo PDKT sama dia."
"Okelah, ntar gue coba."
"Gitu kek dari tadi." kata Leo.
"Kalai gue boleh tau, lo suka Putri sejak kapan?" tanya Vero.
"Sejak dia masih sd Ver. Kan dulu di itu adik kelas gue juga di sd."
"Oh, iya dah." kata Vero.
"Lo pernah deket sama Putri di sd dulu?" tanya Rangga.
"Kagak sih, cuma main bareng mah pernah aja. Itupun cuma beberapa kali aja."
"Oh. Ya udah, lo deketin aja si Putri. Kalau kalau lo butuh bantuan. Lo panggil kita bertiga aja. Kita siap ngebantu elo kok." kata Rangga.
"Bener itu kata Rangga." setuju Vero.
"Jangan sungkan-sungkan lo Al sama kita bertiga."
"Iya Yo, guys, thanks udah nyemangatin gue buat deketin Putri.
__ADS_1
"Masama." ucap Leo, Rangga, dan Vero barengan.
Tiba-tiba saja Shella datang. Dia sudah rapi sekali.
"Sayang, mau kemana kamu?"
"Beli siomay yang. Aku lagi pingin nih."
"Oh, ya udah, aku anterin aja ya?"
"Gak ngerepotin kah?"
"Ya enggaklah sayang. Mau kan?"
"Mau lah yang."
"Okey, Ngga, gue pergi sama adek lo dulu."
"Okey Yo. Jagain tuh adek gue. Ampe lecet, lo ****** sama gue."
"Iya Ngga." berdiri.
Leo dan Shella pun pergi beli siomay. Saat naik motor, Leo dan Shella udah naik. Tapi, Leo tidak menyalakan motornya. Shella pun bertanya pada Leo.
"Kok kamu gak nyalain motor yang?"
"Iya, soalnya kamu belum pegangan sama aku. Kan aku takut kalau kamu jatuh."
"Ah, bisa aja kamu ini."
"Hehehe... Biar aman sayangku."
"Iya dah iya."
Shella langsung melingkarkan tangannya di perut leo. Dia memeluk Leo dari belakang.
"Ayo jalan."
"Kamu meluknya gak erat nih. Gak mau jalan aku. Nanti kamu jatuh lagi."
"Ah, lebay kamu ini yang. Iya-iya nih aku eratin deh." Mengeratkan pelukannya.
Leo langsung melajukan motornya. Di tengah perjalanan, Leo berbicara pada Shella.
"Sayang, habis beli siomay, kita ke taman bentar yuk. Aku pingin mesra-mesraan sama kamu nih."
"Tapikan tadi izin ke kak Rangga cuma beli siomay aja sayang."
"Tenang aja, kamu kan lagi sama aku. Gpp lah, ntar aku yang ngomong sama Rangga."
"Terserah kamu lah."
"Makasih sayang."
"Masama." Senyum.
_______________
Rangga saat ini sedang mondar-mandir di depan rumahnya. Dia cemas sekali sama Shella. Gimana enggak cemas? Shella sama Leo pergi dari jam 4 sore ampe jam 6 malem pun belum pulang.
"Haduh, ini si Leo bawa adek gue kemana sih? Ampe udah maghrib gini belum pulang. Mana udah 2 jam lagi mereka pergi. Katanya cuma beli siomay, tapi kok lama ya?" guman Rangga.
Vero dan Aldo menyusul Rangga ke depan rumah.
"Ngga, tungguin Leonya di dalam aja. Gak enak di luar." kata Vero.
"Bener itu." kata Aldo.
"Iya dah."
Mereka bertiga masuk ke dalam rumah, duduk di ruang tengah sambil menonton TV.
"Leo sama Shella kemana ya? Jangan-jangan, ada apa-apa lagi sama mereka berdua."
"Pikir positif aja lah Ngga. Nanti kalau mereka pulang, lo tanya aja."
__ADS_1
"Iya sih Ver, tapi kan.."
"Udah Ngga, kita tunggu aja. Mereka pasti pulang kok."
"Iya deh Ver."
"Lo gak coba telpon Leo Ngga?" tanya Aldo.
"Udah, tapi telponnya gak aktif."
"Telpon Shella?"
"Shella gak bawa hp. Kebiasaan dia kalau cuma pergi beli jajan gak bawa hp."
"Ya udah, sabar nunggu aja. Mereka pasti pulang kok."
"Iya dah." kata Rangga pasrah.
"Positif thingking aja Ngga."
"Iya Al. Awas aja tuh Leo, kalau pulang, gue marahin habis-habisan."
"Jangan gitu lah Ngga. Kasihan Leo." kata Vero.
"Ya mau gimana lagi? Dia bawa adek gue dari tadi lo Ver. Tanpa ngabarin gue lagi."
"Gue ngerti perasaan elo. Tapi lo jangan gegabah. Dia itu sahabat kita. Lagian, gue yakin kok, kalau Leo itu sayang banget sama Shella. Jadi, Leo bakalan jagain Shella. Lo kan tau sendiri Ngga."
"Iya juga sih." pikir Rangga.
"Tuh elo tau Ngga. Lagian, Leo itu orangnya bertanggung jawab kok. Jadi, elo tenang aja." tambah Aldo.
"Iya dah guys."
Tiba-tiba saja Shella sama Leo datang. Mereka duduk di sofa.
"Ekhem.. Darimana aja? Jam segini baru pulang." Rangga.
"Maaf Ngga, tadi habis beli siomay. Gue sama Shella pergi ke taman dulu. Ampe jam 5 sore. Habis itu gue pulang, eh, di tengah jalan bannya bocor. Terpaksa harus ditembel. Mana harus nyari tukang tembel ban lagi. Capek Ngga, gue dorong montor. Shella yang naik motornya." senderan di sofa.
"Iya tuh kak Ngga. Jangan marahin kak Leo ya? Kan kasihan. Dia capek banget. Mana tadi itu susah nyari bengkelnya. Rata-rata udah pada tutup jam segitu. Untung saja tadi ketemu bengkel yang masih buka."
"Ya ampun, kasihan banget kamu dek. Ya udah, ambilin Leo minum sana. Leo pasti haus."
"Iya kak Ngga." berdiri.
Shella langsung pergi ke dapur mengambil minuman.
"Kenapa hp lo tadi gue telpon gak aktif Yo?"
"Hp gue habis batrei Ngga. Maaf."
"Okelah, gpp Yo."
Tak lama kemudian, Shella datang membawa air putih. Lalu dia memberi minumannya pada Leo. Leo langsung menerima dan meminumnya hingga habis.
"Haus amat elo Yo. Ampe habis kek gitu." kata Aldo.
"Iya Al, gue haus banget." ucap Leo.
"Mending lo istirahat di kamar gue aja Yo." saran Rangga.
"Iya deh Ngga." berdiri.
Leo masuk ke dalam kamar Rangga, lalu dia tidur di sana.
"Dek, kamu belajar gih. Ada PR kan?"
"Ada kak."
"Ya udah, sana ke kamar."
"Iya kak Ngga."
Shella pun pergi masuk kamarnya. Lalu dia belajar.
__ADS_1
"Kasihan Leo ya guys?" kata Vero.
"Iya." kata Aldo.