
★
★
★
★
★
KEESOKAN HARINYA
_______________
Leo cs dan Shella cs sedang berkumpul di kantin. Mereka membahas kejadian yang kemarin.
"Put, lo kok bisa di toilet yang ada tulisannya toilet rusak?" tanya Shella.
"Gue gak ngerti Shell. Tapi yang gue inget, waktu gue keluar toilet, kayak ada yang ngedorong gue hingga kepala gue sakit Shell. Setelah itu gue pingsan. Gue belum sempet lihat orangnya itu siapa Shell."
"Ya ampun, kejadian ini pasti udah disengaja sebelumnya." kata Vero.
"Iya Ver, lo bener." tambah Rangga.
"Tapi, siapa yang berbuat seperti ini?" tanya Leo.
Semuanya terdiam.
"Jangan-jangan..." kata Andi.
"Apa An?" tanya Putri.
"Wulan Put. Kan Wulan yang selalu bikin masalah."
"Bisa jadi itu."
"Tenang dulu guys, selama gak ada buktinya, Wulan gak bersalah." kata Shella.
"Tapi kemungkinan besar pelakunya itu Wulan Shell." kata Putri.
"Sebaiknya, kita berpikir jernih terlebih dahulu." Vero.
"Benar itu, kita jangan menuduh tanpa bukti. Nanti yang ada kita kena masalah." Leo.
"Iya sih, lah terus gimana dong?" tanya Putri.
"Entahlah Put."
Tiba-tiba saja Nana lewat, saat itu juga Shella manggil Nana.
"Na, Nana... Sini bentar."
Nana melihat Shella, lalu Nana menghampiri Shella.
"Ada apa Shell?" tanya Nana.
"Gue pingin nanya sama elo."
"Nanya apa?"
"Lebih baik lo duduk dulu."
"Oke lah."
Nana duduk di kursi. Tangannya dia taruh di meja.
"Lo mau nanya apa?"
"Lo kemarin nyuruh gue ke gudang lo disuruh bu Dewi kan?"
__ADS_1
"Enggak Shell, gue disuruh Wulan. Pas gue ke toilet. Nah, gue mau masuk aja gak dibolehin sama cs nya Wulan. Katanya Wulan ada di dalam."
"Gak salah lagi, itu pasti dalang dibalik semua ini itu Wulan guys." Andi.
"Lo benar An, gue jadi yakin kalau ini ulah Wulan." putri.
"Kalian semua tenang dulu. Kita selesain ini semua dengan kepala dingin." ucap Leo.
"Na, elo mau gak jadi saksi?" tanya Rangga.
"Saksi apa kak?" tanya Nana gak ngerti.
"Gini, perkiraan kita semua itu, Wulan mendorong Putri saat di toilet. Nah pas itu lo ke toilet. Makanya elo gak dibolehin masuk. Nah, elo di suruh buat Nyuruh Shella ke gudang. Itu elo dimanfaatin sama mereka. Agar rencana mereka ngunciin Shella di gudang itu berjalan. Begitulah Na."
"Waduh, gawat juga dong. Wulan berarti keterlaluan tuh." Nana.
"Iya Na, kemarin Shella dikunciin di gudang. Putri juga kemarin pingsan di toilet yang ada tulisannya toilet rusak." Kelvin.
"Waduh, maafin gue ya Shell. Gue gak ngerti kalau Wulan bakalan ngunciin elo. Dan gue cuma dimanfaatin sama dia. Maafin gue ya Shell?"
"Iya Na, lo itu gak bersalah. Tapi yang salah Wulan."
"Thanks Shell. Gue bisa jadi saksi kok."
"Dah, lebih baik kita semua pergi ke ruang kepsek langsung. Biar Wulan dapat hukuman tegas dari perbuatannya." saran Vero.
"Kakak yakin? Kasihan Wulannya kak." kata Putri.
"Benar tuh, lagian kan Wulan itu adik kakak sendiri."
"Biarpun adik sendiri, tapi kalau kelakuannya udah jahat banget, tetep aja harus dihukum."
"Okelah." Shella.
"Tapi, yang ke ruang kepsek yang berkepentingan aja. Lainnya, tunggu aja kabar baiknya." saran Leo.
"Benar juga tuh." kata Rangga.
"Siap Yo."
Mereka semua pun pergi ke ruang kepsek. Hanya Rangga, Aldo, Kelvin, dan Andi yang tidak ke ruang kepsek. Mereka berempat malah makan siang bersama.
"Mending juga kita makan guys." saran Aldo.
"Lo bener Al. Kita pesen makanan aja yuk." ajak Rangga.
"Ayuk kak." kata Kelvin.
"Kebetulan nih, perut gue lagi laper. Hehehe." kata Andi.
Mereka pun memesan makanan lalu memakan makanannya yang mereka pesan.
_______________
Nana pergi ke kelasnya dengan santai, dia menghampiri Wulan cs.
"Lan, lo dipanggil ke ruang kepsek sekarang."
"Oh, oke." berdiri.
Wulan langsung pergi ke ruang kepsek sendirian. Dengan beraninya dia berjalan ke ruang kepsek tanpa keadaan yang cemas dan takut.
Di kelas, cs Wulan menduga-duga Wulan.
"Eh guys, jangan-jangan Wulan dikeluarin lagi dari sekolah ini." kata Nanda.
"Ah, jangan berpikiran negatif dulu kali Nan." ujar Lia.
"Kan bisa aja tuh Ya."
__ADS_1
"Pikir positif aja lah." kata Gladis.
"Iya dah." kata Nanda.
"Gitu kek dari tadi." Lilis.
_______________
Wulan sedang dimarahi oleh kepseknya. Kepsek di sekolah Wulan namanya pak Budi.
"Kamu ini, jadi murid bukannya menunjukkan sikap dan perilaku terpuji. Malah buat hal yang kayak gini. Kamu kira, ini gak ngerugiin semua orang? Ini sekolah bukan sekolah kamu sendiri. Tapi punya semua orang. Anak di sekolahin bukannya baik malah jadi tambah gak baik. Ya sudah, bapak akan telpon papa kamu sekarang. Bapak akan kasih tau semuanya ke dia."
"Jangan dong pak, jangan kasih tau papa saya. Saya mohon pak."
"Gak bisa. Biarpun kamu anak orang kaya. Tetep gak bisa melarang saya untuk tidak menelpon papa kamu."
Wulan hanya bisa pasrah.
"Mati gue, pasti gue bakalan habis nih sama papa. Mana semuanya udah tau lagi. Sial." batin Wulan.
Pak Budi sedang telponan sama papanya Wulan.
"Hallo pak, bisa anda datang ke sini? Anak bapak melakukan masalah yang cukup besar. Hingga saya harus mengobrol secara langsung pada bapak."
"....."
"Iya pak, ini benar, dan gak salah. Anak bapak namanya Wulan yang buat masalah."
"....."
"Baik pak, saya tunggu."
Pak Budi menutup telponnya.
"Astaga, apa yang bakalan terjadi sama gue ini nantinya?" batin Wulan cemas.
"Pak, saya tidak akan dikeluarkan dari sekolah ini kan?" tanya Wulan memastikan.
"Kamu gak akan dikeluarkan dari sekolah ini. Tapi saya yakin, semua seisi sekolah bakalan tau perbuatan kamu yang gila ini."
"Sama saja bapak menyuruh saya untuk pindah ke sekolah ini."
"Tidak Wulan. Sesuai perjanjian tadi, karena kamu udah mau mengakui semua perbuatan kamu. Maka, bapak tidak akan mengeluarkan kamu dari sekolah ini. Tapi, kalau kamu mau pindah, ya silahkan. Bapak gak ngelarang."
"Huh." kesal Wulan.
"Pak, saya mau teman saya yang membantu saya dihukum juga. Gak enak dong kalau cuma saya aja."
"Okey, siapa teman kamu?"
"Gladis, Lia, Nanda, dan Lilis."
"Bapak akan buatkan surat skorsing selama 2 minggu."
"Okey."
_______________
Cs Wulan keluar dari dalam ruang kepsek. Mereka terlihat kesal sekali.
"Gila si Wulan. Dia yang punya rencana, kita yang kena getahnya." Lia.
"Iya Ya, lo bener banget. Tau gini gue gak ikut dah." Nanda.
"Iya Nan. Gue ogah temenan sama Wulan lagi."kata Lilis.
"Sama Lis, gue juga ogah." kata Gladis.
"Lagian, temenan sama Wulan rencananya slalu gagal mlulu." ceplos Gladis.
__ADS_1
"Iya, lo benar banget. Kita ampe di skorsing 2 minggu nih sama pihak sekolah." dumel Lia.