Shella Vs Wulan

Shella Vs Wulan
Wulan tau semuanya


__ADS_3






KEESOKAN HARINYA


_______________


Aldo dan Putri sedang makan bareng di kantin sekolah. Mereka berdua duduk bersama.


"Aku seneng banget Put, bisa makan berdua bareng kamu." ujar Aldo.


"Sama kak, aku juga seneng kok bisa makan sama kakak."


"Dulu, aku cuma berangan-angan bisa makan sama kamu. Tapi sekarang, angan-anganku jadi kenyataan. Seneng banget deh jadinya."


"Hehehe, iya kak."


"Aku gak bakalan sakitin kamu kok Put."


"Makasih ya kak."


"Sama-sama Putriku."


"Kak Al, kita makan di sini berdua apa enggak lebay ya?"


"Lebay gimana maksud kamu Put?"


"Ya ini kak. Kita kayak pacaran gitu."


"Kan emang kita lagi pacaran."


"Iya sih."


"Udah, mending kita nikmatin aja."


"Iya dah kak."


_______________


Nanda melihat Aldo dan Putri makan bersama di kantin sekolah.


"Waduh, mereka berdua kok romantis amat ya?" pikir Nanda.


"Hey Nan, lo belum tau info?" tanya Nana.


"Info apa ya?"


"Kak Aldo sama Putri kan udah pacaran."


"Hah? Sejak kapan?"


"Kemarin."


"Oh, thanks infonya. Gue ke kelas dulu."


"Okey."


Nanda pergi ke kelas.


_______________


Di kelas, Wulan, Gladis, Lilis, dan Lia sedang duduk bersantai. Tiba-tiba saja Nanda datang dengan terenggah-enggah.

__ADS_1


"Lo kenapa Nan? Kayak habis lari maraton saja." ujar Wulan.


"Bener tuh, lo tenangin diri lo dulu aja." saran Lilis.


Nanda mengatur nafasnya, setelah nafasnya teratur, dia mulai berbicara.


"Kak Aldo sama Putri Lan."


"Mereka kenapa Nan?" tanya Wulan santai.


"Pacaran."


"Whhhaaaatttt?? Lo tau dari siapa?" kaget Wulan tak percaya.


"Tadi gue lihat mereka pacaran di kantin. Lagi makan bareng. Gue dikasih tau Nana kalau mereka berdua sudah pacaran dari kemarin."


"Gila, gak bisa dibiarkan. Ini gak boleh terjadi. Gue harus ke kantin sekarang juga." guman Wulan.


Wulan pun pergi ke kantin sendirian.


"Kita gak ikut Wulan?" tanya Lilis.


"Gak usah, itu kan masalah pribadinya." tambah Gladis.


"Lebih baik kita gak usah ikut campur." Lia.


"Okey." ucap Nanda.


_______________


Shella melihat Wulan yang berjalan menuju kantin sekolah.


"Pasti deh tuh Wulan mau bikin keributan di kantin. Gue halangi aja ah." pikir Shella.


Shella berjalan menghalangi jalan Wulan.


"Gue gak mau minggir. Lo pasti mau bikin keributan kan? Lebih baik lo jangan ke kantin."


"Itu bukan urusan elo."


Tiba-tiba saja Vero datang.


"Lo harus bisa terima Lan. Kalau Aldo itu jadian sama Putri. Dan lo jangan protes."


"Tuh, dengerin apa kata kakak lo itu."


"Kalian berdua gak ngertiin perasaan gue." sedih.


"Gue ngerti perasaan elo Lan. Tapi, lebih baik itu elo terima kenyataannya." kata Vero.


"Lo itu jadi kakak gak ada gunanya ya? Bukan belain adiknya sendiri. Malah belain musuh dari adiknya. Kakak macam apa lo?"


"Gue bukannya begitu Lan. Tapi sifat dan kelakuan lo aja kayak gini. Gimana gue mau belain elo?"


"Alesan aja lo kak."


Wulan dengan kekesalannya langsung pergi begitu saja.


"Sabar ya kam Vero, Wulan mungkin gak sengaja ngomong kek gitu tadi."


"Iya Shell. Sengaja ataupun enggak disengaja sama Wulan, gue tetep sabar kok. Emang, ngerubah Wulan itu susah. Butuh kesabaran extra."


"Iya kak. Semoga aja Wulan nanti bisa berubah."


"Iya Shell, semoga aja."


_______________


"Guys, nanti sepulang sekolah, kita ke kelas pacar gue yok?" ajak Leo.

__ADS_1


"Boleh juga. Gue agak-agak gak tenang nih. Soanya kan Putri sama Wulan itu satu kelas." ucap Aldo.


"Iya juga, makanya itu, ntar kita semua ke sana aja." kata Rangga.


"Iya dah." ujar Vero.


"Ver, lo bisa kan tenangin si Wulan? Kasihan Putri kalau ampe dia disakitin Wulan." kata Aldo.


"Gue bisa aja tenangin si Wulan. Tapi dianya gak mau. Omongan gue aja kayak gak digubris ma dia. Malah, gue dikatain kakak gak berguna. Padahalkan, gue itu sayang sama Wulan. Cuma, gue gak suka sifat dan kelakuannya aja."


"Gue ngerti perasaan elo Ver. Karena gue juga seorang kakak. Lo yang sabar aja ya? Wulan pasti sadar kok. Entah itu kapan, yanh jelas itu pasti." kata Rangga menepuk bahu Vero.


"Iya Ngga."


_______________


Sepulang sekolah, di kelas, Wulan menghalangi jalannya Putri. Tapi untung saja, Putri enggak sendirian. Dia bersama Shella.


"Heh lo Put, jangan beraninya ngambil cowok gue dong. Kalau lo nyari masalah, lebih baik ke orangnya langsung." ucap Wulan.


"Gue enggak ngambil cowok elo Lan. Itu terjadi karena rasa suka antara gue sama kak Aldo. Lagian, gue gak cari masalah sama elo kok."


"Nah, bener itu yang dibilang Putri. Udah deh Lan, lo terima aja kenyataannya. Susah amat sih buat lo." ujar Shella.


"Terima kenyataan kalau cowok gue pacaran sama musuh gue?" tanya Wulan pada Shella.


"Cowok elo? Sejak kapan? Orang kak Aldo lho gak mau jadi cowok elo. Lo nya aja yang ngaku-ngaku kalau kak Aldo cowok lo. Dasar, tak punya malu."


"Apa lo bilang? Gue gak punya malu?"


"Iya emang iya kan?"


"Is..." geram Wulan pada Shella.


"Apa? Lo mau marah? Silahkan aja. Gue gak peduli." ujar Shella.


"Lagian lo kalau marah juga gak bakalan nyelesaiin masalah lo itu. Gak ada gunanya juga kali."


"Oh, sekarang lo udah berani ya sama gue?"


"Emang, buat apa lo gue takutin Lan? Lo itu udah gak jadi penguasa di sekolah ini. Derajat kita sama. Sama-sama pelajar. Gak lebih."


Wulan sangatlah marah. Dia memendam amarahnya.


"Gila, mereka berdua bikin gue naik darah. Awas aja lo berdua. Habis lo ma gue." batin Wulan.


Tiba-tiba saja Leo cs datang.


"Ada apa ini?" tanya Vero.


"Ini kan, masa Wulan marah-marah sama Putri. Katanya Putri ngerebut cowoknya." jawab Shella.


"Wulan, lebih baik lo terima kenyataannya aja ya? Kalau gue sama Putri itu udah jadian. Lo jangan marah sama Putri. Dia sekarang pacar gue. Hak gue. Jadi, lo jangan buat gue ngelakuin hal yang gak mau gue lakuin. Gue harap, lo ngerti Lan." ujar Aldo.


"Tapi kak, sakit rasanya itu. Kalau harus ngerelain orang yang disayang sama cewek lain." protes Putri.


"Cinta itu gak harus memiliki Lan. Kalau lo bener-bener sayang sama Aldo. Lo harus rela Aldo bahagia sama Putri." Rangga.


"Kita semua di sini itu ngerti kok perasaan lo itu kayak gimana sekarang. Tapi kita mohon, lo terima kenyataannya." tambah Leo.


"Lo bisa cari cowok lain. Yang jauh lebih baik daripada gue. Gue minta maaf sama elo Lan. Kalau gue, jauh lebih memilih Putri daripada sama elo."


"Tau ah."


Wulan langsung pergi begitu saja.


"Biarin saja, biar Wulan tenangin dirinya dulu. Kita gak usah ganggu." kata Vero.


"Iya." jawab Shella, Putri, Rangga, Leo, dan Aldo bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2