Shella Vs Wulan

Shella Vs Wulan
Shella berani sama Wulan


__ADS_3

"Baiklah, saya akan memberikan pengumuman untuk yang juara 1 sampai 3 saja. Untuk seterusnya. Kalian bisa lihat peringkat kalian nanti. Setelah saya tempel kertas ini di dinding situ." nunjuk dinding.


Semua siswa melihat dinding yang ditunjuk itu.


"Peringkat 3 diraih oleh Lia."


Semua anak bertepuk tangan.


"Peringkat 2 diraih oleh Putra."


Semua anak bertepuk tangan.


"Peringkat 1 diraih oleh Shella."


Semua anak bertepuk tangan. Pak Rudi langsung mengambil solasi lalu berjalan ke dinding yang dia tunjuk tadi. Pak Rudi menempel kertas HVS di dinding itu dengan solasi. Setelah itu dia kembali lagi ke meja guru. Mengambil tasnya lalu berpamitan pada muridnya.


"Anak-anak saya pamit ke kantor dulu. Untuk info pulangnya, kalian menunggu bel pulang. Silahlan kalian lihat pengumuman peringkat yang sudah saya tempel."


"Baik pak." ucap semua.


Pak Rudi pun pergi. Semua siswa dan siswi pergi menuju pengumuman itu.


_______________


Saat ini Shella, Leo, Vero, Aldo, dan Rangga tengah berada di belakang sekolah. Mereka duduk di bawah pohon besar.


"Adek dapet peringkat di kelas gak?" tanya Rangga pada Shella.


"Dapet kak. Peringkat satu."


"Wah, hebat kamu sayang. Aku juga dapet peringkat lho."


"Oh ya? Peringkat berapa sayang?"


"Dua, hehehe. Yang peringkat satu itu Aldo. Yang peringkat tiga itu Rangga."


"Oh, kalau kak Vero peringkat berapa?" tanya Shella pada Vero.


"Empat Shell."


"Oh."


"Kamu mau minta apa adek dari kakak?"


"Gak minta apa-apa kok kak. Cuma minta kakak temenin adek aja kalau di sekolah."


"Itu mah pasti adek."


"Oh iya sayang, kamu kalau ada perlu apa-apa. Panggil saja aku. Oke?"


"Oke sayang."


_______________


Wulan dan teman-temannya lagi menunggu kedatangan Shella ke kelas.


"Guys-guys, inget yang tadi lo." Wulan.


"Siap Lan." Nanda.


"Setelah Shella masuk kelas. Kita langsung hampiri dia." Lia.


"Okey." Lilis.


"Guys, gue juga pinter kale." ucap Gladis.


"Lo mah peringkat 7 Dis. Masih kalah pinter ma Shella." Wulan.


"Iya tuh." Lilis.


"Hem.. Iya dah iya guys."


Tiba-tiba saja Shella datang langsung duduk di bangkunya.


"Guys, ayo." Wulan.

__ADS_1


"Okey." kompak.


Wulan dan teman-temanya menghampiri Shella. Sontak Shella langsung bingung.


"Hai Shell, selamat ya." Wulan mengulurkan tangan.


"Oh, iya Lan. Thanks." menerima uluran tangan.


"Okey."


"Selamat." ucap Lilis sembari berjabat tangan dengan Shella.


"Ya Lis."


"Selamat Shell." Nanda.


"Iya Nan."


"Tingkatkan terus prestasimu Shell." Lia.


"Siap Ya."


"Selamat Shell." Gladis.


"Iya Dis. Thanks."


"Ya Shell."


"Sebagai teman yang baik mah, kalau temannya peringkat 1 ya harus diucapin lah. Iya gak guys?" Wulan.


"Bener tuh kata Wulan." setuju Lilis.


Tiba-tiba bel pulang berbunyi.


TEETT.... TEETT.... TETTT....


"Guys, dah bel pulang. Yuk pulang." ajak Wulan.


"Iya Lan." Lia.


Semua siswa dan siswi mengambil tas mereka yang ada di bangkunya. Lalu mereka pulang menuju rumahnya masing-masing.


_______________


"Ah siall, kenapa semuanya jadi kacau kek gini sih? Gue udah gak temenan lagi sama Shella. Trus gue juga gak punya temen di kelas. Ya ampunn.." kesal Nana.







BEBERAPA HARI KEMUDIAN


_______________


Saat pelajaran IPA BIOLOGI, bu Dewi meminta kelas X IPA-2 untuk membentuk kelompok. Yang beranggotakan masing-masing kelompok 5 untuk mengerjakan buku paket halaman 87. Shella kebagian kelompok dengan Gladis, Wulan, Lia, dan Nanda.


"Shell, lo kan pinter nih. Lo pasti bisa kan ngerjain soal ini?" tanya Wulan.


"Iya Lan, gue bisa kok ngerjain soal ini." jujur.


"Okey, sekarang lo kerjain gih." peringah Wulan.


"Nih kan ada 10 soal. Nah, di kelompok kita ada 5 orang. 1 orang ngejawab 2 soal. Oke?" kata Shella.


"Haduh, kenapa enggak elo aja sih Shell yang ngerjain semuanya?" tanya Wulan.


"Iya tuh, lo kan paling pinter diantara kita semua." kata Nanda.


"Iya emang sih. Tapi kan harusnya gitu guys. Biar adil. Kalau yang ngerjain gue semua. Itu namanya bukan kerja kelompok dong."

__ADS_1


"Kita gak bisa ngerjain soal ini Shell. Lo aja ya yang ngerjain?" kata Lia.


"Iya tuh, pliss.." ucap Wulan.


Shella langsung berdiri lalu menuju meja guru.


"Bu, saya mau tukar kelompok. Kelompok saya maunya saya aja yang ngerjain tugas. Disuruh bagi tugas 1 orang ngerjain 2 soal gak mau bu."


"Oke, Shella kamu pindah ke kelompok Kelvin."


"Iya bu."


Shella pergi ke kelompok Kelvin.


"Wulan, Gladis, Lia, dan Nanda kalau sampai kalian gak ngerjain tugas. Ibu hukum kalian buat bersihin kamar mandi guru."


"Iya bu." kata Wulan.


"Gila si Wulan, dia lapor ke bu Dewi. Jadi kacau kan nih urusannya." kata Lia.


"Tenang aja, Lilis kan ikut kelompoknya Putra. Kita suruh aja Gladis buat nyontekin jawabannya."


"Okey deh." kata Nanda.


Sekitar 15 menit kemudian, Kelompok Kelvin sudah selesai mengerjakan tugasnya.


"Akhirnya selesai juga." kata Andi.


"Iya tuh." kata Putri.


"Dah, biar gue aja yang ngumpulin tugasnya."


"Iya Shell. Thanks." kata Kelvin.


"Okey Vin." kata Shella.


Shella membawa semua buku kelompoknya ke meja guru.


_______________


Vero, Rangga, Leo, sama Aldo sedang duduk di depan kelas. Tiba-tiba saja Wulan datang.


"Kak Aldo. Mau gue temenin?"


"Gak usah." kata Aldo singkat.


"Tapi kan kak..." terpotong oleh Aldo.


"Gue bilang gak usah ya gak usah." bentak Aldo.


Wulan langsung pergi begitu aja.


"Dah dibilangin jangan deketin gue mlulu. Masih ngeyel sih." guman Aldo.


_______________


Di dalam kelas, Shella, Putri, Kelvin, dan Andi sedang duduk bersama di bangku kelompoknya tadi.


"Eh Shell, lo tadi kok berani banget sama Wulan cs? Kita bertiga aja gak berani kok sama dia." ucap Putri.


"Iya tuh." kata Andi.


"Ya berani lah. Kan gue gak salah, lagian, mereka cuma mau enaknya doang. Ogah banget gue."


"Emang iya sih. Tapi, apa lo gak takut dibully Wulan cs?" tanya Andi.


"Iya tuh, mereka kan yang paling ditakuti sama semua anak di sekolah ini." tambah Kelvin.


"Gak takut, gue mah biasa aja. Dari awal tuh ya, gue sama Wulan emang ada masalah. Tapi, sampai sekarang juga Wulan gak ngerencanain apa-apa tuh ke gue. Gak berani kali tuh anak sama gue."


"Iya juga sih. Gue tau masalah lo itu yang pertama soal kado. Trus yang kedua itu soal belajar kelompok. Tapi kok gak ada reaksi apa-apa ya dari Wulan?" kata Putri heran.


"Kan gue dah bilang Put, kalau Wulan itu gak ada nyali buat berurusan sama gue." kata Shella.


"Mungkin karena lo itu deket sama Leo cs." pikir Kelvin.

__ADS_1


"Iya mungkin." kata Shella.


"Kan semua anak itu suka sama Leo cs. Mereka itu baik, gak kayak Wulan cs." kata Kelvin.


__ADS_2