
Dokter memeriksa keadaan Claire sambil menanyakan jadwal terakhir menstruasinya. Claire tidak ingat lagi kapan ia menstruasi karena suka tidak teratur.
"Apakah ini kehamilan pertama anda, nona?" tanya dokter Kayla.
"Apa...? saya hamil dokter..?" tanya Claire tidak percaya.
"Dari hasil pemeriksaan saya, kalau saat ini nona sedang hamil. Sekarang nona silahkan ke toilet dan bawa wadah ini untuk menampung urine. Dengan begitu kita bisa mengetahuinya melalui tes pack," ujar dokter spesialis kandungan tersebut.
Nyonya Venny memang sengaja menghubungi dokter spesialis kandungan karena ia sudah curiga kalau Claire saat ini sedang hamil. Apa lagi ciri-ciri dari tubuh gadis itu seperti orang yang sedang hamil apalagi ditandai dengan mual dan muntah.
Tidak lama kemudian, Claire sudah menyerahkan wadah urine miliknya pada dokter Kayla. Keduanya terlibat pembicaraan bahasa Inggris karena dokter Kayla tidak mengerti bahasa Perancis.
"Apakah anda sudah lama menikah nona Claire?" tanya dokter Kayla.
"Iya dokter. Saya sudah lima tahun menikah dan belum memiliki keturunan," jawab Claire.
"Berarti ini adalah hadiah terbesar untuk anda dan suami, apakah suami anda ada di sini?" tanya dokter Kayla membuat Claire melirik ke arah Nyonya Venny.
"Suaminya di Perancis. Claire ke sini untuk berlibur dan dia adalah saudara ipar putri saya, Venna.
"Oh begitu. Berikan suami anda kejutan dan memintanya datang ke sini. Jika diberitahukan melalui telepon, kesannya tidak begitu romantis. Kehadiran seorang bayi akan membuat hubungan suami-istri lebih harmonis.
Apalagi penantian anda dan suami yang cukup lama akan memberikan dampak kebahagiaan yang tak terukur walaupun pasangan yang awalnya ingin bercerai atau sedang bermasalah dengan pasangannya, maka akan merekat kembali hubungan mereka melalui kehadiran seorang bayi ditengah mereka," ucap dokter Kayla yang seakan mengetahui kemelut rumah tangga Claire saat ini.
"Terimakasih dokter Kayla. Tapi dokter Kayla. Apakah kehamilan saya ini tidak bisa diprediksi hamil anak kembar? karena suami saya kembar dokter dan keponakanku juga kembar. Aku ingin sekali punya anak kembar," ucap Claire penuh harap.
__ADS_1
"Usia kandungan anda baru mencapai sepuluh Minggu, sekitar dua Minggu lagi kita bisa melakukan proses USG untuk mengetahui calon bayi anda kembar atau tidak. Semoga harapan anda terkabul," ucap dokter Kayla sambil mengemas peralatan medisnya ke dalam tasnya.
"Baik dokter. Kalau begitu aku harus menunggu dua pekan lagi untuk bisa mengetahui apakah aku hamil kembar atau tidak?" ucap Claire memastikan perkataan dokter barusan.
"Iya Nona Claire. Kalau bisa datanglah bersama dengan suami, dengan begitu kalian akan menyaksikan sendiri buah hati kalian saat janin sedang tumbuh dalam kandungan. Saat itu perasaan kalian memiliki euforia tersendiri mengetahui kalau kalian akan memiliki calon bayi kembar," timpal dokter Kayla.
"Baik dokter. Saya akan usahakan untuk merayu suami saya supaya bisa ke Jakarta. Saat ini perusahaan lagi sibuk-sibuknya dengan peluncuran produk baru parfum yang akan launching bulan depan," bohong Claire memberikan alasan yang cukup masuk akal agar dokter Kayla tidak curiga kepadanya.
Claire memang bisa mengendalikan perasaannya dan terlihat sangat natural. Ia tidak ingin kalau orang lain mengetahui kemelut rumah tangganya. Cukup keluarga Venna yang mengetahui permasalahannya. Selebihnya tidak ada orang lain yang perlu mengkuatirkan rumah tangganya.
"Permisi nona Claire, nyonya Venny," ucap dokter Kayla pamit pada kedua wanita cantik ini.
Nyonya Venny mengantar dokter ke pintu utama sambil berbincang mengenai hal yang biasa.
Sementara Claire saat ini sedang mengelus perutnya sambil memohon janinnya menjadi kembar karena dia sangat menginginkan anak kembar.
Nyonya Venny masuk lagi menemui Claire. Keduanya terlibat obrolan hangat karena Nyonya Venny bekuk memberikan selamat pada gadis yang ada di hadapannya itu.
"Selamat sayang. Akhirnya kamu hamil juga," ucap Nyonya Venny.
"Terimakasih Tante. Tapi, mengapa kebahagiaan ini datang di tengah P
prahara rumah tangga kami," desis Claire dengan pandangan sudah berkabut penuh bening air matanya.
"Sayang. Kadang ujian datang dengan kesakitan yang luar biasa kita rasakan hanya untuk memberikan kejutan kecil yang mendatangkan kebahagiaan. Tante harap berdamai lah dengan keadaan sampai kamu sendiri mau menerima lagi Calvin demi bayi kalian," ucap Nyonya Venny menasehati Claire dengan bijak.
__ADS_1
"Aku mengerti Tante. Tapi, untuk saat ini aku belum bisa memaafkan Calvin. Beri aku waktu Tante, agar aku bisa membujuk hatiku memaafkan suamiku," pinta Claire.
"Sayang. Tante mengerti perasaanmu. Mungkin kemarin-kemarin Tante tidak begitu peduli jika kamu ingin menjauhi suamimu agar dia sadar akan kesalahannya, tapi saat ini kamu sedang hamil dan kamu perlu dukungan moril darinya. Jangan terlalu terlena dalam amarah. Karena proses kehamilan itu butuh seorang suami yang selalu ada untuknya dan janjimu, butuh dikunjungi ayahnya," goda Nyonya Venny untuk mencairkan suasana.
"Ih Tante bisa saja ngomongnya," ucap Claire tersipu malu.
"Sayang. Tante bicara fakta berdasarkan pengalaman karena pernah hamil seperti kamu. Walaupun Venna adalah putri kami satu-satunya, tapi ia kenyang dengan kasih sayang kami yang kami berikan kepadanya.
Semenjak dia lahir sampai dewasa, ia belum pernah mengalami ujian berat dalam hidupnya hingga datanglah ujian yang penuh dramatis hingga kesuciannya direnggut paksa oleh pria yang sekarang menjadi suaminya. Kalau dipikir-pikir, kebahagiaan itu tidaklah murah dan sederhana jika ingin mendapatkan kebahagiaan itu yang sangat besar untuk kita," ucap Nyonya Venny penuh bijak.
"Apakah aku harus memberitahunya sekarang Tante?" tanya Claire dengan ragu-ragu.
"Terserah padamu sayang. Tante hanya mendukung keputusanmu," sahut Nyonya Venny.
"Apakah Venna harus tahu berita bahagia ini?" tanya Claire.
"Jangan sayang. Biarkan mereka mengetahuinya sendiri sebelum suamimu yang mengetahuinya lebih dulu. Kita harus menghormati Calvin walaupun perlakuan suamimu itu sangat mengecewakan kita semua. Dengan kehadiran sang baby, ia akan berubah dan tidak lagi terobsesi pada Venna. Sekarang kamu harus semangat dan jangan bersedih hati. Urusan Calvin serahkan kepada Tuhan yang mengadilinya," imbuh Nyonya Venny.
"Rumah Tante membawa berkah. Tapi, aku melihat banyak sekali kuliner Indonesia yang sangat menggiurkan. Apakah aku boleh mencoba makanan itu semua, Tante?" tanya Claire.
"Tentu saja sayang. Tante akan membelikan untukmu seandainya kamu menginginkannya tiba-tiba," jelas Nyonya Venny.
"Biasanya wanita hamil di Indonesia ini, kalau ngidam makannya apa Tante?" tanya Claire.
"Rujak buah. Sejenis salad buah yang di aduk dengan saus kacang tanah dengan bumbu pedas, asin dan manis. Nanti kita pesan saja," ucap Nyonya Venny.
__ADS_1
"Wah. Boleh tuh Tante. Aku ingin mencobanya," ucap Claire sambil menelan liurnya yang terlihat ngiler duluan.
...----------------...