Siapa Ayah Anakku?

Siapa Ayah Anakku?
29. Menemukanmu


__ADS_3

Calvin mendatangi rumah orangtuanya untuk mencurahkan perasaan kesedihannya serta rindunya yang mendalam pada istrinya Claire. Nyonya Carine makin prihatin pada putranya itu. Ia juga tidak sanggup lagi melihat putranya menderita.


"Sekarang kamu sudah menyadari bagaimana perasaanmu sebenarnya pada Claire. Saat dia sudah menghilang, kamu baru tahu bagaimana dirinya sangat berarti untukmu. Harusnya kamu berpikir seribu kali untuk menyakiti dirinya, Calvin. Dia adalah wanita yang paling sabar menurut mami karena ilmunya yang ia miliki mampu menolong dirinya sendiri. Jika orang lain mungkin sudah gila saat melihat suaminya nekat melecehkan adik iparnya sendiri," pukas Nyonya Carine.


"Aku tahu mami, aku berjanji tidak akan lagi menyakiti Claire. Aku berjanji merubah sikapku dan tidak lagi terobsesi pada Venna. Aku menginginkan istriku kembali atau aku akan mati, mami hiks... hiks... hiks!" tangis Calvin mengadukan kegundahannya pada ibunya yang hanya bisa membelai rambut putranya yang saat ini tidur dipangkuannya.


"Apakah kamu benar-benar mencintai istrimu lagi Calvin?" tanya nyonya Carine ingin memastikan sendiri ucapan putranya karena ia takut Calvin sewaktu-waktu bisa berubah lagi.


"Mami. Aku janji akan mencintai istriku dengan segenap jiwa ragaku seperti aku mencintai mami dan Daddy," ucap Calvin.


"Baiklah. Mami pegang janjimu sayang. Tapi, mami harap kamu tidak akan mengecewakan mami suatu hari nanti karena kalau kamu berani melakukan itu, maka kamu hanya bisa menemukan mayat mami karena mami sangat malu pada Claire," ucap nyonya Carine tegas yang langsung di angguki oleh Calvin.


"Aku janji mami," ucap Calvin.


"Apakah kamu sudah mencari Claire di semua tempat di mana Claire selalu mendatangi tempat itu?"


"Sudah mami. Anak buahku sudah menyisiri semua tempat di kota ini, mereka juga mendatangi tempat transportasi udara laut dan udara namun nihil," sahut Calvin.


"Claire tidak mungkin hilang begitu saja tanpa bantuan orang lain. Kalau kamu mau menemukan istrimu, kamu harus mengikuti saran mami tapi mami tidak bisa memberitahumu sekarang.


Besok kamu ke sini lagi dan bawa dokumen pribadimu. Katakan kepada asistenmu bahwa kamu sedang mengunjungi kerabat yang sedang sakit di luar kota," ucap nyonya Carine.


"Memangnya kita mau ke mana?" tanya Calvin penasaran.

__ADS_1


"Sayang. Ikuti saja permainan mami. Kalau memang ingin bertemu dengan istrimu, lakukan apa yang mami pinta padamu. Kamu mengerti?"


"Baiklah mami." Calvin segera pamit pulang. Walaupun ia penasaran tapi ia sangat berharap apa yang menjadi kejutan dari maminya besok adalah bisa bertemu dengan istrinya." Tapi, ke mana ya?" batin Calvin sambil menyetir mobilnya menuju mansion miliknya.


Seperti yang dijanjikan maminya, mereka akhirnya berangkat ke Bandara. Pesawat jet pribadi milik tuan Muller sudah menunggu ibu dan anak ini. Calvin masih belum mengerti mereka hendak ke mana hingga akhirnya ia mendengar perkataan co-pilot yang mengumumkan mereka akan menuju Jakarta Indonesia dan itu membuat Calvin baru paham kalau istrinya selama ini berada di Indonesia.


"Mami. Apakah mami sudah tahu ini semua kalau Claire berada di Indonesia?" tanya Calvin penuh curiga.


"Tahu pastinya sih tidak. Tapi mami yakin, istrimu sudah meminta tolong kepada keluarga besan mama untuk menyembunyikan istrimu di sana. Mami ke Jakarta karena Venna sebentar lagi akan melakukan operasi sesar. Itu berarti mama punya alasan untuk melihat kehadiran cucu mami.


Nanti tuba di Jakarta, kamu menginap di hotel. Mami akan lihat situasi selanjutnya. Jika ada Claire di sana, mami akan meminta kamu untuk menemuinya secara diam-diam. Kamu mengerti?" ucap nyonya Carine membuat Calvin terharu.


"Astaga mami. Mami sangat hebat. Bagaimana mami bisa mengetahui semua itu?"


"Intuisi seorang ibu sangat kuat sayang. Sekarang kamu berdoa saja agar dugaan mama benar adanya," ucap nyonya Carine.


"Oma."


"Iya sayang," ucap nyonya Carine.


"Apakah Oma tidak ingin bertemu dengan Tante Claire. Tante Claire ada adik bayi di dalam perutnya," ucap Seina dengan lidah cadelnya membuat keluarga itu tersentak .


Brian dan Venna hanya menjitak dahi mereka sendiri karena mereka tidak mampu mencegah kepolosan putri mereka. Bekum saja nyonya Carine bertanya, Sean menambahkan lagi perkataan saudara kembarnya.

__ADS_1


"Tante Claire tinggal di kota Bogor. Tidak jauh dari Jakarta karena bisa ditempuh dengan mobil untuk sampai ke sana," ucap pria kecil yang sudah berusia hampir dua tahun ini.


Nyonya Carine menatap wajah anggota keluarganya satu persatu entah dengan perasaan apa saat ini yang ia rasakan pada keluarganya.


"Apakah aku boleh bertemu dengan Claire, nyonya Venny?" tanya nyonya Carine tanpa basa-basi dan terdengar penuh intimidasi.


"Iya, boleh nyonya. Biar saya dan suami yang antarkan anda ke Bogor," ucap Venny sambil mengambil gelas minumannya. Tenggorokannya tiba-tiba tercekat dengan perasaan bersalah karena merahasiakan keberadaan Claire pada besannya.


Dalam perjalanan nyonya Carine mengirim pesan pada Calvin untuk menyusul dirinya ke Bogor melalui GPS ponselnya. Setiba di Bogor, Calvin tidak serta merta menerobos ke area pemukiman villa itu karena ia menunggu perintah selanjutnya dari Ibunya.


Claire yang baru masuk ke kamarnya di kagetkan dengan bunyi bel rumahnya. Ia segera membuka pintu itu dan melihat Nyonya Venny dan ibu mertuanya sudah ada di hadapannya.


"Mami." Suara Claire terdengar serak dengan mata yang sudah berkabut.


"Sayang." Nyonya Carine menatap perut besar menantunya yang kini memasuki usia tujuh bulan.


Nyonya Carine memeluk menantunya itu penuh kerinduan dan dibalas Claire penuh air mata. Untuk memberikan keduanya kesempatan melepaskan rindu, Nyonya Venny langsung pamit kembali ke Jakarta. Nyonya Carine tidak keberatan karena itu yang ia inginkan agar putranya Calvin bisa menemui mereka saat ini.


"Claire. Apakah kamu masih marah pada Calvin? apakah kamu tidak merindukannya? apakah kamu tidak merasa bayi kembarmu sangat membutuhkan ayah mereka?" tanya nyonya Carine.


"Aku...aku..aku merindukan Calvin mami. Aku tidak bisa menyingkirkan dia dari pikiranku," ucap Claire.


"Apakah kamu tidak ingin bertemu dengannya?" tanya nyonya Carine membuat Claire terdiam.

__ADS_1


"Jangan lagi menyiksa putraku Claire karena Calvin sudah menerima hukumannya darimu. Mami ingin sebelum baby kembar lahir, tolong maafkan putraku karena sudah menyakiti hatimu selama ini. Ia sangat mencintaimu dan tersiksa akan kerinduannya sendiri. Apa jadinya kalau dia tahu kamu hamil anaknya, pasti ia sangat syok karena bahagia mendapatkan keturunan darimu. Berilah dia kesempatan untuk memulainya lagi denganmu. Apakah kamu memaafkannya, sayang?" tanya nyonya Carine.


"Baiklah mami. Aku akan berusaha menerimanya kembali," ucap Claire.


__ADS_2