Siapa Yang Kau Pilih, Suamiku

Siapa Yang Kau Pilih, Suamiku
24. Siapa yang Kau Pilih Suamiku


__ADS_3

Saudara yang seibu namun beda ayah dalam ilmu biologis disebut maternal siblings. Jadi kalau punya kakak/adik dari ibu yang sama namun beda bapak disebut saudara/i tiri.


Dalam Islam, hal ini disebut saudara seibu dan saudara seibu itu mahram yaitu orang yang tidak boleh dinikahi jika berlawanan jenis dan tidak boleh pula menikahi dua orang perempuan bersaudara seibu (saudara persusuan).


Akan tetapi, keadaan Haris tidak mengetahui jika Laila adalah saudara seibu dengan Arsy.


*****


"Tapi, kita akan bercerai setelah aku melahirkan."


Deg


Bagai dihantam bebatuan dari pegunungan. Besar dan terasa panas. Haris menatap Arsy dengan tatapan tak percaya. "Sayang. Jangan katakan itu," ucapnya lirih.


"Aku serius, mas. Maafin Arsy sebelumnya. Maaf karena cinta Arsy terlalu dalam hingga akhirnya membuat Arsy tersiksa.


Haris menggeleng. Saat ini ia duduk di lantai sejajar dengan kaki Arsy yang sedang duduk di sofa. "Kamu masih marah karena mas cemburu? Baiklah, mas gak akan cemburu dan melarang kamu bertemu siapapun. Mas akan percaya dan gak akan terpengaruh oleh Laila, lagi."


Arsy menunduk menatap Haris dengan dahi yang berkerut. "Maksud mas apa?"


"Laila yang mengirim foto kamu sedang duduk dengan laki-laki asing itu dan membuat mas cemburu buta. Sayang, jangan pergi dari hidup mas."


Arsy diam saja. Semua orang saat ini menatap ke arah Laila dengan tatapan tajam kecuali ibu Sandra.


"Kamu lihat Sandra. Anak haram mu ini telah menghancurkan kebahagiaan anakmu yang lain. Sungguh, kalian memang benar-benar satu keturunan. Pergilah dari rumah menantuku."


Ibu Sandra hanya mampu membisu dan menarik tangan Laila agar mereka segera keluar dari sana. Ia tidak ingin anaknya semakin dihina oleh mereka.


"Maaf, mas. Aku tetap pada pendirianku."

__ADS_1


"Sayang."


Arsy menggeleng. "Kalau mas gak cemburu lagi padaku, itu dayyuts mas. Aku gak mau mas sampai gak bisa mencium surga demi aku tetap bersamamu."


Haris menunduk tidak dapat mengatakan apapun. Hidup bersama Arsy lebih tiga tahun cukup membuatnya mengenal sifat Arsy. Lemah lembut tetapi sangat tegas apabila sudah mengambil keputusan.


"Arsy. Tolong maafin mama tapi jangan tinggalkan Haris, ya. Gimana dengan anak kalian jika orang tuanya berpisah? Kalian sudah lama menunggu, kenapa harus berpisah?" Tanya ibu Rahma.


Hening.


Cukup lama mereka terdiam. Arsy menatap ayah Wahyu. "Ayah, bawa Arsy pulang."


"Sayang," kata Haris tidak mampu melanjutkan ucapannya lagi.


"Tolong izinkan Arsy menenangkan diri sebentar, mas." Kata Arsy menatap Haris dengan mata berkaca-kaca.


Arsy hanya mengangguk menahan air matanya.


"Ijinkan mas merebut hati kamu lagi sebelum anak kita lahir," ucap Haris memohon.


Arsy kembali diam menatap Haris sejenak kemudian mengangguk kecil sebagai jawaban.


Haris dan ibu Rahma tersenyum senang. Haris bertekad akan mendapatkan cinta Arsy kembali.


"Arsy pamit, mas. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Arsy dan ayah Wahyu keluar dari rumah Haris, keduanya pergi ke rumah ayah Wahyu yang selama ini ditempati ibu Sandra diantar oleh sopir yang biasa antar Arsy kemana-mana.

__ADS_1


Satu jam kemudian ayah Wahyu dan Arsy akhirnya sampai pada tujuan. Sebenarnya jarak antara rumah Haris dengan rumah ini hanya memakan waktu 30 menit saja. Tadi, di pertengahan jalan Arsy ingin membeli buah untuk cemilan karena tidak berselera makan nasi akhir-akhir ini.


"Ngapain kalian di rumahku?"


****


Assalamualaikum kesayangan aku🌹


Minal aidzin wal Faidzin🙏🙏


Mohon Maaf lahir batin😊😊


Dari hasil banyaknya dukungan dan keaktifan setiap aku update bab..


Ada dua nama yang aku pilih yaa😊


Maaf, gak banyak.


Bagi yang belum beruntung, ayo dukung dan aktif lagi di komen bab aku😊



Hilman Damara


Anik Kwon



Selamat bagi kalian😊

__ADS_1


__ADS_2