
Para tetangga sudah banyak yang mengetahui bila Laila sudah menikah dan menjadi istri kedua. Dan selalu dipandang remeh, apalagi mengetahui Laila sudah kembali. Kepergian ibu Jannah dan kedatangan ibu Sandra semakin menimbulkan tanda tanya dan pikiran negatif.
Pertanyaan keberadaan ibu Sandra yang sering datang sedari dahulu hingga tinggal bersama dengan Laila.
Laila juga sudah mulai mencari pekerjaan dan sudah mengirimkan CV ke berbagai situs internet yang sedang membutuhkan karyawan baru.
Sementara ibu Sandra juga sudah menjual salah satu cincin emasnya untuk menyambung hidup. Ibu paruh baya ini juga sudah mulai melaksanakan sholat. Sepertinya, beliau sudah mulai memperbaiki hidupnya. Meski terasa sulit, apalagi ditatap remeh oleh para tetangga, tetap harus berubah menjadi baik.
"Ibu…" Pekik Laila memasuki rumah dan ibu Sandra langsung menghampiri.
"Kamu kenapa?" Tanya ibu Sandra pancing saat melihat tampilan Laila berantakan dan menangis.
"Mereka jahat, Bu. Mereka hampir perkosa aku dan bilang lebih baik aku kerja melayani mereka, saja. Karena aku gak bakal hamil," cicit Laila menangis histeris dan membuat ibu Sandra tak mampu menyembunyikan kesedihannya.
****
Hari ini adalah sidang terakhir perceraian antara Haris dan Arsy. Haris tampak begitu memprihatinkan karena tidak ingin berpisah dengan Arsy.
Tetapi, karena tuntutan Arsy yang melaporkan bahwa Haris menikah lagi dan dirinya dipaksa untuk setuju, apalagi tidak adanya keadilan Haris selama memiliki istri dua membuat hakim menyetujui tuntutan gugat cerai Arsy.
__ADS_1
Setelah Arsy di kuretase, wanita itu sempat mengalami keterpurukan. Hampir dua Minggu tidak makan dan minum, hanya mengurung diri di kamar. Menangis dan beribadah di dalam kamar.
Hingga pada akhirnya, tubuh Arsy tidak sadarkan diri dan harus dirawat. Usai tubuhnya kembali pulih, Arsy memutuskan untuk berpisah dengan Haris sesuai ucapannya kala itu.
Ketukan palu terdengar menandakan Arsy dan Haris bukan lagi suami istri. Sekuat tenaga Arsy menahan air matanya agar tidak menetes.
"Terimakasih banyak atas segalanya, mas. Semoga kita belajar dari pengalaman yang telah dilewati. Aku berharap, semoga kelak mas menemukan istri yang dapat membahagiakan mas dan mama. Assalamualaikum," ucap Arsy setelah keluar dari ruang sidang.
"Kamu juga. Maaf atas segala kesalahan mas dan mama. Mas juga berharap, kelak kamu mendapat suami yang akan menjadikan kamu satu-satunya istri. Waalaikumsalam."
Kini, dua insan yang masih saling mencintai itu benar-benar berpisah. Luka yang menggores hati tidak dapat sembuh bila masih saling bersama.
Tetaplah ungkapkan perasaan meski kamu bukanlah pria romantis karena seorang wanita membutuhkan ungkapan cinta itu agar hati semakin yakin untuk tetap bertahan.
Satu bulan setelah Arsy menyandang status janda. Tapi bukan janda pirang.
Ayah Wahyu baru saja melangsungkan akad nikah dengan ibu Jannah. Ternyata, selama ini ayah Wahyu dan ibu Jannah sering teleponan tanpa sepengetahuan Arsy.
Awalnya Arsy syok, tetapi tetap menyetujui saat ayah Wahyu mengungkapkan niat baik untuk melamar ibu Jannah. Sebab Arsy tidak ingin sesuatu yang tidak diinginkan dan juga merasa kasihan pada ayah Wahyu mengingat kisah cinta ayah Wahyu sangat tragis, akhirnya Arsy mengizinkan.
__ADS_1
Sementara pria asing yang bernama Jo, Arsy tidak lagi tahu kabar pria itu. Terakhir bertemu saat masih mengandung dan memberikan sebuah harapan, Arsy harus baik-baik saja.
Pria asing yang tidak pernah diketahui kehidupan pribadinya. Tetapi, Arsy juga memiliki harapan untuk Jo. Semoga selalu sehat dan bahagia.
Keesokan setelah ayah Wahyu dan ibu Jannah menjadi suami istri. Arsy sudah bersiap untuk pergi ke luar negeri sesuai rencananya jauh-jauh hari.
Ingin memiliki kehidupan baru di negara orang. Menenangkan hati dan pikiran, tidak ingin terpuruk oleh masa lalu.
"Kamu hati-hati disana dan tetap jaga diri," ucap ayah Wahyu kepada Arsy setelah sudah berada di Bandara.
Arsy tersenyum dibalik cadar kemudian meraih tangan ayah Wahyu dan mencium punggung tangan ayah Wahyu, begitu juga dilakukan pada punggung tangan ibu Jannah.
"Arsy pergi. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Sebenarnya, Arsy menahan tangis sedari tadi. Ia terus melangkah tanpa menoleh setelah puas melambaikan tangan pada ayah Wahyu dan ibu Jannah.
Kisah cinta pertamaku telah kandas. Usai sudah kebahagiaan yang aku harapkan. Meski tidak sesuai dengan impian, tapi aku tidak memungkiri bahwa kamu sempat membuatku terbang ke awan. Selamat tinggal cinta pertamaku. Aku pergi untuk menemukan kebahagiaanku sendiri.
__ADS_1