
Keesokan harinya, ketika aku sedang berjalan-jalan bersama Alicia di sekitar hutan, secara kebetulan kami bertemu dengan Elvy di jalan.
“Yo, Elvy-chan, pagi,” sapaku.
“Pagi juga, Riku-san. Tapi, bukankah sekarang sudah siang? Apa kamu baru bangun, Riku-san?” balas Elvy dengan senyuman yang lembut.
“Yah, begitulah, karena memikirkan banyak hal semalamam, aku tidak bisa tidur.”
Aku memikirkan apa yang Alicia sarankan semalamam, dan pada akhirnya aku tidak bisa tidur. Itu adalah malam yang penuh siksaan, ini pertama kalinya aku begadang karena stress berat.
Mungkin terakhir kali pas aku bermain game sehariaan dari pagi sampai malam untuk menyelesaikan semua misi yang ada di dalam game itu, tapi tiba-tiba mati lampu dan semua dataku terhapus tanpa sisa.
Itu membuatku sampai demam selama 3 hari.
“Begitu, kah? Kamu harus lebih menjaga tubuhmu, Riku-san,” ujar Elvy yang dengan pengertian mengkhawatirkan kondisi tubuhku.
Dia benar-benar gadis yang baik.
Hanya menerima kebaikannya saja sudah membuat hatiku terasa damai.
“Yah, terima kasih,” balasku sembari tersenyum lembut.
“Fufu, sama-sama, Riku-san. Jika kamu memerlukan bantuan, tolong segera beritahu kepadaku. Aku akan menyiapkannya untukmu.”
Kuh, dia benar-benar gadis yang sangat baik dan imut.
Itu membuat hatiku hampir saja terjerat oleh senyuman polos dan cerah itu. Setiap kali aku berbicara dengannya, perasaanku selalu bergejolak dengan aneh.
__ADS_1
Serius, ada apa dengan perasaan ini?
Entah kenapa aku selalu merasa nyaman ketika berada di dekat Elvy. Ini adalah pertama kalinya aku bisa berbicara secara normal dengan orang lain selain Alicia.
Mungkinkah jika terus seperti ini aku bisa masuk ke dalam rute Elvy?
“Riku-san~ apa kamu baik-baik saja? Wajahmu terlihat menjijikan loh~”
Mungkin menyadari isi pikiranku, Alicia tersenyum jahil ketika dia membisikkan hal itu dengan nada suara yang sama dengan nada suara Elvy.
Itu sedikit membuatku malu, jadi aku batuk sekali untuk mereset emosiku.
“Ehem, yah, apa yang kau lakukan di sini, Elvy-chan?” tanyaku, mencoba untuk mengubah topik pembicaraannya ke arah yang berbeda.
“Aku baru saja mengantarkan makanan untuk semua orang, apa Riku-san dan Alicia-san sudah makan? Kami masih memiliki persediaan makanan yang cukup banyak di gudang, apa ingin aku mengambilkannya?”
“Terima kasih, Elvy-chan. Tapi aku baik-baik saja, aku sudah makan.”
Oh ya ampun, lihatlah seberapa baiknya anak ini tumbuh. Dia benar-benar sangat menggemaskan, mungkin aku akan memikirkannya kembali untuk masuk ke dalam rute Elvy.
“Aha ha ha, Elvy-chan benar-benar sangat baik, tidak hanya pekerja keras, dia juga sangat imut. Aku yakin kau akan tumbuh menjadi anak yang hebat,” ucapku dengan wajah yang terlena-lena, mirip seperti seorang ayah yang memanjakan anaknya, meskipun seharusnya umur Elvy lebih tua dariku.
“Umm… Riku-san? Ini sedikit memalukan…”
“Hm? Oh, ma-maafkan aku.” Mungkin karena terlalu terlena dengan fantasiku sendiri, tanpa sadar tanganku meraih kepala Elvy dan mengelusnya.
Menyadari hal itu, aku dengan buru-buru segera melepaskanya.
__ADS_1
“Ti-Tidak, aku baik-baik saja. Entah kenapa, Riku-san mengingatkan dengan kakakku yang sudah pergi, kalian memiliki suasana yang sama.”
“Aku?”
Terkejut dengan penilaian yang subjektif itu, mataku terbuka lebar.
“Yah, kalian sama-sama orang baik. Bisakah Riku-san melakukannya lagi? Aku benar-benar suka ketika kepalaku dielus oleh kakakku,” ujar Elvy dengan senyumannya yang polos.
“….”
Aku terdiam, dunia seakan berhenti ketika Elvy mengatakan itu, mulai dari suara dan visual, semuanya seolah direbut dariku.
Pada saat yang bersamaan juga, sebuah kenangan yang paling tidak ingin kuingat lagi, tiba-tiba terlintas di dalam benakku. Itu adalah ingatan terdalam yang seharusnya sudah lama kulupakan.
“Riku-san?” Melihatku yang hanya terdiam dari tadi, Elvy bertanya-tanya, dia memiringkan kepalanya dengan bingung.
Tapi aku tidak mengatakan apapun, dan hanya tersenyum tipis sembari mengelus kepalanya dengan lembut. Saat aku melakukan itu, Elvy benar-benar terlihat sangat bahagia dan menikmatinya.
Yah, itu bagus jika dia menyukainya.
… Itu benar-benar bagus jika dia menyukainya.
(“Kak, Shina sudah berjuang keras, jadi Shina berhak untuk mendapatkan hadiah. Shina ingin kakak untuk mengelus-elus kepala Shina!”)
“Ya ampun, kau benar-benar gadis yang merepotkan.”
“Oh, kakakku juga sering mengatakan hal itu kepadaku. Riku-san benar-benar sangat mirip sekali dengannya,” sahut Elvy dengan senyuman polosnya yang ceria.
__ADS_1
Setelah itu, aku tidak mengatakan apapun lagi, dan kami berpisah di jalan.
Aku tidak tau apakah dia bermaksud untuk perhatian kepadaku, tapi Alicia hanya terdiam selama perjalanan, tanpa mengatakan sepatah kata apapun.