Sistem Alkemis Terkuat

Sistem Alkemis Terkuat
Chapter 28: Kebahagiaan seorang gadis


__ADS_3

“Maafkan aku karena telah memakai cara yang kasar, Riku-sama. Tapi, aku harus melakukan ini demi permintaan seseorang,” ujar Tia yang masih dalam senyuman lembutnya.


Mendengar itu, aku dengan cepat segera mencoba untuk mengambil ramuan yang dapat menghilangkan status buruk apapun.


Tapi—


“Aku tidak akan membiarkanmu, Riku-sama. Kumohon, tidurlah dengan tenang,” cetus Tia, dan saat itu juga sebuah akar aneh muncul dari pegangan kursiku dan layaknya mahkluk hidup yang bergerak, akar itu mengikatku.


“Keh!”


Sial, aku tidak bisa bergerak.


Menyadari bahwa semuanya sudah percuma untuk melawan, aku perlahan-lahan mulai memejamkan mataku sambil terus menatap Tia yang ada di depanku.


Efek dari minuman itu sudah tidak bisa lagi kutahan.


“Ke.. napa?” tanyaku dengan suara yang berat, sambil menatap Tia dengan tajam.


“Tolong jangan beranggapan buruk, Riku-sama. Aku melakukan ini untuk anda,” jawab Tia, tapi aku sudah tidak dapat mendengarnya lagi, karena efek dari teh itu telah membuatku tertidur.


Melihatku yang sudah tertidur, Tia segera mencoba untuk mengangkat tubuhku.


Pada saat itu juga—


“Aku akan membantumu.”


“Alicia-sama?”


Alicia yang sama sekali tidak tertidur meskipun meminum teh yang sama, langsung berdiri dan menawarkan bantuan untuk membantu Tia.


“Seperti yang diduga dari seorang dewi, bahkan obat bius sekuat ini masih belum bisa membuat anda tertidur, aku kagum.” ujar Tia dengan kagum.


“Yah, lagipula aku seorang dewi, efek buruk apapun tidak akan berpengaruh padaku,” balas Alicia yang menjawab kebingungan Tia.


Mendengar itu, Tia semakin kagum kepada Alicia. Kemudian, sembari menundukkan wajahnya penuh rasa hormat, dia berkata dengan sopan.


Bagaimanapun, jika membahas soal umur. Kemungkinan besar Alicia jauh lebih tua dibandingkan kepala desa Elf itu yang sudah hidup ratusan tahun atau mungkin ribuan tahun.


“Terima kasih atas penawaran anda, Alicia-sama. Tapi, apa anda tidak bertanya tentang apa yang ingin kulakukan, Alicia-sama?”


“Tidak,” jawab Alicia spontan. “Aku paham perasaanmu. Anak ini benar-benar keras kepala, jika tidak seperti ini, dia tidak akan pernah mau beristirahat.”


“Ya ampun, aku benar-benar tidak bisa mengalahkan anda.”


Setelah mengatakan itu, mereka berdua mulai membawaku ke tempat tidur, dan membaringkan tubuhku dengan lembut di atas kasur itu.


Di sana, Tia membelai rambutku dan tersenyum kecil. “Kau benar-benar anak yang ceroboh. Tolong jangan buat kami terlalu mengkhawatirkanmu, Tuan Pahlawan,” ujarnya.

__ADS_1


Kemudian, Tia mulai berjalan pergi dari ruangan tersebut.


“Baiklah, apa aku bisa menyerahkan sisanya kepada anda, Alicia-sama?”


“Yah, serahkan padaku. Aku akan menjaganya,” jawab Alicia.


Tia menundukkan kepalanya sejenak dan setelah itu pergi meninggalkan tempat tersebut.


Sekarang hanya tinggal tersisa aku dan Alicia yang menjagaku di tempat itu.


Saat dia melihat wajahku yang tertidur pulas, dia menaruh jarinya di pipiku.


“Dasar, seharusnya kau tidak membuat seorang dewi sekhawatir ini. Aku pasti akan membuatmu membayar semuanya setelah kau bangun,” ujarnya.


Kemudian, dia mulai membaringkan kepalanya, dan tertidur di sebelahku sembari menggenggam tanganku dengan erat.


Ini terasa sangat hangat.


Kurasa kali ini aku bisa tertidur dengan nyenyak.


...****************...


Di sisi lain, ketika aku sedang tidur, saat ini Elvy bersama dengan Mila berada di dalam kamarnya, yang mana hanya ada mereka berdua.


“Ya ampun, kau menjadi tambah semakin imut semenjak penampilanmu berubah, tolong menikahlah dengan Onee-chan dan terus bersama Onee-chan selamanya!”


“Ara ara, kau tidak perlu sedingin itu, El-chan. Tolong izinkan Onee-chan untuk melakukan ini sebentar lagi! Saat Onee-chan melihatmu yang terpotong, Onee-chan benar-benar sangat takut kau tau? Dan juga, panggil ‘Onee-chan’, oke?”


“Ugh, Mila-san, itu curang. Jika seperti itu, aku tidak bisa menolaknya.” Elvy menggerutu, dia memiliki sifat yang lemah ketika ada seseorang yang meminta tolong kepadanya.


Mila memanfaatkan sifat itu untuk bisa bermanja-manja dengan Elvy, sekalipun Elvy terlihat enggan, dia tetap tidak akan bisa menolak permintaan Mila.


“Ya ampun, kau benar-benar sangat imut! Tolong biarkan Onee-chan menikahimu!” cetus Mila sambil terus memeluk Elvy.


Mendengar itu Elvy hanya tertawa datar dan membiarkannya.


Kemudian, beberapa menit telah berlalu semenjak Mila terus bermain-main dengan Elvy. Dia akhirnya sedikit mengambil jarak dari Elvy dan mendengus dengan puas.


“Biaklah, Onee-chan sudah puas! Mari kita masuk ke pembicaraan pentingnya,” ujar wanita itu dengan senyuman yang benar-benar segar.


“Hah, hah, hah… Syukurlah….” Sedangkan Elvy saat ini sedang mengatur nafasnya kembali yang terengah-engah, karena terus dipermainkan oleh Mila. Wajah lelahnya terlihat sangat lega ketika Mila akhirnya berhenti memeluknya.


Setelah itu, dia juga mengambil jarak dari Mila, di mana saat ini mereka duduk bersebelahan di kasurnya Mila, dan mereka akhirnya dapat berbicara dengan normal.


“Jadi, sebenarnya apa yang ingin Mila-san bicarakan?” tanya Elvy yang masih belum diberitahu maksud dan tujuan Mila memanggilnya ke sini.


Dia hanya diberitahu kalau itu adalah sesuatu yang penting, jadi dia terpaksa datang ke sini meskipun dia tau bahwa nantinya dia juga akan dipermainkan.

__ADS_1


“Yah, memang benar. Ini pembicaraan yang sangat penting, dan ini juga berkaitan dengan El-chan,” jawab Mila dengan wajah senangnya.


“Aku?” seru Elvy yang kebingungan dan memiringkan kepalanya.


Pada saat itu, Mila memalingkan pandangannya dan menatap lurus ke arah Elvy dengan wajah serius yang sangat jarang dia lakukan.


Ini pertama kalinya Elvy yang melihat Mila seserius ini.


Melihatnya yang seperti itu membuatnya merasa gugup karena tiba-tiba suasananya berubah menjadi sangat tegang.


Itu reflek membuatnya menahan nafas.


“Dengar, Elvy. Aku sebenarnya juga masih ragu dengan ini, tapi…” Sebelum Mila melanjutkan perkataanya, dia memejamkan matanya sejenak, dan lanjut berkata dengan wajah serius. ”… Ada kemungkinan kakakmu— Elvin masih hidup.”


“… Huh?”


Mendengar itu, ekspresi Elvy langsung membeku, matanya terbuka lebar dengan tidak percaya.


“Kakak… ku, masih hidup?” ucapnya yang masih belum bisa menerima informasi tersebut di dalam otaknya, dan membuat dia masih bertanya-tanya apakah itu memang benar atau tidak.


Mila mengangguk. “Elvy, apa kau masih ingat anak panah yang tertancap di mata kadal itu sebelumnya?” tanya Mila.


“Tentu saja, itu benar-benar sangat akurat, dan berkat itu juga aku bisa menang,” jawab Elvy yang teringat kembali ketika dia melawan naga Roden.


Saat itu, ketika Roden berniat untuk menyemburkan nafas apinya, anak panah itu membuat konsentrasinya menghilang, dan nafas apinya terhenti. Berkat itu, Elvy dapat selamat dan memenangkan petarungan tersebut.


Tapi, dia pikir—


“Aku pikir itu adalah bantuan dari Riku-san yang menyuruh Rezim Oji-sama untuk menembakkan anak panahnya ke arah mata naga itu.”


Namun, Mila menggelengkan kepalanya dan menyangkal pendapat tersebut.


“Memang benar, dengan senjata sihir [True Bow] milik Rezim, dia bisa menembak tanpa perlu mempertimbangkan dulu ke arah mana dia akan menembak agar mencapai target, karena senjata sihirnya dapat berbelok ke tempat yang ingin dia tembak. Tapi, bahkan dengan senjata sihirnya, dia masih belum sanggup untuk mencapai naga itu.”.


“Eh, jadi siapa yang menembaknya?” tanya Mila yang semakin kebingungan.


Kemudian, Mila menjawab sembari mengangkat bahunya.


“Siapa lagi jika bukan orang itu yang mendapatkan julukan sebagai pemanah terkuat di desa ini, Sang Mata Dewa Pemburu, Elgia Elvin Cromwel, kakak laki-lakimu sendiri.”


“….”


Mendengar itu, Elvy hanya bisa terdiam,


Tapi, mengambil nafas dengan putus asa ketika dia sadar bahwa dia sudah menahan nafas selama ini, bibir Elvy berbicara dengan rasa lega dan senang yang bercambur.


“Begitu… Jadi, kakak masih hidup,” tuturnya yang sedikit gemetar.

__ADS_1


Setelah itu, dia mulai menangis terisak-isak sembari memeluk Mila.


__ADS_2