
Terbaring dengan kondisi yang gosong di depanku adalah seorang wanita cantik.
Sepertinya wanita ini adalah pimpinan Raja Iblis yang dibilang kepala desa.
Itu membuatku terkejut begitu aku melihat wanita itu yang berada di belakang kami. Hanya memikirkan dia yang akan menyerang kami tanpa kami sadari saja sudah membuatku merinding.
Jika sihir Alicia terlambat sedikit saja, mungkin kami sudah dihabisi.
Aku benar-benar meremehkannya.
“Uuh.. Ughh, aku tidak percaya itu akan berdampak sampai sekuat ini. Siapa kalian sebenarnya? Orang yang bisa menggunakan sihir suci sekuat ini, apa kau seorang uskup agung?” ujar wanita itu ketika dia perlahan-lahan mulai bangkit.
Aku dan Elvy segera mundur ke belakang Alicia, tampaknya ini tidak akan berakhir dengan mudah. Aku tidak percaya dia akan bertahan dari sihir Alicia.
“Tapi itu benar-benar disayangkan, aku memiliki item yang membuatku dapat bertahan dari serangan sihir suci, meskipun kau—“
“[Sacred Turn Undead]!”
“Kyaaaahhhhhh—!!!”
“Padahal kau hanya undead rendahan, ada apa dengan kesombonganmu itu?” ujar Alicia yang menyerang Vampir itu lagi dengan sihir anti-undead tanpa membiarkannya selesai dengan perkataannya.
Wanita Vampir itu terjatuh lagi, dan tubuhnya mengeluarkan asap gosong. Tapi, seperti yang diduga, dia masih belum lenyap. Tampaknya dia memiliki suatu item yang dapat membuatnya kebal terhadap serangan suci.
__ADS_1
Benar-benar merepotkan.
Bahkan serangan dari dewi itu tidak dapat memberikannya luka yang fatal. Ini mungkin akan sedikit berbahaya untuk bertarung melawannya.
Apa yang harus kami lakukan?
Selagi aku memikirkan rencana untuk mengalahkannya, Alicia mendesah panjang, dan berkata dengan suara yang terdengar kesal.
“Apa yang kau lakukan di sini? Cepat pergilah.”
“Eh?” Alis mataku terangkat, dan itu membuatku bertanya-tanya apa yang sebenarnya gadis ini katakan, apa dia bodoh?
“Mau sampai kapan kau terus di situ, Riku? Bukankah kau memiliki misi yang lebih penting? Cepat pergilah ke tempat semua orang, dan cepat kalahkan naga itu. Untuk undead rendahan ini saja kau bisa menyerahkannya kepadaku,” lanjut Alicia tanpa menoleh sedikitpun ke arahku, dan terus menatap tajam ke arah Vampir itu.
Meskipun begitu, aku masih dapat melihat wajahnya yang menyeringai penuh percaya diri.
“Kuserahkan di sini kepadamu, sobat!”
“Ouh, serahkan kepadaku!”
Setelah mengatakan hal itu, aku segera meraih tangan Elvy dan pergi dari tempat itu. Dari belakang, aku dapat mendengar suara mereka yang sudah mulai bertarung.
“Ayo pergi, Elvy-chan!”
__ADS_1
“Ta-Tapi, Alicia-san…” Ketika aku menarik tangan Elvy dengan paksa dan mulai berlari, dia terlihat sedikit gelisah memikirkan Alicia yang kami tinggalkan sendiri.
“Kau tidak perlu khawatir, dia pasti baik-baik saja!”
Yah, dewi itu pasti baik-baik saja.
Sekalipun dia telah kehilangan kekuatannya, dia tetap seorang dewi. Aku yakin dia masih memiliki kekuatan untuk melawan pimpinan pasukan Raja Iblis dengan mudah.
Lagipula lawannya adalah undead, tidak ada yang perlu dipermasalahkan.
Jadi aku yakin dia baik-baik saja.
“Meskipun seperti itu, dia sangat bisa diandalkan disaat seperti ini. Yah, selama dia memiliki stamina yang cukup, aku yakin dia baik-baik saja,” ucapku dengan penuh percaya diri.
Tapi, pada saat itu juga suasananya berubah menjadi hening.
“Entah kenapa itu membuatku semakin khawatir, Riku-san.”
“Yah, kau benar.”
Aku benar-benar lupa kalau dewi itu hanya memiliki stamina yang sedikit. Dia adalah orang yang hanya berjalan selama beberapa menit saja sudah menjadi seperti orang yang sekarat.
Apa dia benar-benar baik-baik saja ditinggal sendiri?
__ADS_1
Semakin aku memikirkannya, itu hanya membuatku semakin khawatir.
Sial, kurasa aku harus menyelesaikan ini dengan cepat dan menyusulnya terlebih dahulu. Pada akhirnya, wanita itu hanya membuat ini semakin merepotkan saja.