
Melihat sosok Elvy yang perlahan-lahan turun ke bawah, semua orang diam tercengang. Mereka terlihat tidak percaya kalau gadis yang sebelumnya telah mati terpotong dua itu telah hidup kembali.
“El-chan?!” seru Mila begitu melihat Elvy yang hidup kembali.
Dia langsung berlari ke arahnya dengan penuh semangat dan memeluknya, bahkan dia langsung menjatuhkanku ke samping begitu dia melihatku yang masih digendong oleh Elvy.
Orang ini mengerikan.
“El-chaaannnn! Huaaa! Onee-chan sangat mengkhawatirkanmu kau tau! Tolong jangan tinggalkan Onee-chan lagi seperti itu!!” rengeknya dengan tangisan yang keras sambil memeluk Elvy dengan sangat erat.
Entah kenapa dia mirip denganku.
Elvy juga memeluknya dengan lembut, dan mungkin karena sudah berpengalaman denganku, dia dapat dengan tenang menangani wanita itu.
“Maaf telah membuatmu khawatir, Mila-san,” ujarnya dengan senyuman lembut, sambil mengelus kepala dari wanita dewasa yang menangis itu.
“Semuanya, maaf telah membuat kalian khawatir! Sekarang sudah baik-baik saja, serahkan semuanya kepadaku! Aku akan membuat naga ini menerima semua perbuatannya!” teriak Elvy dengan tatapan yang tajam dan menunjuk ke arah Roden yang terus memperhatikannya.
Mendengar itu semua orang terlihat sangat senang, dan cahaya harapan mulai terlihat di mata mereka.
Sekarang, sudah saatnya untuk menyerang balik.
“Serangga kecil sialan! Emang apa yang bisa kau lakukan seorang diri! Apa kau benar-benar berpikir bisa mengalahkanku!! Bermimpi juga ada batasnya!!” Merasa kesal dengan deklarasi Elvy, naga itu mulai menjadikannya sebagai target dan mengabaikan semua serangan dari para Elf lainnya.
Melihat itu, aku dengan panik segera menyeret Mila bersamaku untuk menjauh.
Dia terlihat mengeluh, tapi aku tidak memperdulikannya.
Dengan kecepatan yang luar biasa, Roden mulai berlari ke arah Elvy dan berniat untuk menerjangnya. Menggunakan gigi taringnya yang tajam, dia bersiap-siap untuk memakan gadis itu
“Raaaggghhh—!!!”
Tapi, masih dalam senyumannya, Elvy berhasil menahan tubrukan dari Roden hanya dengan menggunakan lengannya saja, itu membuat Roden terkejut. Namun, tidak cukup sampai di situ, Elvy menguatkan kekuatan di kakinya dan dengan sekuat tenaga mulai mengangkat tubuh naga Roden.
“—Hah?!”
Melihat itu, aku dan semua Elf yang menyaksikannya membuka mulut kami dengan terkejut.
Aku memang tau bahwa bahan yang kugunakan mungkin berasal dari monster yang kuat, tapi aku tidak percaya itu akan sekuat ini.
Elvy dengan mudahnya mengangkat tubuh Roden tinggi-tinggi, dan kemudian membantingnya dengan sekuat tenaga.
“Hiyah!” jerit Elvy, dan melempar naga itu sejauh mungkin.
“Oooh!”
Melihat naga itu yang terlempar dengan sangat mudah, aku dan para Elf berseru.
Ini benar-benar pertarungan yang hebat, level kami terlalu berbeda. Padahal aku belum memberikannya [Buff Potion], ada apa dengan kekuatan yang di luar nalar itu?
Bukankah itu terlalu curang?
“Keh! Sialan!” rintih Roden begitu dia terjatuh ke tanah dengan dentuman yang keras, membuat tubuhnya menjerit kesakitan.
“Bagaimana, apa kau sudah menyerah?” tanya Elvy saat dia terbang untuk melihat naga itu yang tersungkur di atas tanah.
“Menyerah?! Jangan sombong dulu, bajing*n!! Hanya karena kau bisa melemparku sekali, kau sudah berlagak seperti seorang pemenang?! Akan kuberitahu seperti apa kekuatan asli dari seekor naga!!” jerit Roden, dan dia langsung menerjang ke arah Elvy sekali lagi dengan kecepatan yang buas.
Mengepakkan sayapnya, dia meluncur ke tempat Elvy terbang. Namun, Elvy dengan lihai menghindarinya, dan mereka mulai bertarung satu lawan satu di atas langit.
Bunyi dentuman yang keras terus bergema di atas langit, seakan-akan langit akan runtuh.
Roden berkali-kali menembak Elvy dengan bola api, tetapi Elvy dengan mudah menghindarinya. Kemudian, dia mulai mendekati Roden, dan dengan kuat memukul naga itu. Namun, Roden juga berhasil bertahan dengan tinjunya.
Elvy sekali lagi mundur untuk mengambil jarak, dan Roden langsung mengayunkan ekornya begitu melihat gadis itu yang ingin kabur. Elvy mencoba untuk menghindarinya, tapi itu tidak sempat dan dia hanya menangkisnya menggunakan kedua sayapnya.
“Cih! Kau benar-benar menganggu!” Roden menekan Elvy dengan kecepatan yang lebih ganas, dan menghempaskan tubuh gadis itu.
“Ergh! Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti teman-temanku lagi! Aku akan mengalahkanmu di sini!” teriak Elvy. Dia langsung terbang mendekati Roden begitu lukanya pulih kembali, dan meninju wajah naga itu dengan lengan kecilnya.
Namun, berbeda dari kelihatannya, kekuatan yang diberikan jauh lebih kuat. Naga itu sedikit terhuyung-huyung ke belakang ketika dia menerima tinju itu.
__ADS_1
“Cih! Dasar mahkluk rendahan! Mahkluk seperti kalian seharusnya mati dan menjadi makananku saja sudah cukup! Hanya untuk itulah kalian diciptakan!!” teriak Roden dengan tatapan yang dipenuhi oleh amarah.
“Tidak!!” sanggah Elvy terhadap pernyataan Roden, sembari memukul dan menangkis semua serangan yang datang.
“Semua mahkluk berhak untuk mendapatkan kebahagiaan mereka!! Sama sepertimu, mereka juga berusaha untuk hidup! Mereka semua berjuang keras untuk bertahan dari dunia yang keras ini! Hanya karena mereka lemah, bukan berarti kau pantas untuk menentukan takdir mereka!!” tambah Elvy ketika dia memberikan satu pukulan yang kuat ke wajah naga itu.
Aku memang sudah tau ini dari lama, tapi aku tidak menyangka akan separah ini.
“Elvy-chan benar-benar sangat polos,” ujarku dengan suara yang datar ketika aku menyaksikan semua pertarungan mereka.
“Benar, kan?! Itulah yang bagus dari El-chan manisku!! Dia benar-benar sangat polos dan imut!! Ahaha, ternyata kau memiliki mata yang bagus juga, anak muda!!” sahut Mila di sampingku dengan kegirangaan dan menepuk-nepuk punggungku.
Wanita satu ini juga sama merepotkannya dengan dewiku.
Karenanya aku tidak bisa fokus melihat pertarungan mereka. Setiap kali Elvy diserang dan menyerang, Mila selalu saja menjadikanku alat pelampiasannya. Dia terkadang menarik rambutku atau memukulku.
Benar-benar menjengkelkan.
Tidak bisakah dia menonton dengan tenang. Emangnya kau bapak-bapak yang lagi nonton pertandingan sepak bola?
Ya ampun, tubuhku sakit semua meskipun bukan aku yang bertarung.
“Kau benar-benar gadis yang berisik!!” cetus roden dengan amarah yang terus berapi-api.
Sampai saat ini pun, pertarungan mereka masih terus berlanjut dengan tegang dan belum ada tanda-tanda mereka akan selesai. Ini karena kekuatan mereka hampir setara sehingga sulit untuk menentukan siapa pemenangnya.
Namun, tampaknya mereka juga sudah muak dengan itu.
“Aku sudah muak dengan ini! Akan kuakhiri kau sekarang juga!” teriak Roden, dan pada saat itu, ledakan api hitam membakar tubuhnya, membuat seluruh tubuhnya saat ini diselimuti oleh api hitam yang membara.
Aku dan semua orang yang melihat itu terkejut.
Itu adalah kekuatan yang sama ketika dia terlepas dari serangan kami sebelumnya. Aku tidak tau apa itu, tapi kekuatan itu dapat meniadakan semua status buruk yang dia miliki, dan meningkatkan kekuatannya berkali-kali lipat.
Ini gawat, jika dia menggunakan nafas apinya dalam mode api hitamnya, kemungkinan besar Elvy tidak akan bisa menahannya.
Dia memang seorang Homunculus, dan dia adalah mahkluk abadi. Tapi, bahkan itu tetap sulit baginya untuk beregenerasi ketika seluruh tubuhnya habis terbakar tanpa menyisakan debunya sedikitpun.
Tapi—
“Baiklah, aku juga sudah bosan dengan semua ini! Ayo kita akhiri ini dengan sekali serangan!” ujar Elvy, yang juga mulai bersiap-siap dengan serangan terkuatnya.
“Tidak Elvy-chan! Kau tidak perlu mengikutinya!!”
Sial, dia terlalu polos.
Itu memang keren untuk saling adu jotos menggunakan kekuatan terkuat mereka, bisa dibilang ini adalah pertarungan fantasi yang kuimpikan. Tapi, itu terlalu beresiko jika kau memikirkannya secara nyata.
Apapun itu, aku harus menghentikan ini.
Tapi, sayangnya suaraku tidak dapat menjangkau mereka karena mereka terlalu jauh di atas langit, di mana banyak angin yang menghalau suaraku.
Ini benar-benar merepotkan.
Apa yang harus kulakukan?
Di sana, selagi aku memikirkan cara untuk membantu Elvy. Elvy sudah bersiap dengan tinjunya, dia mengambil posisi yang sedikit menunduk, dan memfokuskan semua kekuatannya pada tangan kanannya.
Pada saat itu juga, tangan kanan Elvy mulai menjadi semakin besar dan besar, membentuk lengan dari seekor naga raksasa.
“Eh?!” Melihat itu aku terkejut.
Aku tidak percaya dia juga bisa melakukan sesuatu yang seperti itu. Sebenarnya seberapa kuat naga Ragnarok ini, dari namanya aku tau itu pasti bukan monster biasa, tapi aku tidak percaya hanya giginya saja bisa sampai sekuat ini.
Tidak, sekarang bukan saatnya memikirkan hal itu.
Aku harus memikirkan cara untuk menghentikan Elvy atau naga itu secepat mungkin.
Mereka berdua saat ini sama-sama mengumpulkan kekuatan mereka semua untuk memberikan serangan telak yang dapat membunuh lawannya dalam sekali serangan.
Tapi, melihat dari situasinya, kurasa Roden akan lebih dulu membakar Elvy sampai lenyap sebelum Elvy dapat mengayunkan tinjunya ke Roden.
__ADS_1
Apapun itu, aku harus memikirkan sesuatu untuk membantunya.
Bisakah aku mengganggu konsentrasi naga itu sebentar saja?
“Mila-san, apa kau bisa mengarahkan sihirmu tepat di mata naga itu?!” tanyaku kepada Mila yang saat ini juga sedang geram melihat Elvy yang bertarung melawan naga itu.
Tampaknya dia juga mengerti dengan situasinya, wajahnya terlihat panik.
Saat dia ingin menjawabku, dia merunduk dengan suram. “Maaf, tapi semua kekuatan sihirku sudah habis, aku tidak dapat menggunakan sihir lagi untuk sementara waktu.”
Keh, ini benar-benar menyakitkan.
Apa tidak ada cara lain?
“Oh ya, Rezim! Apa kau bisa menggunakan panahku untuk memanah mata naga itu?!” teriakku kepada Rezim yang saat ini berdiri di atas pohon menyaksikan pertarungan Elvy juga.
Mendengar itu, dia menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Maaf mengecewakanmu, Riku. Tapi, bahkan aku tidak bisa menjangkau mereka dari sini.”
“Uuh…”
Tubuhku menjadi semakin lemas, dan itu membuatku menjadi semakin khawatir kepada Elvy. Aku sudah kehabisan semua cara yang kubisa untuk mengganggu konsentrasi dari naga itu sebentar saja.
Ayolah, pasti ada cara.
Pikirkanlah sesuatu, Shinomiya Riku, atau kau akan kehilangan Elvy lagi!
Apa yang harus kulakukan?
Apa yang harus kulakukan?
Apa yang harus kulakukan?
“Baiklah, ini sudah terlambat! Aku akan membakarmu tanpa sisa!!” jerit Roden, dan dia mulai menyemburkan nafas api hitamnya ke arah Elvy.
Aku sudah terlambat.
Ini tidak akan sempat lagi untuk menolongnya.
Sial, apa kali ini kami juga akan gagal?!
Tapi—
Sebelum Roden sempat mengeluarkan nafas apinya, sebuah anak panah tiba-tiba menusuk matanya, dan membuat dia kehilangan kendali atas nafas apinya.
Melihat itu, mataku terbuka lebar.
“Siapa itu?” tanyaku spontan.
Tidak hanya aku, semua orang yang melihatnya juga terkejut.
“Mustahil...” gumam Mila seakan tidak percaya. Tampaknya dia tau sesuatu tentang ini, tapi dia sama sekali tidak mengatakan apapun.
“Keggh!! Apa yang—“ rintih Roden ketika dia menyadari matanya telah tertusuk.
Tapi, saat dia ingin mencari tau siapa pelaku dari panah tersebut, semuanya sudah terlambat untuknya. Elvy telah selesai dengan lengan raksasanya, dan bersiap untuk menghantamkan seluruh kekuatannya kepada naga itu.
“Baiklah, ini adalah akhir bagimu, Roden!!’ pekik Elvy ketika dia dengan sekuat tenaga mengayunkan lengan naganya yang sebesar mansion itu kepada Roden.
Menyadari hal tersebut, Roden berniat untuk menghindarinya, tetapi itu semua sudah terlambat. Tinju raksasa Elvy langsung menghantam tubuh naganya, dan menghancurkan semua daging berserta tulang yang dia miliki tanpa ampun.
“Sial!” ujarnya dengan wajah yang pasrah.
Kemudian—
‘Bum!’
—Layaknya seekor nyamuk yang ditepuk dengan keras, dia mati dengan semua tubuhnya yang hancur berantakan.
Pertarungan pun berakhir dengan Elvy yang berdiri sebagai pemenang.
__ADS_1