Sistem Alkemis Terkuat

Sistem Alkemis Terkuat
Prolog


__ADS_3

—Kerajaan Randolf, Ibukota Dolfan.


Saat ini, hari sudah malam, dan beberapa orang telah tertidur.


Namun, masih dalam hiruk-pikuknya suasana malam, bahkan sampai sekarang masih banyak bar dan kedai makanan yang terbuka, dan dijam seginilah mereka pada sibuk melayani para pelanggan yang terus berdatangan.


“Oi, apa kau sudah dengar rumor tentang Haruto-sama yang ingin melakukan duel dengan pahlawan lain? Aku dengar acaranya akan diadakan minggu depan di arena kerajaan,” ujar seorang pria yang merupakan seorang petualang, yang saat ini sedang bergosip di dalam sebuah bar sambil minum-minum di malam itu.


Saat dia mengatakan hal itu, temannya yang bersamanya terkejut.


“Kau serius?! Tidak! Itu jelas tidak mungkin! Kau menipuku, kan?!”


“Oi oi, kau pikir orang mabuk sepertiku bisa berbohong.”


“Aku bahkan lebih terkejut jika kau tidak berbohong ketika sedang mabuk.”


“Oh, ayolah kawan, percayalah padaku. Aku sama sekali tidak bohong, lagipula ini sudah diketahui oleh banyak orang, jadi kenapa kau tidak mempercayainya?”

__ADS_1


“Bisa jadi itu hanya rumor palsu, kan? Lagian juga, siapa pula yang berani menantang duel sama pahlawan pengguna pedang suci itu? Aku dengar sebelumnya dia berhasil mengalahkan Raja Gurun hanya dalam sekejab. Yah, maksudku, sebenarnya orang bodoh mana yang berani melawan orang seperti itu?” tanya temannya yang masih bersikeras tetap menolak untuk percaya.


Tapi, saat itu juga pria tersebut menyerangai lebar, dan menjawab pertanyaan temannya itu dengan semangat yang tinggi.


“Sebenarnya aku sendiri juga kurang tau dengan orang itu. Tapi, dari rumor yang aku dengar. Dia berhasil mengalahkan salah satu dari petinggi pasukan raja iblis, Estella sang Vampir Bulan Merah, dan tidak hanya itu, dia juga berhasil mengalahkan Roden sang Naga Jahanam di hutan para Elf yang terkenal itu, di mana bahkan petualang tingkat atas tidak berani untuk pergi ke sana, karena merupakan sarang dari para monster dan binatang sihir level tinggi,” jawabnya.


Ketika mendengar itu, temannya yang sedang mendengarkan cerita pria itu sambil meminum birnya, langsung terkejut dan menyemburkan semua bir yang ada dimulutnya.


“Uhuk! Uhuk!” Dia terbatuk-batuk.


“Oi, jangan sembarangan membuang minumanmu di wajah orang!” tegur pria itu dan mengelap wajahnya yang basah oleh air bir.


“Sudah kubilang aku tidak berbohong! Kau teman lamaku, tapi kenapa kau tidak pernah mempercayaiku?! Jika kau memang tidak percaya, lihat saja nanti, aku yakin akan segera ada pengemumannya tentang duel mereka.”


“….”


Temannya terdiam, tapi Grill sama sekali tidak memperdulikannya.

__ADS_1


Seringainya hanya semakin lebar dan lebar dengan penuh semangat. Kemudian, menunjuk ke arah wajah bodoh temannya yang tercengang, dia berkata.


“Ayo kita bertaruh siapa yang akan menang di antara mereka berdua?”


Seperti itu, malam di Ibukota kerajaan dihebohkan oleh rumor tentang duel yang akan dilakukan oleh pahlawan terkuat yang pernah ada dengan seorang pahlawan yang entah darimana datangnya.


Tapi, karena itu juga, mereka menjadi lengah dan tidak sadar dengan ancaman lain yang sudah berada tepat di dekat mereka.


“Dual ya… Khuku, ini pasti akan menjadi sesuatu yang sangat menarik,” ujarnya, dengan tawa yang menampakkan gigi taringnya yang tajam.


Saat ini, masih tetap di bar yang sama, duduk sendiri di ujung kursi yang ada di bar itu dan memakai jubah yang menutupi wajahnya, orang itu tersenyum dengan seringai yang buas.


“Aku yakin Yang Mulia juga akan sangat senang jika aku membunuh dua pahlawan terkuat sekaligus,” lanjutnya, dan mulai tertawa dengan sangat senang.


“Khukuku! Ahahahahahaha!! Tunggulah para pahlawan, aku akan mengubur kalian semua dengan tanganku sendiri! Ahahahahaha!!” teriaknya sambil terus tertawa dengan suara keras yang menggelegar.


Ketika itu juga, pemilik bar langsung melemparnya dengan piring kosong untuk membuat orang itu terdiam, karena tawanya mengganggu pelanggan lain.

__ADS_1


Lengah karena terlena oleh kesenangannya sendiri, piring itu dengan sempurna mendarat di wajahnya dan membuat tubuhnya terbanting keras.


“Ya ampun, akhir-akhir ini aku sering kedatangan pelanggan yang aneh.”


__ADS_2