
" Kini mereka telah tiba di rumah..Alberth lalu menggendong adik kecilnya yang masih terlelap dalam tidurnya..sedangkan Rifki pergi ke kamarnya untuk mengganti seragam sekolah dengan baju biasa.."
" Setelah sampai di kamar Dita , Alberth merebahkan tubuh adiknya ke atas kasur , lalu menyelimutinya..Cup..Alberth mencium kening adiknya"...tidur yang nyenyak meimei , ucap Alberth sendiri.
" Kemudian Alberth keluar dari kamar adiknya dan berjalan menuju kamarnya untuk mengganti seragam sekolah dengan baju biasa.."
" Selesai mengganti bajunya..Alberth keluar dari kamarnya berjalan menuju ke dapur...disana Alberth bisa melihat jika adik kelimanya sudah memasak makanan untuk makan siang.."
Kamu ingin masak apa Didi ??? tanya Alberth yang sudah di depan Rifki. Rifki masak udang kriuk-kriuk kak Alberth , jawab Rifki.
Apa boleh kakak membantu ??? tanya Alberth. apa kakak bisa ??? tanya balik Rifki " pasalnya selama ini kakak mereka tidak pernah hidup susah , mungkin saja mereka tidak bisa memasak.."
Tentu saja bisa Didi..Dage dulu juga sering memasak ketika ayah dan ibu masih hidup , jawab Alberth. baiklah kak Alberth..kalau begitu kak Alberth kupas udangnya saja , Rifki akan menyiapkan bumbunya , ucap Rifki. ya , balas Alberth.
" Alberth lalu mengupas udang seperti yang di ucapkan oleh adiknya..Rifki lalu membuat bumbu yang akan di campur dengan tepung..satu jam berlalu , udang kriuk-kriuk , telah tersaji di meja makan.."
Kak Alberth..ayo kita makan dan cicipi udang buatan kita , tidak usah menunggu adik..karena jika adik sedang merasa sedih dan lelah , adik lebih mudah merasa kantuk , tetapi itu tidak apa-apa , ucap Rifki.
Baiklah kalau begitu..ayo kita makan , jawab Alberth."mereka berdua lalu makan dengan tenang.."
" Selesai makan , Rifki pergi ke kebun..sedangkan Alberth duduk di taman belakang yang dekat dengan kebun , dengan ditemani teh untuk Albert dan kopi untuk Rifki.."
" Kembali ke Dita" !!! uurrgghh..lenguh Dita yang mulai bangun dari tidurnya"...ternyata aku ketiduran , ucap Dita sendiri." lalu Dita melihat jam di dinding kamarnya , menunjukkan pukul 16.30..lama juga ya aku tidur , gumam Dita !!!
" Dita kemudian bangun dari atas ranjang dan berjalan ke kamar mandi , lalu membersihkan dirinya..selesai dengan segala ritualnya , Dita berjalan keluar untuk mencari kakaknya.."
" Dita bisa melihat jika semua kakaknya berada di taman belakang sedang duduk bersantai..Dita lalu menghampiri mereka dan ikut duduk.."
Kakak..Dita lapar , ucap Dita. kalau lapar ya makan dek , jawab Rifki. iicchh..kak Rifki , tidak peka , balas Dita dengan memanyunkan bibirnya. sudah..sudah...jangan cemberut , kakak sudah tahu maksudmu , ucap Rifki.
__ADS_1
" Rifki lalu meminta butler mengambilkan makanan untuk adiknya...beberapa menit kemudian , makanan telah tiba..Dita segera melahap habis makanan itu , karena memang sudah sangat lapar.."
Pelan-pelan meimei makannya , jangan tergesa-gesa..tidak akan ada yang merebut makanan itu darimu , ucap Alberth.
Hhmm..hhmm..balas Dita hanya dengan berdehem." karena mulutnya penuh dengan makanan..Rifki menghela nafas berat melihat tingkah sang adik.."
Uuhh...Alhamdulillah..kenyangnya...ucap Dita yang telah selesai makan. dek..setelah ujian selesai , bagaimana kalau kita kembali ke kota B sebentar..karena hari kamis hari Raya Idhul Adha , kakak ingin berbagi dengan warga desa disana...
Bagaimana menurutmu..kamu mau tidak , kamu bisa melihat sendiri kan setiap tahunnya tentang pembagian daging kurban di desa kita , ucap Rifki. Ya kak Rifki..Dita setuju sekali , jawab Dita." Rifki tersenyum senang mendengar jawaban adiknya..."
" Alberth yang mendengar ucapan Rifki , merasa sangat sedih...apa mereka tidak pernah memakan daging selama ini , apa hanya 1th sekali adik-adik'ku ini makan daging dan itu menunggu daging kurban...monolog Alberth.."
Apa kalian tidak pernah makan daging sebelumnya dan hanya menunggu hari Raya kurban untuk makan daging ??? tanya Alberth yang sudah sangat penasaran.
Bisa iya dan bisa tidak kak Alberth..kami lebih memilih untuk berhemat , tetapi bukan berarti kita pelit atau kikir..di rumah yang bekerja hanya kak Rifki , sedangkan Dita sekolah , ucap Dita.
Daripada kita menghabiskan uang 100.000 untuk membeli daging dan hanya untuk makan sehari..lebih baik uangnya buat beli lauk yang lain , jawab Rifki.
Karena Setiap mereka panen , mereka akan mengambil panen berupa gabah untuk di simpan dan di selep sedikit demi sedikt untuk makan sehari-hari mereka , balas Dita.
Sisa gabah yang lain , mereka jual kepada tengkulak..di desa Brumbung , jika kita sudah mempunyai gabah sudah merasa tenang dan ayem , tidak ada ikan untuk makan tidak apa-apa yang penting ada beras , sambung Rifki.
Kadang kami juga berbagi sayuran kepada tetangga jika mereka tidak punya uang untuk membeli lauk...kami juga sudah terbiasa jika hanya makan nasi putih dan sambel serta lauknya krupuk , ucap Dita.
Kami juga merasa bahagia...walau makan sederhana , yang penting kami tidak mempunyai hutang...
Seberat apapun keadaanmu , jika kamu tidak memiliki hutang , hidupmu akan bahagia dan damai..walaupun kamu kaya dan hidupmu senang , jika kamu memiliki hutang , hidupmu pasti hampa dan tidak akan pernah tenang , balas Rifki.
Mungkin bagi orang-orang yang ekonominya menengah ke atas..uang 100.000 tidak ada artinya , tetapi bagi warga desa Brumbung yang keadaan ekonominya di bawah , uang itu bisa di buat makan sampai 5 hari , ucap Dita.
__ADS_1
Apa yang dikatakan kami adalah kisah nyata dan memang benar-benar terjadi..uang 100.000 mereka belikan ayam 1 1/2kg dan bumbunya , mereka memotong ayam itu kecil-kecil..
Setelah itu mereka memasaknya dan memakannya sehari 3x dalam 5 hari..jika keluarga mereka banyak , mereka akan membaginya , balas Rifki.
Mungkin bagi orang yang tidak pernah mengalami dan merasakannya harus besyukur...janganlah membuang makanan , lebih baik jika tidak habis , bisa di bawa pulang , sambung Dita.
Ada suatu ungkapan...beras itu titisan Dewi sri , ojo pernah buwak sego , nek ora gelem di sapeh !!! arti sapeh bisa berbeda-beda , tegantung dari ungkapan kata...sapeh disini , berarti rejekimu akan di ubah menjadi di bawah..ucap Rifki.
Jadi..kami disini tidak pernah memilih-milih makanan , kami makan seadanya..kak Alberth bisa membuat kesimpulan sendiri dari ucapan kami , pernah makan daging atau tidak , jawab Dita.
" Alberth yang mendengar ucapan dari adik-adiknya merasa sangat sedih dan sakit di hatinya.."
Karena itu kalian suka berbagi dan memborong dagangan dari pedagang kaki lima , tanya Albert.
Benar sekali..kami dulu juga pernah merasakannya , waktu dulu kami ingin makan es atau jajan yang lainnya , tetapi kami tidak mampu untuk membelinya , jawab Dita.
Padahal jajanan itu harganya 500..hehehe..walaupun hanya 500 , jika memang tidak punya uang , juga tidak akan bisa membelinya...
Jangan pernah meremehkan sesuatu , karena suatu saat jika kalian mengalaminya sendiri , akan merasakan apa yang dialami oleh orang itu..dan kalian akan merasakan perasaan yang sangat sakit di hatimu , ucap Rifki.
visual udang kriuk- kriuk
visual kopi di taman
__ADS_1
visual teh
Bersambung...baibai 😉😉😉😉😉😉😉