Sistem Kekayaan Jalan Jalan Sambil Berbuat Kebajikan

Sistem Kekayaan Jalan Jalan Sambil Berbuat Kebajikan
episode 26


__ADS_3

" Kini mobil yang di kendarai oleh Rifki sudah memasuki alas Cepu...di kanan kiri hanya ada pohon jati , semua alas ini di kelola oleh Perhutani , setiap jarak 10Km akan ada pos perhutani..."


" Para penjaga pos itu...menjaga hutan agar pohon-pohon jati yang sudah tumbuh besar di kedalaman hutan...tidak dicuri oleh orang jahat , jadi setiap 3 jam sekali , mereka akan masuk ke dalam hutan untuk berpatroli..."


" Walaupun memasuki alas cepu dan sudah malam hari , jalanan tetap ramai...karena adanya truk-truk yang mengangkut pasir dari Cepu untuk di jual di kota-kota sekitar..."


" Setelah 30 menit berkendara , mereka telah sampai di taman seribu lampu...kemudian mereka keluar dari dalam mobil , setelah memarkirkan mobil mereka...."


kak..ayo kita berfoto bersama di taman ini , ucap Dita." dengan menarik tangan kakaknya"...iya dek , jawab Rifki.


" Rifki hanya pasrah tangannya di tarik oleh adiknya...mereka lalu berfoto riya dengan banyak gaya yang menampilkan keindahan lampu taman...mereka juga berfoto di dekat patung kuda..."


Kak...Dita ingin makan telur gulung , ayo kita kesana , ucap Dita." yang menunjuk penjual telur gulung"....ya , ayo kesana , jawab Rifki.


" Mereka lalu berjalan menuju kesana"... pak , beli telur gulungnya 25.000 ya , ucap Dita. ya mbak , jawab penjual telur gulung.


" Rifki lalu membayar telur gulung itu"...ini pak uangnya , ucap Rifki." dengan menyerahkan uang kepada penjual telur gulung..."


Iya mas...jawab penjual telur gulung." dan menerima uang dari Rifki...sambil menunggu telur gulungnya matang , Dita melihat-lihat sekitar...Dita melihat ada seorang anak kecil yang menangis..."


" Anak itu ingin minuman thai tea..tetapi sang ibu memberi penjelasan kepada sang anak , kalau ibunya belum bisa membelikan thai tea itu..."


" Uangnya sudah habis untuk membeli kebutuhan makan buat besok pagi...anak itu menangis semakin kencang..."


" Sang ibu juga ikut merasa sedih di hatinya karena tidak bisa membelikan anaknya thai tea..."


" mungkin bagi orang lain , yang ekonominya berada di tingkat menengah keatas , uang 5.000- 10.000 tidak begitu berarti..."


" Tetapi percayalah...bagi yang keadaan ekonominya menengah ke bawah , itu sangat berarti untuk mereka..."


" Di kota B banyak orang-orang yang penghasilannya dibawah 50.000...tetapi mereka bisa mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari bahkan menabung..."


" Mereka harus berhemat karena keadaan di kota B masih sangat m***** berbeda dengan kehidupan di kota sekitarnya..."


" Dita yang melihat itu semua merasakan sesak di hatinya , lalu Dita mendekati ibu dan anak itu..."


Halo dek..adek ingin thai tea itu , tanya Dita. iya mbak , ucap anak kecil itu.pesan saja yang adik inginkan , jawab Dita.


Benarkah mbak ??? tanya anak itu. tentu saja benar dek , balas Dita. baik kak , terima kasih , jawab anak itu.


Maaf nak...jangan , saya tidak ingin merepotkan , ucap ibu dari anak itu. tidak apa-apa bu , jangan menolaknya...kasihan anak ibu , mungkin ini juga sudah rejeki dari anak ibu bertemu dengan saya , jawab Dita dengan bijak.


Baiklah kalau begitu...terima kasih banyak ya nak , jawab ibu itu. sama-sama bu , balas Dita." Kemudian Dita menoleh ke anak kecil itu..."

__ADS_1


Sekarang pesanlah apa yang kamu suka...kakak yang akan membayarnya , ucap Dita. baik mbak , terima kasih mbak , jawab anak itu.


" Lalu anak itu melihat ke arah ibunya ...setelah ibunya mengangguk , anak itu baru berani memesan thai tea..."


" Rifki yang sedang menunggu telur gulung adiknya matang dan melihat perbuatan adiknya tersenyum tipis..."


Mas ini telur gulungnya sudah matang , ucap bapak penjual telur gulung." dengan menyerahkan telur gulung kepada Rifki..."


Ya pak...terima kasih , jawab Rifki. sama-sama mas , balas bapak penjual telur gulung. permisi pak , ucap Rifki. ya mas , balas bapak penjual telur gulung.


" Kemudian Rifki berjalan menuju patung kuda dan menunggu adiknya disana...Selesai memesan thai tea , Dita membayar thai tea tersebut , tak lupa juga Dita ikut memesan thai tea untuk dirinya dan kakaknya..."


Bu...kalau boleh tahu , ibu bekerja dimana ??? tanya Dita. ibu bekerja sebagai buruh tani nak , karena gagal panen akibat musim kemarau yang panjang , upah dari bekerja di potong...


Kami para buruh tani yang lain juga memakluminya...karena pemilik sawah adalah orang yang baik..


Jika panen bagus...pemilik sawah akan menambahkan upah kami , tetapi ini gagal panen , sudah beruntung kita masih mendapatkan upah walau setengah , ucap ibu itu.


Iya ibu memang benar...hampir setiap desa di kota B gagal panen karena musim kemarau yang panjang , jawab Dita.


Permisi...mbak ini thai teanya sudah jadi , ucap penjual thai tea. ya , terima kasih ucap Dita." lalu mengambil thai tea dari tangan penjual..."


Sama-sama mbak , ucap penjual thai tea. ini dek thai tea untukmu , ucap Dita." dengan menyerahkan thai tea kepada anak itu"...terima kasih mbak , ucap anak itu. sama-sama dek.


Bu...ini ada sedikit rejeki buat ibu , tolong diterima dan jangan menolak rejeki ini , ucap Dita.


Tetapi nak.."ucapan ibu itu terputus sebelum menyelesaikan perkataannya"...tidak ada tapi-tapian bu , tolong diterima rejeki ini , anggaplah ini rejeki anak ibu , ucap Dita dengan tegas tetapi sopan.


Baiklah nak...ibu akan menerima rejeki ini , terima kasih nak...Allah yang akan membalas semua perbuatan baikmu , ucap ibu itu. Amin..balas Dita !!!


MISI TERSEMBUNYI TELAH DISELESAIKAN...selamat Nona mendapatkan sebuah jam tangan Rolex AB6 dan uang 2 milyar , uang sudah ditransfer ke rekening , jam tangan tersimpan di inventory , ucap Lily. terima kasih Lily , jawab Dita. sama-sama Nona , balas Lily.


Kalau begitu...saya permisi dulu bu , ucap Dita." yang melihat sang kakak sudah menunggunya di patung kuda..."


Baik nak...terima kasih banyak sekali lagi ibu ucapkan , jawab Ibu itu. ya bu...balas Dita." kemudian Dita pergi meninggalkan mereka dan berjalan menghampiri kakaknya yang sudah menunggunya..."


Sudah lama menunggu kak ??? tanya Dita. lumayan...ini telur gulungmu , ucap Rifki." dengan menyerahkan telur gulung kepada adiknya..."


Iya kak..jawab Dita." dengan mengambil telur gulung dari tangan kakaknya"...masih mau ditaman seribu lampu atau melanjutkan perjalanan ke Gofun ??? tanya Rifki.


Kita lanjutkan saja perjalanan ke Gofun kak , jawab Dita. baiklah kalau begitu , ayo kita kembali ke tempat parkir , balas Rifki.


Ok 👌👌👌 jawab Dita." lalu mereka berjalan kembali ke tempat parkir...setelah sampai Di tempat parkir , mereka masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan mereka..."

__ADS_1


Kak..jika kakak nanti lelah dan mengantuk , kita bisa mencari hotel di Bojonegoro untuk menginap , kita bisa melanjutkan perjalanan kita besok pagi , bagaimana kak ??? ucap Dita.


Kakak juga setuju dek...pemandangan di pagi hari jauh lebih indah , karena kita akan melewati banyak hutan yang dilindungi...


Kalau kita beruntung...ketika kita melewati hutan di jalur Jatirogo menuju Tuban , kita bisa melihat burung cenderawasih...


Setelah kita keluar dari hutan Jatirogo...kita akan disuguhi oleh pemandangan laut di sepanjang jalan Pantura ( pesisir pantai utara ) kota Tuban , jawab Rifki.


Wwahhh...Dita setuju dengan ide kakak , Dita sudah tidak sabar untuk melanjutkan perjalanan yang lainnya...


Tetapi kita jalan-jalan dulu ke Gofun...setelah itu istirahat dan besok pagi , kita lanjutkan petualangan Dita...hehehe..balas Dita dengan semangat menggebu-ngebu.


" Rifki yang melihat kelakuan adik kecilnya itu , terkekeh geli"...iya...jika kamu lelah tidurlah , kalau sudah sampai di Gofun , kakak akan membangunkanmu , ucap Rifki.


Iya kak..jika Dita mengantuk dan lelah , Dita akan tidur...tetapi Dita belum mengantuk sama sekali , jawab Dita. ya , jawab Rifki singkat.




Alas Cepu






Taman Seribu lampu Cepu



Patung Kuda



Telur gulung



Thai Tea

__ADS_1


Bersambung...baibai 😉😉😉😉


__ADS_2