
Hhuuff...sakitnya , ucap Dita." yang telah sampai di rumah dan langsung merebahkan tubuhnya di sofa teras depan..."
Sini...Gege pijat kakimu , jawab Arthur. tidak usah kak , nanti juga hilang kok...balas Dita." yang merasa takut jika nanti kaki yang keseleo...langsung di pijit atau di urut kakaknya...tanpa Dita sadari , itulah rencana kakaknya..."
Sudah tidak apa-apa...hanya sedikit sakit , menangis dan menjeritlah jika tidak tahan...ucap Arthur. ya kak...jawab Dita pasrah." kemudian Arthur menaruh kaki adiknya di atas bantal...Rifki dan F6 yang melihat kaki sang adik membiru , merasa kasihan..."
Meimei...kakimu sampai membiru seperti itu , pasti sakit sekali ketika jatuh tadi hhmm...ucap Alberth. ya kak...habis mau bagaimana lagi , satu sarung di isi tiga orang dan dua orang yang gemuk...
Karena terburu-buru...Susi jatuh waktu lari dan kakinya menendang kaki Dita , sudah gitu mereka jatuh menimpa Dita...pes...apes..untung saja , acara segera selesai...jawab Dita.
Hehehe...Meimei yang sabar ya , balas Daniel. tentu saja sabar lah kak...jawab Dita. Meimei...Gege mulai pijat ya kakimu , ucap Arthur. ya...jawab Dita." Kemudian Arthur mulai memijat kaki adiknya yang keseleo dan sudah membengkak..."
Aarrgghhh...teriak Dita.
Pelan-pelan kak sakit...sudah ya kak Arthur , Dita sudah tidak kuat...sakit kak...hiks...hiks...hiks...ucap Dita dengan kesakitan." Arthur tidak menghiraukan rengekan adiknya...Arthur terus memijat kaki adiknya..."
Sabar dek...jika tidak dipijit dan diobati , besok akan lebih sakit dan kamu tidak bisa berjalan lo...ucap Rifki." Dita terus menangis dan menahan rasa sakit hingga , rasa sakit itu berkurang...."
" Sang kakak yang melihat adiknya sudah tidak menangis , menjadi lebih tenang...berarti kakinya sudah sembuh dan tinggal pemulihan saja...kemudian Alberth memberikan pil untuk menghilangkan rasa nyeri dan sakit di kaki adiknya..."
" Dita menerima pil itu dan langsung meminumnya...beberapa saat berlalu , rasa nyeri dan sakit di kakinya hilang...kakinya yang membengkak perlahan mengempis..."
__ADS_1
Bagaimana sekarang ??? tanya Alvin. sudah baikan kak...jawab Dita." Alvin tersenyum mendengarnya"....Dage akan menggendongmu ke kamar , agar kamu bisa membersihkan dirimu...ucap Alberth. ya kak...jawab Dita.
" Kemudian Alberth langsung menggendong sang adik ke kamarnya...setelah sampai di kamar , Alberth langsung mendudukan sang adik di jacuzzi...lalu meninggalkan adiknya dan keluar dari kamarnya..."
" Dita segera bergegas untuk membersihkan dirinya...selesai mandi dan segala ritualnya , dengan berjalan yang masih tertatih-tatih...Dita keluar dari kamarnya menuju ke ruang keluarga..."
Meimei...apa sudah kuat untuk berjalan ??? tanya David." dan segera menghampiri adiknya untuk membantu memapahnya"....sudah kak David , daripada yang tadi ini sudah lebih baik...jawab Dita. baguslah kalau begitu...balas David.
Kita makan dulu ya...setelah itu , baru pergi untuk menghadiri pengajian...ucap Alberth. ya...jawab mereka." kemudian mereka berjalan menuju ke ruang makan...Austin yang merasa kasihan dengan adik kecilnya , langsung menggendongnya ke meja makan..."
Aarrgghh...kak Austin , bikin kaget saja...Dita mengira kalau akan jatuh lagi lo...ucap Dita. hehehe...maaf Tang Mei , Tang Jie tidak tega melihatmu yang berjalan tertatih-tatih...jawab Austin.
Baiklah...jawab Alvin." Yang tidak tega melihat wajah adik kecilnya begitu memelas"....terima kasih kak Alvin , balas Dita. sama-sama Tang Mei...ucap Alvin.
Kalau begitu , mari kita makan...ucap Alberth. ya...jawab mereka." Lalu mereka mulai makan malam bersama dengan tenang , tanpa ada obrolan..."
" Tiga puluh berlalu...kini mereka semua telah duduk di teras depan dan bersiap-siap untuk menghadiri acara pengajian"....kita berangkat sekarang saja ya , para warga desa juga sudah mulai hadir...ucap Rifki. ya...jawab mereka.
" Kini mereka telah duduk di barisan paling depan...mereka tidak ikut menjadi panitia , karena kondisi kaki sang adik yang keseleo , para warga juga sudah mengetahui hal ini dan memakluminya..."
" Tak berselang lama...acara pengajian di mulai , para warga yang hadir mendengarkan ceramah dari kiayi dengan khusyuk...selain itu juga ada Shalawatan dan rebana..."
__ADS_1
" Tak terasa...acara pengajian dan Shalawatan telah berlangsung selama lima jam dan segera di tutup dengan Doa dari Kiayi , untuk Negeri Indonesia tercinta..."
" Setelah itu...semua warga desa , rombongan kiayi dan Dita beserta semua kakaknya berdiri dari duduknya , kemudian mereka semua menyanyikan lagu kebangsaan kita : Indonesia Raya..."
MERDEKA...
MERDEKA...
MERDEKA...
JAYALAH SELALU NEGERIKU....SEMUA KEHIDUPAN RAKYAT INDONESIA MAKMUR DAN DAMAI SELALU....AMIN YA ROBBAL ALAMIN....
" Selesai dengan menyanyikan lagu...Kemudian para warga desa membubarkan diri dan pulang ke rumah , setelah Kiayi dan rombongannya pergi...begitupun juga dengan Dita dan kakaknya..."
" Setelah sampai di rumah dan berpamitan...mereka masuk ke dalam kamar masing-masing , selesai membantu Adik perempuannya ke kamar..."
Aahh..nyaman sekali , tempat ternyaman setelah melakukan aktifitas seharian adalah kasur...hehehe...ucap Dita sendiri." tak berapa lama , Dita terlelap dalam tidurnya..."
Bersambung...baibai 😉😉😉😉😉
__ADS_1