
" Setelah mereka sampai di rumah...mereka semua masuk ke dalam kamar masing-masing dan berkemas...Dita segera mengganti baju wisuda dengan piyama , kemudian menyimpan baju wisuda dan Ijazah sekolah di Cincin semesta..."
" Lalu Dita segera mandi...karena jam di dinding sudah menunjukkan pukul 17.00 , selesai mandi dan menjalankan semua ritualnya...Dita memeriksa kamarnya , untuk melihat apa ada barang penting yang akan dibawanya lagi..."
" Selesai dengan memeriksa semuanya...Dita keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ruang makan...disana baru ada kakaknya Rifki dan Daniel , sedangkan kakaknya yang lain belum datang...kemudian Dita duduk bersama mereka..."
Kak Daniel...kita berangkat ke China jam berapa ??? tanya Rifki. kita berangkat jam 20.00 malam Didi...jawab Daniel." Rifki hanya berr oohh riya"....kemana kak Alberth , Kak Arthur dan kak David ??? tanya Dita.
Mereka ada di depan...memeriksa paspor dan visa kalian , jawab Daniel. apa meimei sudah merindukan kami ??? ucap Arthur." yang sudah tiba bersama Alberth dan David , kemudian menggoda adiknya"....hehehe...iya kak , jawab Dita." Mereka tersenyum mendengar jawaban adiknya..."
Lebih baik kita makan dulu...selesai makan malam , kita langsung berangkat ke bandara...ucap Alberth. ya...jawab mereka semua." Kemudian mereka semua mulai makan malam dengan tenang dan hanya ada keheningan..."
" 45 menit berlalu...mereka semua telah berada di dalam mobil , lalu Sifeng mengemudikan mobil menuju ke bandara Soekarno-Hatta...di dalam hati Rifki dan Dita , mereka berdua merasa gugup..."
" Mereka selama ini...baru mengetahui , jika mereka bukan anak kandung dari orang tua yang merawatnya dari kecil...tetapi orang tua kandung mereka bukan dari semesta ini dan makam kedua orang tua mereka juga ada di China..."
" Apalagi...kalau orang tua kandung mereka juga telah meninggal , kenyataan pahit yang harus di terima oleh Rifki dan Dita dengan penuh kesabaran dan ketabahan...monolog hati Rifki dan Dita..."
" Setelah menempuh perjalanan selama satu jam...mereka telah tiba di bandara , mereka semua langsung melakukan Check In dan Boarding pass...memeriksa semua keaslian paspor dan Visa..."
" Selesai dengan itu semua...kemudian mereka menunggu di lounge VVIP , tak berselang lama...mereka berjalan menuju ke pesawat pribadi yang telah di siapkan oleh Alberth..."
" Kali ini mereka menggunakan pesawat pribadi milik Alberth Air Bus A 380...pesawat pribadi yang super jumbo dan fasilitas yang super mewah untuk berkeliling Dunia..."
" Alberth akan selalu memberikan yang terbaik untuk Rifki dan Dita...agar mereka bisa merasa nyaman jika melakukan perjalanan jauh , perjalanan kali ini akan di tempuh selama 6 jam 30 menit..."
" Rifki dan Dita di buat terkejut dengan pesawat yang lebih besar dari kakaknya David...apalagi setelah masuk ke dalam , benar-benar fantastis...ada ruang makan , cafe , mini bar , ruang tivi , ruang meeting dan lainnya..."
" Mereka juga disambut dengan...3 pramugara , 3 pramugari , 2 Chef , 4 pillot dan ada 4 maid yang bertugas untuk melayani mereka...Alberth menyiapkan itu semua , untuk memenuhi semua kebutuhan adik kecil mereka..."
Hahaha...kak Rifki , kita itu memang benar pawakan Ndeso ya kak...hahaha...bagi Crazy Rich yang melihat hal seperti ini pasti sudah biasa...jika seperti kita yang tidak pernah melihatnya...
Mereka akan menyebut kita udik dan kampungan...beruntung kita sudah belajar berperilaku sebagai seorang bangsawaan...hahaha...jika tidak , pasti akan membuat malu kakak kita...ucap Dita dengan berbisik.
__ADS_1
Hehehe...kamu benar dek , tetapi entahlah dek...semakin kita kesini , kita semakin kaya...kakak hanya merasa takut jika tidak bisa menggunakan harta ini dengan baik...
Harta hanya titipan...jadi , walaupun kita kaya raya gunakanlah harta itu dengan bijak...jangan hanya untuk bersenang-senang dan berfoya-foya terus...ingatlah juga akhiratmu , balas Rifki.
Ya kak...Dita mengerti , jawab Dita." Kemudian mereka masuk ke dalam ruang tivi...dan di ikuti oleh F4"....Didi...meimei...jika kalian ingin tidur , pilihlah kamar yang kalian suka...kita akan terbang selama 6 jam 30 menit...
Ini jam 19.50...kita akan sampai di Shanghai China sekitar pukul 02.30 dini hari , jadi kalian bisa tidur...kaiau sudah sampai , Dage akan membangunkan kalian...ucap Alberth.
Apa rumah ayah dan ibu ada di Shanghai kak ??? tanya Dita. tidak meimei...rumah kita ada di Beijing , yang ada di Shanghai adalah makam kedua orang tua kita , jawab Alberth.
Kenapa begitu ??? tanya Rifki." Alberth menghela nafas berat sebelum menjawab pertanyaan adiknya"....waktu kejadian naas itu terjadi , Fu qin sedang ada meeting dengan klien di Shanghai....
Mu qin juga ikut ke Shanghai...karena perkirakan dari dokter , Mu qin akan melahirkan masih dua minggu lagi...maka dari itu Mu qin , Didi atau kamu Rifki yang masih kecil dan baru berumur 2th , Dage dan Arthur ikut ke Shanghai....
Sedangkan Daniel ada di Chongqing untuk mengurus bisnis yang ada disana...David Di Guangzhao juga mengurus bisnis disana , mereka baru datang ke Shanghai setelah mendengar berita meimei lahir...
Dan terjadilah peristiwa naas itu...kami di serang ketika kami lengah , kami merasa bahagia ketika meimei lahir...apalagi meimei adalah satu-satunya anak perempuan di antara kami berlima...
Kami tidak mempunyai pikiran yang aneh-aneh...ketika peristiwa naas itu terjadi , apalagi yang menyerang kami adalah teman baik dari Mu qin...Lalu Daniel dan David memakamkan Fu Mu Di Shanghai , setelah kejadian itu..ucap Alberth.
Kak Alberth...lalu dimana teman ibu yang telah membunuh kedua orang tua kita ??? tanya Dita. Dage sudah membunuhnya...dan melenyapkan seluruh keturunannya , jawab Arthur. itu sangat bagus...balas Rifki.
Kalian tidak usah membicarakan hal itu lagi...lebih baik , kita melupakan kejadian naas itu dan memulai masa depan yang lebih baik lagi ke depannya...ucap Alberth. ya...jawab mereka semua." Alberth tersenyum mendengar jawaban dari adik-adiknya..."
Didi...meimei...kalian berdua makan dulu sebelum tidur , setelah itu beristirahatlah...setelah sampai di Shanghai Gege akan membangunkan kalian...ucap Daniel. Ok 👌👌👌 balas Dita.
" Lalu mereka berdua berjalan menuju ke mini cafe yang sekaligus merangkap sebagai mini bar...kemudian mereka memesan makanan kepada Pramugari bule itu..."
Kak...pramugarine bule , wonge gede duwur kabeh ora ono seng cendik...untung kok kene wes iso bahasa asing , nek ora dak koyok sapi ompong seng plolak plolok...ucap Dita." Dengan menggunakan bahasa jawa , agar pramugari itu tidak mengerti artinya..."
Hahaha...iyo , kakak kok lagi merhatekno yo , jawab Rifki. hahaha...kak , kalau kita ghibah dan membicarakan sesuatu di depan orang...kita pakai bahasa jawa saja , biar orang itu tidak mengerti ucapan kita...balas Dita.
Dosa lo dek...membicarakan orang itu , ucap Rifki. yo wes aahh...ayo ndang madang kak , bar kuwi bobok , jawab Dita. hhmm...balas Rifki." Setelah itu mereka makan dengan diam...selesai makan , mereka menuju kamar yang telah di pilih untuk beristirahat..."
__ADS_1
" Waktu berjalan dengan cepat...kini mereka telah sampai di Shanghai , pesawat mereka telah mendarat dengan mulus di Shanghai Hongqiao Internasional Airport..."
Air bus A380
Ruang makan
Cafe dan Mini bar
Shanghai Hongqiao Internasional Airport
__ADS_1
Bersambung....baibai 😉😉😉😉😉