Sistem Kekayaan Jalan Jalan Sambil Berbuat Kebajikan

Sistem Kekayaan Jalan Jalan Sambil Berbuat Kebajikan
episode 214


__ADS_3

" Kini setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih dari tiga jam...mereka telah sampai di Kota Lamongan , tepatnya di Desa Drajat Kecamatan Paciran..."


Kak Rifki Kita mau kemana ??? tanya Dita. kita akan berziarah ke Makam Kanjeng Sunan Drajat atau Raden Qosyim...Beliau adalah salah satu dari sembilan Sunan Walisongo , Nama kecilnya adalah Raden Hasyim...


Kemudian mendapatkan gelar Raden Syarifudin...Sunan Drajat diperkirakan lahir pada tahun 1470 masehi , Beliau adalah Putra dari Sunan Ampel yang terkenal karena kecerdasannya...Dan Beliau merupakan saudara dari Sunan Bonang...


Setelah menguasai ajaran islam...Beliau menyebarkan agama islam di Desa Drajat sebagai tanah perdikan , di kecamatan Paciran ini...Disini Beliau mendirikan pesantren yang bernama Dalem Duwur...


Tempat ini di berikan oleh Kerajaan Demak...dan Beliau diberi gelar Sunan Mayang Madu oleh Raden Patah pada tahun Saka 1442 atau 1520 Masehi...


Dakwahnya sekitar Abad XV dan XVI Masehi...Beliau memegang kendali keprajaan di wilayah perdikan Drajat , sebagai otonom Kerajaan Demak selama 36 tahun....


Sebagai wali penyebar islam yang terkenal berjiwa sosial , sangat memperhatikan nasib kaum fakir miskin...Beliau terlebih dahulu mengusahakan kesejahteraan sosial , baru memberikan pemahaman tentang ajaran islam...


Motivasi lebih ditekankan pada etos kerja keras...kedermawanan untuk mengentas kemiskinan dan mensejahterakan kemakmuran rakyat...


Adapun Filosofi Sunan Drajat adalah pengentasan kemiskinan...kini terabadikan dalam sap tangga ke tujuh dari tatanan komplek Makam...Secara lengkap makna Filosofis ke tujuh sap tangga tersebut adalah...


Satu : Memangun resep tyasing sasoma artinya kita selalu membuat senang hati orang lain....


Dua : Jroning suka kudu eling lan waspodo artinya di dalam suasana riang , kita harus tetap ingat dan waspada...


Tiga : Laksminating subrata tan nyipta marang pringgabayaning lampah artinya dalam perjalanan untuk mencapai cita-cita luhur , kita tidak peduli dengan segala bentuk rintangan...

__ADS_1


Empat : Meper hardaning pancadriya artinya kita harus menekan gelora hawa nafsu...


Lima : Heneng-Hening-Henung artinya dalam keadaan diam , kita akan memperoleh keheningan , dan dalam keadaan hening , itulah kita akan mencapai cita-cita luhur....


Enam : Mulyo guno ponco wektu artinya suatu kebahagiaan lahir batin , hanya bisa kita capai dengan shalat lima waktu...


Tujuh : Menehono marang wong kang wuto artinya berilah tongkat kepada orang buta atau berilah ilmu agar orang menjadi pandai...


Menehono Mangan Marang Wong Kang Luwe artinya : berilah makan kepada orang yang lapar atau sejahterakanlah kehidupan masyarakat yang miskin....


Menehono Busono Marang Wong Kang Wudo artinya : berilah pakaian kepada orang yang telanjang atau ajarilah kesusilaan kepada orang yang tidak punya malu...


Menehono Ngiyup Marang Wong Kudanan artinya : berilah tempat berteduh kepada orang yang kehujanan atau berilah perlindunngan kepada orang yang menderita...


Itulah semua filosofi dari Kanjeng Sunan Drajat , yang telah di ajarkan oleh Beliau untuk semua masyarakat di paciran ini....


Wahh...Dita mendapatkan wawasan dan pengetahuan lagi , jawab Dita. gunakanlah ilmu dan pengetahuan dengan bijak...maka semuanya akan menjadi baik , balas Rifki. ya kak...jawab Dita.


" Kemudian mereka semua masuk ke dalam Makam dan mengucapkan salam....setelah itu duduk bersila , membaca Yasin Dan Tahlil..."


Berkah Barokah Barokahi...apa yang di inginkan dan apa yang dicita-citakan semua terwujud dan terkabul...selama itu baik , yang jelek tdak usah...Amin Ya Robbal Alamin...Amin Allahhumma Amin....


" Selesai dengan membaca Yasin dan Tahlil...mereka berjalan keluar dari makam dan menuju ke Museum Sunan Drajat , di dalam Museum ada barang peninggalan dari Sunan Drajat..."

__ADS_1


" Tidak lupa Dita mengabadikan semuanya dan melakukan Live Streaming...Dita Mengucapakan terima kasih banyak kepada semua Netizen yang sudah mendukungnya selama ini...."


" Setelah itu...mereka pergi meninggalkan area makam dan berjalan menuju ke parkiran mobil mereka , sesampainya di parkiran dan masuk ke dalam mobil...Rui Yang mengenudikan mobil meninggalkan kota Lamongan..."






Makam Kanjeng Sunan Drajat Lamongan






Museum khusus Sunan Drajat

__ADS_1


TAMAT


Baibai 😉😉😉😉😉


__ADS_2