
" Setelah pesawat mendarat dengan mulus di bandara...mereka semua turun dari dalam pesawat dan melakukan pemeriksaan kembali paspor dan visa mereka...pihak petugas bandara yang melihat Daniel dan David menyambut mereka dengan ramah..."
" Tidak ada yang berani macam-macam dengan keluarga Zhao...mereka adalah seorang Crazy Rich di China , dimana perusahaan mereka adalah perusahaan raksasa yang menguasai semua pasar di dunia ini..."
" Selesai dengan segala pemeriksaan...mereka berjalan menuju ke parkiran , disana anak buah dari Daniel dan David sudah menunggu mereka...selain itu , ada banyak Relasi dan juga wartawan yang telah menunggu kedatangan mereka..."
" Rifki dan Dita merasa terkejut melihat orang-orang yang menjemput sangat banyak"....dek , pakai masker ini dulu agar wajah kita tidak di kenali oleh mereka...kita tidak tahu , siapa kawan dan siapa lawan ??? ucap Rifki." Dengan memberikan masker kepada Dita..."
Ya kak...jawab Dita." Dengan menerima masker dari tangan kakaknya...kemudian mereka memakai masker itu , Rifki memang selalu membawa masker kemanapun Dia pergi...tujuannya hanya untuk berjaga-jaga saja , jika ada sesuatu yang tidak di inginkan seperti ini..."
Tuan Daniel...Tuan David...selamat datang di Shanghai , ucap para Relasi dari Daniel dan David. ya...jawab David. Maaf Tuan David...siapa yang bersama dengan Tuan Daniel ??? tanya Relasi satu.
Mereka adalah kakak pertama dan kakak keduaku yang tidak memakai masker...sedangkan yang memakai masker adalah kedua adikku yang paling kecil...mereka akan berlibur disini , jawab David.
Kalau begitu...mereka adalah Tuan Alberth dan Tuan Arthur yang selama ini tinggal di Dubai , beruntung bagi kami yang telah datang kemari...kami bisa melihat keluarga Zhao berkumpul , ucap Relasi dua.
Mari Tuan David...saya antar Anda dan keluarga ke mobil Anda , ucap Relasi tiga. ya...jawab David. Dage...mari kita pergi , ucap David. ya...jawab Alberth." Kemudian mereka berjalan menuju ke mobil jemputan mereka..."
" Para wartawan yang ingin mewawancarai Daniel dan David...di halangi oleh anak buah dari Daniel dan David , mereka hanya bisa membuat tentang berita : kembalinya CEO muda Daniel dan David ke China....dan berita itu langsung viral di jagat maya..."
" para orang-orang dari golongan generasi ketiga-pertama yang berada di Shanghai...segera menyiapkan segala cara untuk dapat bekerja sama dengan mereka..."
" Sedangkan di sebuah Night Club...yang khusus untuk orang-orang kaya , setelah mendengar berita jika Daniel dan David ada di China..orang itu merasa senang , mereka adalah teman-teman kuliah dan kolega dari D2..."
" Segera mereka menghabiskan minuman yang telah mereka pesan...lalu keluar dari Night Club dan berjalan menuju parkiran mobil , segera mereka pergi ke Shanghai..."
" Kembali ke Dita" !!! Kak Daniel...kak David...kakak ini seperti artis drama china saja , masa baru datang sudah banyak wartawan dan orang yang menyambut...Dita dan kak Rifki merasa kurang nyaman kak...ucap Dita.
Didi...meimei...maafkan Gege ya sayang , Gege tidak tahu jika ada yang akan menyambut kedatangan Gege...padahal Gege sudah memilih jam malam untuk sampai di Shanghai , agar tidak ada yang tahu...jawab Daniel dan di angguki David.
Kalau kakak terkenal disini...besok kalau jalan-jalan , kak Daniel dan kak David tidak usah ikut...Dita malas jika waktunya jalan-jalan harus di ganggu dengan wartawan dan urusan kerja...balas Dita.
Jangan Meimei...kami akan ikut jalan-jalan , untuk urusan bisnis Gege sudah menyerahkannya kepada Leo...meimei tenang saja , ucap Daniel.
Baiklah kalau begitu...jawab Dita. oohh ya kak Daniel...kak David...apa kita kalau pergi akan selalu di kawal dengan banyak mobil seperti ini...kita ini seperti ingin pawai saja...ucap Rifki.
__ADS_1
Eehh...salah kak Rifki , kita seperti ingin perang....itu lo kak , seperti film apa ya ??? lupa Dita...yang anggotanya kapak merah...pemerannya Steven Chow...hehehe...sambung Dita.
" Alberth dan Arthur terkekeh geli mendengar kedua adik kecilnya protes ke Gege mereka...sedangkan D2 menghela nafas berat mendengar adik mereka yang sedang protes..."
" Beberapa waktu kemudian...mereka semua telah tiba di sebuah mansion yang sangat mewah dan elegan...kemudian mereka semua keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam mansion tersebut..."
" Para Butler dan maid menyambut kedatangan mereka semua...karena Tuan Muda mereka tidak pernah ke Shanghai sejak kejadian naas itu terjadi...mereka hanya akan menginap di hotel ketika ada perjalanan bisnis di Shanghai..."
" Lalu mereka masuk ke dalam rumah"....Didi...meimei...kalian bisa beristirahat kembali , ini masih pagi...kita akan berziarah ke makam Fu Mu jam 11 siang...
Itu berarti jam 12 siang...karena perbedaan waktu di Indonesia dan China adalah satu jam , jika jam 12 siang maka jam 1 siang...ucap Alberth. ya kak...jawab mereka." Kemudian butler mengantarkan mereka ke kamar yang telah disiapkan..."
Kok aku jadinya cuma...makan...tidur...makan...tidur terus ya dari semalam sampai sekarang , mau bagaimana lagi...mumpung jadi kaum rebahan...hahaha...
Lebih baik aku beristirahat sebentar...setelah matahari terbit , aku akan jalan-jalan di mansion ini...ucap Dita sendiri." tak berselang lama Dita tertidur...."
" Setelah tertidur selama dua jam...Dita bangun dari tidurnya , segera Cuci muka dan mengganti bajunya dengan baju olahraga...kenudian Dita keluar dari kamarnya dan menuju halaman belakang untuk melakukan misi harian dari sistemnya Lily..."
" MISI HARIAN TELAH DI SELESAIKAN...Selamat Nona Mendapatkan uang 2 juta Yuan , uang telah di transfer ke rekening bank China , ucap Lily. terima kasih Lily , jawab Dita. sama-sama Nona...
Terima kasih Lily informasinya...jawab Dita. sama-sama Nona , balas Lily." Kemudian Dita pergi jalan-jalan dan mengelilingi mansion sang kakak yang sangat luas dan mewah..."
" Setiap sudut dan halaman mansion...ada pengawal dari sang kakak yang menjaga mansion dengan ketat...mereka juga di beri senjata api , selain itu ada juga sniper...sang kakak tidak ingin kecolongan seperti dulu..."
" Apalagi...keluarga mereka telah utuh dan bersatu kembali , jadi sang kakak melakukannya dengan teliti...Dita hanya geleng-geleng melihat ini semua , seperti rumah mafia...hahaha...ucap Dita dalam hati.
" Setelah puas berkeliling...Dita kembali ke kamarnya untuk mandi , karena jam di tangan sudah jam 8 pagi yang artinya jam 9 pagi di Shanghai...Dita belum mencocokkan jam di tangannya dengan jam di China , karena masih malas..."
" Selesai dengan mandi dan segala ritualnya...Dita keluar dari kamar dan pergi menuju ke dapur , disana Dita bisa melihat kakaknya Rifki yang sedang sibuk memasak..."
Pagi kak Rifki...ucap Dita. pagi dek...jawab Rifki. kak Rifki masak apa ??? tanya Dita. kakak masak telur sambal balado..kakak belum terbiasa dengan makanan China , apalagi kalau misal ada ba**ya..jawab Rifki.
Hehehe..kakak benar juga , ba** itu kan tidak boleh di makan untuk kita....apalagi Dita kak , Dita juga belum tahu semua makanan China...kalau begitu , kita sama-sama Ndeso...balas Dita." Mereka berdua langsung tertawa cekikian bersama..."
__ADS_1
Bodyguard dan wartawan
Shanghai China
Mansion sang kakak
kamar Dita
Kamar Rifki
Dapur
Sambal Balado
__ADS_1
Bersambung...baibai 😉😉😉😉😉