
Revan sangat terkejut mendengar ucapan dari dokter apa tadi vanya hamil dan sekarang dia keguguran . dan Revan juga yakin bahwa anak yang di kandung Vanya adalah anaknya hasil dari perbuatanya malam itu .
apa Vanya juga sudah mengetahui bahwa dia hamil jika dia sudah mengetahui kalau dia hamil kenapa tidak memberitahunya agar dia bertangung jawab lalu jika vanya belum tahu bagemana reaksinya mendengar anak yang belum lahir dan diketahuinya ada telah pergi untuk selama lamanya .
revan juga memutuskan dia dan Vanya akan segera menikah setidaknya rasa bersalah revan sedikit mulai berkurang dari awal saat dia tanpa sengaja merusak vanya dalam keadaan mabuk , sekarang dia tak bisa menjaga calon anaknya hingga di pergi .
Revan :" apa dok istri saya hamil "
dokter :" iya pak kandungannya baru masuk usia dua Minggu namun benturan yang cukup keras membuat dia tidak selamat , saya juga berpesan agar istri bapak banyak istirahat agar cepat pulih kalau gitu saya permisi"
setelah dokter itu pergi dia segera memasuki ruangan dimana vanya dirawat dia memandangi wajah fanya yang pucat perempuan yang selama ini selalu tertawa dan bahagia sekarang berbaring lemah di rumah sakit .
__ADS_1
Revan :" cepet sadar vanya maaf gue gak bisa jaga anak kita gue emang laki laki brengsek harusnya Lo pukul gue atau apa waktu malam itu atau kalau engak malam itu gue langsung tanggung jawab ini semua gak bakal terjadi"
bagai bisikan tak lama Vanya mulai sadar dari pingsannya matanya mulai melihat sekeliling ruangan putih dan berbau obat dia mulai mengingat apa yang terjadi ingatanya terahir dia berkelahi dengan anak viktor
lalu tiba tiba perutnya sakit dia juga melihat darah kesadarannya mulai hilang namun sayup sayup dia mendengar suara seseorang memangil namanya dan dia sudah tak ingat apa apa .
vanya melihat ke samping dia melihat Revan yang sedang tertidur di sampingnya sambil memegang tangannya tanpa sadar dia membelai rambut revan yang dari kemarin dia inginkan bertemu Revan
revan :" Lo udah sadar ada yang sakit gue pangilin dokter biar di periksa "
vanya :" gak usah gue baik baik aja cuma perut gue sakit sedikit aiya gue kok. bisa di rumah sakit elo yang bawa gue dan gue sakit apa sampai di infus segala "
__ADS_1
mendengar ucapan Vanya Revan dapat menebak bahwa perempuan di depanya tidak tahu kalau dia hamil , seketika raut wajah revan kembali sedih , wajah tadi yang bahagia melihat Vanya sadar kembali bersedih .
dia tak sanggup untuk mengatakannya dia langsung memeluk Vanya sambil berbisik .
Revan :" ikhlasin dia pergi ya Vanya maaf gue bukan ayah yang baik jadi dia pergi Lo juga gak boleh salahin diri Lo sendiri ini semua takdir "
mendengar ucapan Revan Vanya langsung mengerti apa yang Revan maksud air matanya langsung menetes badanya bergetar dia tak menyangka selama ini dia mengandung dan sekarang anak nya sudah pergi selamanya .
Vanya :" Van gue bukan ibu yang baik , gue gak bisa jaga dia bahkan tau aja engak sekarang dia udah pergi ningalin kita hiks hiks "
Revan membiarkan Vanya menangis dalam pelukanya dia tau bagemana sedihnya kehilangan anak bahkan mungkin vanya lebih sedih dan terpukul yang harus dia lakukan adalah mencoba tegar dan membuat Vanya kembali seperti dulu selalu tersenyum bukan meneteskan air mata .
__ADS_1