Status Kita

Status Kita
episode 20


__ADS_3

sesuai apa yang sekarang Revan rencanakan dia akan mencari pekerjaan entah apa saja Mungin akan dia kerjakan selagi halal dan menghasilkan uang karena tak Mungin dia terus memakai uang dari mamanya karena lama kelamaan uang itu akan habis .


dia juga tidak akan membiarkan vanya.untuk bekerja banting tulang sendirian sementara dirinya berenang senang bersama teman temanya .


dua jam Revan berkeliling dia sudah mencari namun dirinya belum mendapatkanya karena setiap lowongan yang dia lihat membutuhkan pekerja yang bisa bekerja dari pagi hingga sore bukan setengah hari seperti dirinya


karena merasa lelah dia pun berhenti di pinggir jalan sempat terlintas di pikirannya apa dia menjual saja motornya ya mungkin ide bagus karena motornya ini mungkin jika di jual harinya bisa sampai 60 juta .


ya mungkin ide yang bagus dia bisa gunakan uang itu ntuk membeli motor yang lebih murah dan sisanya bisa untuk kebutuhan sehari hari selama dia belum mendapatkan. pekerjaan dan mungkin bisa untuk mencukupi kebutuhan Vanya .


namun harus iya jual kemana motor ini yang bisa cepat dan ia berharab langsung mendapatkan uang ya satria bukanya dia sangat tertarik dengan motornya bahkan dulu dia mengatakan akan membayar berapapun yang dia minta .


tapi dulu dia menolaknya dengan alasan dia menyayangi motornya dan dia sedang tidak membutuhkan uang tapi sekarang mungkin menjual motornya adalah keputusan yang paling tepat .


dia pun segera melajukan motornya untuk menemui satria

__ADS_1


tapi kemana biasanya satria berada jika jam jam segini ya benar kave dia pasti akan berada di kave dan apakah Vanya masih ada di sana .


setengah jam kemudian Revan telah sampai di kave milik satria beruntung satria ternyata sedang berada duduk bersama Angga dan faro tumben mereka bertiga kesini ada apa . dan kemana Rendra biasanya jika ada mereka berdua sudah pasti ada Rendra .


dia pun segera memasuki kave dan menghampiri sahabat sahabatnya yang sepertinya sedang asik bercerita .


Revan :" tumben tumbenan nih kalian bertiga kumpul kumpul gak ajak ajak oiya Rendra kemana kok gak ikut biasanya kan kalian kayak anak ayam yang ngintilin induknya kemana pun Rendra pergi kalian ikutin "


faro :" sembarangan aja kalau ngomong gimana kita mau ajak orang Lo denger bel pulang sekolah langsung keluar lari kayak orang yang mau antri ambil bansos "


satria :" duduk van "


Revan ;" ngomong panjangan dikit bisa nggak sih ngomong panjang gak bikin Lo miskin "


satria hanya diem aja malam menangapi omongan Revan yang tidak penting .

__ADS_1


Angga :" woy satria traktir kita dong masak dari tadi duduk nggak pesen makanan atau minuman "


Revan :" yaudah Lo pesen aja "


varo :" Lo mau bayarin "


Revan :" ya enggaklah katanya mau makan ya tinggal persen kalau bayar ya sendiri sendiri gue Pangilin pelayannya mbak pesen dong "


Vanya yang melihat orang ingin memesan pun segera menghampirinya sesampainya di meja tersebut Vanya terkejut ternyata yang memangil adalah Revan dan teman temanya . seharusnya dia tidak harus terkejut karena Revan adalah teman bosnya dia pun segera memasang wajah tersmanisnya dan segera bertanya mereka ingin pesan apa .


Vanya :" selamat siang mas mau pesan apa "


Angga :" saya mau pesen nasi goreng buatan sama es caremel nya satu "


faro :" kalau saya pesen mbaknya aja gimana "

__ADS_1


mendengar ucapan faro Revan pun segera berdehem dan menatap Vanya dan mengisyaratkan agar dia segera pergi dari sini .


__ADS_2