Status Kita

Status Kita
episode 2


__ADS_3

Revan langsung membuka pintu yang tidak dikunci itu dan segera meletakan Vanya ditempat tidur entah sadar atau tidak Revan memandangi wajah Vanya yang sedang tidur di kasurnya


Revan :" cantik dan kau adalah miliku manis "


dengan cepat dia mencium bibir vanya vanya yang sedang tidak sadar tidak menolak malah membalas nya dan ahirnya mereka menghabiskan malam panjang yang indah .


matahari mulai meninggi membuat sinarnya memasuki jendela kamar membuat tidur Vanya terasa terganggu dia langsung membuka mata nya dan melihat sekeliling dan dia belum menyadari apa yang terjadi kepalanya terasa berat dan badanya juga sakit semua matanya pun melihat ke samping terlihat wajah tampan seorang yang sedang tertidur pulas ia segera menyadari ini bukan kontrakanya dan dia sedang dipeluk sesorang dengan keadaan mereka yang tidak memakai baju .sepontan vanya berteriak dan mendorong tangan kekar yang sedang memeluknya dengan erat Revan yang sedang tertidur pun kaget dan terjatuh. dari tempat tidur .


Revan :" hey kenapa pagi pagi sudah teriak teriak"


Vanya :" siapa kau terus kenapa aku ada disini "


Revan :" kau tidak ingat apa yang terjadi semalam "


Vanya hanya menggeleng tapi samar samar dia bemimpi sedang berciuman dengan seseorang ,


Revan :" baiklah kalau kau tak ingat akan aku ingatkan kejadian semalam kalau perlu kita bisa mengulanginya lagi agar kau ingat "

__ADS_1


Vanya :" apa yang akan kau lakukan tidak aku tidak ingin mengetahuinya "


" kenapa " ucap Revan sambil mendekat kearah Vanya melihat Revan yang mulai mendekat Vanya langsung menutupi tubuhnya dengan selimut .


Revan :" untuk apa kau tutupi aku sudah melihat semua bahkan menikmatinya "


Vanya yang mendengar itu pun langsung malu dan memaki dirinya sendiri " bodoh kau vanya kenapa kau menyerahkan keperawananmu padanya yang seharusnya kau berikan pada suami mu setidaknya dia tampan tapi dia brengsek sudah melakukanya tanpa seijinmu tapi nasi sudah menjadi bubur " batin Vanya


Revan yang melihat Vanya melamun dengan melihat wajahnya pun langsung berkata


Revan :" aku tau aku ini tampan tak perlu kau pandangi sampai bengong "


setelah mengatakan itu Vanya langsung berdiri dan berjalan mengambilkan pakaiannya yang berserakan dilantai dengan pincang karena bagian bawahnya terasa sakit sementara Revan hanya menelan ludahnya kasar saat melihat tubuh Vanya yang polos berjalan didepan ya .


" sial apa dia mencoba menggodaku " batin revan


Revan :" hey apa kau tidak malu berjalan didepan ku tanpa memakai pakaian "

__ADS_1


Vanya :" untuk apa malu kau sudah melihat dan menikmati nya kau sendiri yang mengatakannya "


Revan hanya diam mendengar ucapan Vanya baru kali ini dia berhadapan dengan wanita sesantai dia bagemana tidak tadinya Revan berpikir bahwa Vanya akan meminta tangung jawab mengingat dia orang yang pertama atau malah setidaknya senang seperti mantan mantanya pikir revan .


saat sibuk dengan pikirannya sendiri Revan dikagetkan dengan suara Vanya .


Vanya :" mas mas jangan nglamun takut kesaambet "


Revan :" mas mas emang gue orang yang ditanyain alamat gitu gue punya nama "


Vanya :" gue gak tau nama Lo "


Revan :" dengar dan catat baik baik nama gue jangan sampai lupa nama gue Revan nama Lo siapa "


Vanya :" nama gue Vanya "


Revan :" oh terus Lo tinggal dimana , sekolah orang tua Lo "

__ADS_1


Vanya :" banyak tanya banget sih gue tinggal ngontrak di daerah jalan pahlawan gue sekolah di sma garuda belum selesai menjawab pertanyaan dari Revan ia malah mendengar teriakan Revan


revan :" apa sma garuda kelas berapa "


__ADS_2