
Vanya terkejut melihat Revan yang menahan pinggangnya berarti yang dia tabrak adalah Revan . masih di posisi yang sama dimana Revan menahan Vanya agar tidak jatuh namun bukanya melepaskan mereka malah saling tatap .
" kalau di lihat lihat Vanya cantik juga ya apalagi matanya indah bikin gue suka lihatnya " batin Revan
" kok gue jadi deg degan gini ya di tatap sama Revan mana kalau di lihat dari deket makin ganteng aja " batin Vanya .
lamunan Vanya dan Revan harus berhenti karena suara teman temanya Vanya pun segera berdiri dan sedikit menjauh begitupun dengan Revan .
leo :" tatap tatapan aja terus sampai tuh bola mata mau copot "
Jihan :" way tadi kayaknya gue lihat sesuatu yang baru dan langka "
Ratna :" apan "
Jihan Angga :" gue lihat tatapan penuh cinta "
Revan ;" gak usah ngarang deh kalian mending sekarang kita susulin satria sama Rendra nanti kita kena marah sama mereka "
__ADS_1
leo :* iya bener juga ayo nga kita susulin Rendra sama satria nanti mereka keluar tanduk "
.
mereka bertiga baru beberapa langkah berjalan namun Vanya memangil Revan membuat dia menoleh dan menghentikan langkahnya .
Vanya :" makasih udah tolongin gue "
Revan :" sama sama lain kali hati hati kalau jalan "
mereka pun segera menuju ke kantin sesuai tujuan awal mereka dan sesampainya di sana mereka berpisah Revan Leo dan anggga bergabung dengan satria dan Rangga sementara Vanya dan sahabatnya menuju salah satu meja kosong .
Vanya :" aku es teh aja satu "
Jihan :" Lo gak makan "
Vanya :" gue bawa nasi kuning tadi beli sebelum berangkat sekolah kalau mau pesan makam makan aja "
__ADS_1
Jihan menganguk kemudian dia segera memesan makanan di sisi lain satria dan rendra menatap tajam angga Leo dan Revan karena mereka sangat lama datang ke kantin dan membuat mereka menungu terlalu lama apalagi kantin sudah ramai pasti akan lama mendapat pesanan .
satria :" trio ubur ubur kemana aja kalian ditunggu lama banget buruan pesen mie ayam nya ini duitnya "
leo :" jangan salahin kita salahin tuh Revan dia gak sengaja tabrak Vanya tapi bukanya minta maaf atau apa malah tatap Tapan "
Revan :" salahin aja gue terus kan gue udah bilang gak mau ke kantin yang .maksa kesini siapa "
Rendra :" buruan pesan "
Revan yang mendengar ucapan Rendra langsung pergi memesan makanan apalagi duit itu sisa satria tidak akan meminta kembaliannya sangat beruntung bisa buat beli tempe lauk untuk makan sepulang sekolah Vanya pasti senang mendengarnua dan sepertinya Revan sepulang sekolah akan mencari pekerjan .
Revan pun segera memesan makanan pesanan teman temanya dia tidak ikut pesan karena dia ingat dia masih punya nasi kuning yang dia beli tadi pagi bersama Vanya setelah pesanan ya siap dia segera kembali ke meja teman temanya .dan memberikan pesanannya dia pun segera duduk sambil membawa es teh pesanannya
dari meja dia duduk dia juga dapat melihat Vanya juga memakan nasi kuning dan memesan es teh sama seperti dirinya dan tak lama pandangan mereka bertemu mereka langsung saling tersenyum karena kelakuan dan pesanann mereka sama .
" maaf Revan gara gara aku hidup kamu susah " batin Vanya
__ADS_1
" maaf nya hidup Lo tambah susah gara gara gue " batin Revan