Status Kita

Status Kita
episode 17


__ADS_3

sesampainya dia di kelas dia langsung menuju bangkunya dia segera menyimpan nasi kuning yang dia beli tadi karena pagi ini vanya tidak cukup lapar dan hitung hitung untuk pengiritan karena makanan di sekolah ini cukup mahal apalagi sekarang dia belum gajian dan juga dia harus pintar pintar mengelola uang dia tidak mau membebani Revan dia sudah cukup kasihan dengan Revan karena dia rela diusir dari keluarganya dan meningalkan segala kemewahan yang dia punya hanya untuk menikahinya dengan alasan tangung jawab padahal calon anak mereka saja sudah pergi karena kecerobohannya yang tidak mengetahui bahwa dirinya sedang mengandung mengingat itu semua Vanya menjadi sedih .


andai saja dia tahu dia hamil pasti dia akan menjaga dan menyayanginya walopun kehadiranya hanya karena kesalahan satu malam . Vanya membuang nafas dengan kasar ya dia tidak boleh larut dalam kesedihan ya mungkin ada hikmah yang dapat di ambil dari kejadian ini dia masih bisa melanjutkan sekolahnya dan tidak akan kehilangan biasiswa yang dia dapatkan dengan susah payah , dia juga masih bisa bertemu dengan teman temanya dengan bebas dan juga apakah menikah dengan Revan adalah berkah .


entahlah Vanya mengangap ini adalah sebuah takdir yang sudah Tuhan berikan padanya , ngomong ngomong soal revan apakah dia akan terbiasa hidup seadanya tanpa kemewan dan fasilitas dari keluarganya apakah dia juga akan mau bekerja separuh waktu seperti dirinya .

__ADS_1


Vanya :" ahir akhir ini apa yang gue lupain ya kayak ada yang kurang bentar bentar gue inget inget dulu dari kejadian gue masuk rumah sakit , pindah kontrakan , nikah apalagi oh ya Astaga kerjaan gue di kave bisa bisanya gue dua hari gak masuk kerja mana gak ijin lagi sama pak bos bisa bisa gue di pecat lagi , kalau gue di pecat gue mau makanya gimana mana sekarang gue udah gak sendiri hidupnya ada Revan juga otomatis kebutuhan gue naik semoga aja gue gak di pecat "


karena terlalu panik dia tak menyadari bahwa Ratna dan Jihan berjalan menghampirinya .


Ratna :" hai Vanya kemana aja Lo dua hari Lo ngilang tahu kayak di Telen bumi di sekolah gak masuk , di telpon gak diangkat di samperin ke kontrakan kontrakan Lo kosong sekarang udah masuk muka kayak panik gitu mana ngomong sendiri lagi kayak orang Gila tau gak "

__ADS_1


Jihan :" Lo tenang aja kalau misalnya Lo di pecat Lo bisa kerja di salah satu kave milik Abang gue jadi Lo gak perlu hawatir tapi gue yakin kak satria gak bakal pecat Lo kok dia pasti ngerti keadaan Lo tinggal Lo cerita aja kehidupan Lo yang menyediakan dia pasti gak bakal tega mecat Lo dia kan orang nya gak tegaan "


Vanya :" emang hidup gue semenyedikan itu ya "


Ratna :" siapa bilang emang Jihan aja yang lebai Lo itu cantik Vanya , pinter mana bisa dapet biasiswa lagi di sma garuda , mandiri dan tegak gak semua orang bisa di posisi Lo "

__ADS_1


Vanya :" makasih ya kalian berdua selalu kasih semangat ke gue , beruntung gue punya sahabat kayak kalian "


jika vanya sedang memikirkan nasip pekerjanya di kelasnya nevan memikirkan bagaimana kehidupan dia kedepanya agar bisa mendapatkan uang untuk sesuap nasi dan memberikan nafkah untuk Vanya


__ADS_2