Strongest In The Universe

Strongest In The Universe
Bab 10 Kantor Polisi


__ADS_3

Rendy menatap suatu tempat dan dia berhenti sejenak. Suara tembakan terdengar dimana-mana membuat suasana sangat ramai. Suara itu diiringi oleh raungan bermacam-macam zombie.


" Tuan, senjata api mulai tidak berfungsi. Aku tidak tahu kenapa."


Seorang pria gagah menatap anak buahnya dan menghela nafas.


" Benar, pistolku berhenti menembak, padahal aku baru saja memasukkan pelurunya."


" Tuan, kami juga tidak bisa menembak, ada yang aneh dengan senjata api kita."


Menatap situasi yang sudah tidak menguntungkan, lelaki itu berteriak keras, " Semuanya, masuk ke dalam mobil ! "


" Siap !" Teriak semua orang.


Banyak pintu mobil di tutup dan mobil mulai melaju dengan kencang, meninggalkan kantor polisi itu. Sementara para zombie mengejar mobil itu dan menjauh dari kantor polisi.


" Senjata api tidak berfungsi ? Apa-apaan ini, kenapa aku merasa kiamat ini tidak sederhana sama sekali. Apa senjata api kehilangan fungsinya ? Tapi bukannya sebelumnya aku di tembak oleh penjahat itu ?"


" Tch... Kiamat ini membuatku bingung!"


Apa yang Rendy lihat dibawah sangat berbeda dari apa yang dia temui sebelumnya.


Ada ribuan zombie yang berkeliaran di sana dan bahkan masih ada banyak lagi. Jika tidak ada senjata api, bagaimana mereka akan melawan zombie sebanyak itu ?


Melarikan diri jelas adalah pilihan yang tepat bagi mereka.


Memikirkan ini, tidak heran kepolisian atau militer tidak mampu menghentikan zombie ini.


Ternyata senjata api telah dinonaktifkan, mungkin rudal ataupun bom juga telah disingkirkan oleh kiamat ini.


" Berapa banyak manusia yang berubah menjadi zombie ?"


Rendy memberikan pertanyaan retoris kemudian dia merasakan hawa dingin menusuk saat sebuah raungan di belakangnya terdengar.


Kucingnya dalam bahaya !


Rendy dengan cepat menoleh, namun wajahnya menjadi pucat pasi.


Sekelompok zombie yang tadi mengejarnya sudah tidak ada, namun zombie di sekitar mulai mendekati mobilnya.


Apaan ini ?


Kenapa mereka malah berjalan ke mobilku ?


Kenapa dia tidak mengincar ku ?


Bukankah aku ada di luar ?


Rendy berlari saat dia memegang kapaknya dengan kuat dan mengayunkannya. Zombie yang berada di depannya dihancurkan dengan mudah, namun jumlah zombie yang meningkat membuat Rendy sedikit mengernyit.

__ADS_1


" Zombie sialan ! Jangan sentuh kucing ku ! Lawan aku dasar mayat berjalan !"


Rendy menjerit dengan keras, namun zombie tidak menggubrisnya dan melangkah ke arah mobil.


Apaan ini ?


Bukankah zombie hanya tertarik kepada suara keras dan bising ?


Kenapa dia terus menerus menatap mobilnya itu ?


Apa ada sesuatu di dalam sana ?


Apa kucingnya terluka atau sesuatu sehingga menarik perhatian zombie itu ?


Tidak mungkin !


Dia sudah dengan jelas memeriksa kucing itu. Hewan itu sangat sehat dan tidak terluka sama sekali !


Rendy tidak peduli apa yang diinginkan zombie-zombie itu. Dengan cepat dia berlari dan menjerit.


" Maju sini kalian mayat sialan ! Jangan kamu coba sentuh apapun yang ada di dalamnya !"


Zombie itu tampak tak peduli dengan teriakan Rendy. Mereka terus menerus berjalan mendekati mobil hitam itu.


" Berani mengabaikanku ? Kalian sangat ingin mati !"


Rendy mengerutkan alis saat berlari dengan cepat ke arah kawanan zombie saat dia mulai mengayunkan tebasannya.


Dia sudah kehilangan ibunya, dia tidak ingin hal itu terulang lagi. Kucing itu adalah satu-satunya yang dia miliki.


Aku akan menjadi kuat ! Menjadi kuat sampai tidak ada siapapun yang berani menyakiti keluarganya lagi !


Zombie itu mulai menatap Rendy yang membabat satu persatu zombie di depannya.


Mereka mulai merubah target. Kali ini zombie mengarah ke Rendy, mereka menganggap Rendy sebagai ancaman serius.


" Bagus, ayo lawan kakek ini. Jangan jadi pengecut yang beraninya lawan binatang kecil."


Rendy menatap tajam saat kapaknya diayunkan satu persatu, menjatuhkan kantung mayat ke tanah dengan kapaknya.


Meskipun dia lemah, tapi manusia bisa mengalami perkembangan. Sudah hari kedua Rendy menemui zombie, dia jadi lebih berpengalaman daripada pertama kali.


Sebelumnya hanya delapan zombie bisa membuatnya kelelahan. Sekarang tiga belas zombie telah dia ***** dan hanya membuatnya sedikit lelah.


" Makan ini mayat sialan ! "


Rendy terus menerus mengumpat dan mengayunkan kapaknya tanpa henti.


Setelah enam belas zombie dibantai, Rendy mendengus dan mengusap keringat yang membasahi tubuhnya.

__ADS_1


" Aku.... Aku berhasil...."


Rendy menggendong kucingnya dan mengambil sisa makanan dan minuman sebelumnya lalu berlari meninggalkan mobilnya.


Mereka akan pergi ke kantor polisi. Di sana pasti ada cukup banyak senjata. Senjata seperti kapak memang kuat, namun dia membutuhkan pisau sebagai senjata cadangan di kantongnya.


Zombie itu tampaknya berjalan menjauhi kantor polisi dan suara raungan terdengar dari kejauhan.


Suara itu jauh lebih mengintimidasi daripada sebelumnya.


Apa itu zombie mutan lainnya ? Sepertinya zombie itu lebih kuat daripada yang dia temui sebelumnya.


Mengingat masa lalu, dia masih dengan jelas mendengar zombie itu meraung di aula. Suara ini jauh lebih kuat dan mengerikan daripada zombie mutan itu !


Rendy segera memasuki kantor polisi dan tiba-tiba ada zombie meraung dari dalam dan melompat ke arahnya.


Rendy terjatuh ke tanah, namun dia dengan cepat merangkak mundur. Zombie itu mengikutinya, namun Rendy dengan cepat mengayunkan kapaknya dan menancapkannya ke kepala zombie itu.


" Huh, suara itu ? Masih ada lagi kah ?"


Rendy menatap bagian dalam kantor polisi dan menemukan tiga zombie berseragam polisi.


Rendy tanpa banyak bicara, dia dengan cepat berlari dan mengayunkan kapaknya. Setelah dua zombie dibersihkan, Rendy mengamati sekitarnya.


Di depannya terdapat koridor yang menghubungkan ke beberapa ruangan.


" Salah satu ruangan ini pasti menyimpan senjata yang bagus."


Rendy bergumam pelan. Dia berjalan dan membuka satu per satu pintu di koridor. Di setiap kamar tidak ada senjata apapun, hanya perabotan seperti pensil, pulpen, tumpukan kertas, dan masih banyak barang lagi disana.


Tujuannya kali ini adalah mencari pisau milik polisi. Rendy pernah membaca suatu blog di masa lalu jika pisau militer dan pisau polisi memiliki ketajaman yang berbeda dibandingkan pisau dapur atau pisau buah.


Bahkan kapak yang dia miliki mungkin lebih tumpul jika dibandingkan pisau ini.


Ini akan menjadi senjata rahasianya ketika melawan zombie yang kuat seperti zombie mutant.


Rendy kemudian memeriksa lingkungan sekitarnya, berharap menemukan makanan atau gudang senjata yang dia cari.


Setelah beberapa kali pencarian yang cukup lama, Rendy akhirnya menemukan pintu terakhir di ujung koridor.


Suara pintu di derek saat dia menatap banyak senjata api, pisau polisi, dan alat pertahanan lainnya. Di dalam juga ada granat, peluru gas air mata beserta senapannya.


Rendy mengambil granat dan senapan gas air mata.


" Semoga saja benda ini bisa bekerja, jangan seperti senjata api."


Dia tidak mengambil perisai karena hanya akan membebaninya, dia hanya berganti pakaian saja.


Pakaian yang dia pilih adalah pakaian anti gores yang tahan terhadap pisau biasa.

__ADS_1


Pakaian ini jauh lebih berguna dibandingkan rompi anti peluru. Senjata api sudah tidak dapat digunakan, jadi tidak ada gunanya memakai rompi itu di dadanya.


Rendy mengambil tas dan menyimpan semuanya lalu keluar dari kamar itu.


__ADS_2