
Sosok wanita dengan rambut putih dengan telinga kucing yang mempesona. Matanya yang biru cerah seperti lautan dan rambutnya seputih salju bergoyang karena terkena hembusan badai salju.
Wajahnya sangat cantik, dan jika dilihat dari dekat, dia begitu manis. Wanita itu berdiri tepat di sekitar kabut berwarna putih tipis.
Kabut disekitarnya perlahan berubah menjadi badai dingin yang membuat Ahru merasa seperti di zona es.
Darimana wanita ini berasal ?
Kenapa bisa ada badai salju saat dia muncul ?
Apa dia bisa sihir ?
Tunggu dulu, bukankah itu adalah telinga kucing ?
Kucing jadi-jadian ?
Namun belum selesai memikirkan berbagai hal, wanita itu seketika menghilang dan tiba-tiba muncul di samping pria itu dan tangannya mulai memberikan cakaran.
Karena persepsinya tajam, pria itu berusaha menghindar sebelum terkena serangan. Namun udara di sekitar membuat ototnya menjadi kaku dan dia semakin lambat dan hampir kesulitan untuk bergerak.
Cakaran muncul dan memotong kaos putih hingga robek membentuk lubang seperti cakaran.
Dia selamat !
" Binatang ini ! "
Belum selesai bernafas, wanita itu dengan cepat melaju ke depan dan melemparkan cakaran lagi. Namun dalam waktu singkat, Ahru mencengkram pergelangan tangannya.
" Nona, bukankah terlalu kasar menyerang orang dengan cakarmu ? Sekarang giliran raja ini !"
Ahru dengan cepat melemparkan tendangan ke samping dan menargetkan pinggul wanita itu.
Namun dengan cepat wanita itu bergerak mundur beberapa meter.
" Dia berevolusi ?" Gumamnya.
Dia juga berevolusi, jadi melihat energi yang meluap-luap di tubuh pria itu, dia sadar kalau pria ini juga baru saja berevolusi.
" Wah, ini aneh. Aku bisa melihat gerakanmu sekarang binatang, sepertinya aku mengalami evolusi."
Wanita itu menggertakkan gigi kemudian menatap Rendy yang berlumuran darah. Karena situasi berubah dengan cepat, dia dengan cepat menggendong Rendy yang sudah lemas tak berdaya.
Meskipun dia tahu dia bisa mengalahkannya, tapi dia akan terluka parah. Evolusinya belum jadi dengan sempurna dan ia memaksa berubah wujud.
Jika seperti itu, kemungkinan teman Ahru akan menyakitinya atau mencoba menjadikan Rendy sebagai sandera.
Dengan kekuatannya, dia bergerak sangat cepat, meninggalkan semua penjahat di bawah sana.
" Dia lari ? Hhhh, sepertinya dia takut jika saudaraku mengincar anak itu. Atau mungkin dia takut dengan ku ?"
" Jika aku bertemu dua orang itu lagi, kupastikan mereka tidak akan pernah bisa melihat cahaya lagi."
Di suatu sudut kota di sebuah apartemen, sosok melesat dan membantai zombie di koridor apartemen.
Sosok itu menggendong seseorang dan mencoba mencari pintu yang tidak terkunci. Setelah pencarian, sosok itu menemukannya dan kemudian masuk dan menutup pintu.
Rendy dibaringkan saat wanita itu mulai memegang setiap bagian luka Rendy. Dengan cepat, luka itu perlahan membeku dan pendarahan tampaknya berhenti dengan cepat.
Wanita kucing itu kemudian menangis dan berkata dengan nada lirih. Dia memegang tangan Rendy yang lemas di ranjang.
" Maaf kak, ini semua salahku. Jika saja aku bisa berevolusi dengan cepat, kamu mungkin tidak akan seperti ini."
__ADS_1
Rendy yang memejamkan mata kemudian tersenyum tipis setelah mendengarnya.
" Kucing yang baik. Jika kamu tidak membantuku, aku mungkin sudah mati. Justru aku tidak bisa menyalahkan mu, malahan aku yang harus berterima kasih."
" Kakak, kamu sudah bangun ?"
Rendy menyeringai, namun dia masih memejamkan mata. Dia sendiri tidak terkejut kucing di sekolahnya bisa berubah menjadi manusia.
Bencana apokaliptik ini sudah menghancurkan logika dan akal sehatnya. Apapun yang terlihat tidak masuk akal, dia akan mempercayainya dan tidak bisa menyangkalnya.
" Aku sejak awal tidak pingsan, hehehe. Aku melihatmu bertarung dengan pria itu, kamu cukup hebat. Kamu sebaiknya tinggalkan aku saja, aku mungkin akan membebanimu."
Wanita kucing itu seketika memeluk Rendy yang masih terbaring. Rendy sedikit tersipu, lalu dia berkata.
" Eh ... Ano.. Bukankah ini terlalu dekat ?"
Wanita itu hanya menjawabnya.
" Kakak tidak akan menjadi beban. Aku akan membantu kakak menjadi Evolusioner."
Rendy menaikkan alisnya dan bertanya.
" Menjadi Evolusioner ? Apa itu makhluk yang memiliki kekuatan yang lebih besar daripada manusia normal ?"
Wanita itu mengangguk. Selama masa pemulihan, Rendy dan gadis kucing hanya memakan makanan yang tersisa di apartemen kosong itu.
Di saat kosong, gadis itu menceritakan segala hal yang mungkin bisa membuat Rendy menjadi Evolusioner.
Sebelum wanita itu menjadi Evolusioner, dia hanya seekor kucing muda biasa. Mengikuti ibunya, dia dan ibunya menemukan sebuah bongkahan batu merah bata dan tercampur warna hitam di kantin sekolah.
Di sana, ibunya mendekati batu meteor dan mengais sebagian meteor karena tertarik. Setelah mengais batu meteor, ibunya seketika berubah menjadi manusia setengah hewan.
Namun yang lebih aneh lagi, ibunya dengan cepat membunuh satu murid sekolah SMA Bakti Marga dan menyedot darahnya hingga kering.
Ibunya mencoba membunuhnya, tetapi karena keinginan kuat, ibunya tidak dapat membunuhnya dan menyuruhnya untuk lari.
Karena merasa situasi tidak menjadi baik, gadis kucing itu meninggalkan ibunya yang berubah menjadi vampir.
Karena dia bertekad untuk menyembuhkan ibunya, dia mencari batu meteor juga. Kebetulan dia menemukan batu meteor berwarna merah dan biru.
Batu meteor itu tidak memancarkan sesuatu yang aneh seperti batu merah itu. Itu terlihat lebih aman.
Karena terburu-buru, dia langsung memakan batu meteor yang berwarna biru. Setelah itu, tubuhnya tampak menggigil dan dia merasakan rasa sakit seperti tulang yang dihancurkan lalu dibentuk kembali.
Peristiwa itu terjadi terus menerus. Itu sebabnya saat Rendy menemukannya, dia dalam keadaan lemas.
Menahan rasa sakit seperti itu memang sangat berat. Dia bahkan hampir kehilangan kewarasannya. Setiap kali merasakan sakit, dia merasakan energi bergejolak di dalam tubuhnya. Bahkan tulangnya dihancurkan lalu dibentuk kembali.
Dia juga merasakan seluruh tubuhnya bergetar seolah-olah ingin meledak dan melepaskan diri.
Dia juga merasa kalau ada energi yang melindunginya dari paparan zat aneh diluar. Namun energi ini juga sebagai bumerang.
Para zombie di luar dapat menciumnya dan mereka mengincar batu meteor yang dia telan. Itu sebabnya selama perjalanan ia selalu diincar zombie.
Selama dia berada di ruang terbuka, zombie-zombie itu dapat mencium aroma meteornya dan mungkin akan menyerangnya lagi.
Saat ini dia sudah setengah proses untuk evolusi.
Ketika melihat Rendy di hajar habis-habisan, entah mengapa energi itu berfluktuasi dan membuat proses evolusinya selesai dengan cepat.
Dia juga membuka semua memori yang tidak bisa ia keluarkan pada saat ia menjadi kucing.
__ADS_1
Itu sebabnya dia bisa berbicara bahasa manusia dan mengetahui nama Rendy.
Setiap hari Rendy selalu mengunjungi ibunya dan dia untuk memberi makan. Dia bahkan juga mengenali Rendy dari bau badannya.
" Hmmm.... Batu meteor ? Tapi bukankah jumlah itu terbatas ?"
Batu meteor bisa membuat siapapun berevolusi termasuk zombie. Karena zombie paling banyak diluar sana, kemungkinan harta meteor itu telah diambil oleh mereka.
" Kakak tidak perlu khawatir, aku bawakan kamu beberapa. Gunakan secukupnya, jangan semuanya dimakan."
Setelah selesai berbicara, wanita itu memberikan kantong berwarna coklat. Saat dibuka, didalamnya terdapat batu berwarna merah dan energi terpancar.
Rendy merasakan kulitnya seperti disengat saat dia memegang kantong itu, tetapi itu tidak melukainya sama sekali.
Batu ajaib apa ini ?
Itu bahkan bisa mengubah seekor kucing menjadi setengah manusia. Hal ajaib apa yang bisa terjadi di dunia ini selain benda ini ?
Rendy tidak tahu darimana batu ini berasal. Mungkin inilah yang membuat wabah virus, tapi juga membuat manusia berevolusi. Yang pasti, benda ini berasal dari luar planet Derimo.
" Aku tidak tahu aku harus mengucapkan terima kasih seperti apa, tapi jika kamu menginginkan sesuatu, aku akan membantumu."
Sambil berbicara, dia langsung mengambilnya.
Wanita itu tersenyum dan berkata, " Kakak tidak perlu membalas budi, kakak sudah membantuku menyingkirkan zombie itu. Padahal aku cuma binatang lemah."
" Tapi sekarang kamu sudah kuat. Terima kasih ya, ehm.... Ngomong-ngomong, selama ini kita berbicara, aku masih belum tahu namamu."
Ucap Rendy sambil menggaruk kepalanya.
" Hmm... Nama ? Ehhh ..... Kenapa tidak kakak saja yang memberiku nama ?"
Tanya nya dengan nada lembut sementara rendy menjawabnya dengan sebuah pertanyaan.
" Bagaimana jika Miao-miao ? "
" Kakak itu nama yang bagus."
" Ugghh...."
Miao-Miao memegangi kepalanya dan wajahnya sedikit pucat. Tanpa sadar tubuhnya mulai berayun ke belakang.
Rendy dengan cepat menangkapnya sebelum jatuh ke lantai.
" Miao-Miao, kamu kenapa ? Apa kamu kena demam ?"
"Kepalaku pusing, kak. Sepertinya virus mulai menyakiti tubuhku."
Miao-Miao memejamkan matanya dan bahkan tidak berkomentar, jelas dia dalam keadaan yang kritis.
Menyelamatkannya sebelumnya mungkin yang membuat Miao-Miao kini terkena demam. Rendy memenggendong wanita itu dan membaringkannya ke kasur.
Pipinya tampak sedikit memerah. Ini adalah pertama kalinya baginya menggendong seorang wanita, dia sedikit gugup.
" Mimpi yang indah."
Rendy memberanikan diri dan langsung mencium kening Miao-Miao yang tertidur.
Miao-Miao saat ini terluka akibat berevolusi secara paksa. Sistem imunnya pasti mengalami keruntuhan dan setidkanya membutuhkan beberapa waktu untuk pulih.
Dengan sistem imun lemah, Miao-Miao menjadi rentan terhadap virus zombie.
__ADS_1
Tetapi karena Miao-Miao evolusioner, antibodinya masih dapat menangkal virus zombie di sekitarnya.