
Heru adalah ahli bela diri yang sering pergi ke gym. Dia selalu melatih tubuhnya agar lebih kuat, namun ketika bertemu Norman, dia tahu kalau dia tidak cukup kuat.
Norman adalah jenis yang berbeda !
Ayahnya adalah pemimpin distrik ini, Hermawan !
Kala itu, Norman pernah bercerita kepadanya rahasia dirinya menjadi begitu kuat karena latihan yang begitu keras.
Dia juga mengatakan kesehariannya saat liburan adalah bertarung dengan geng jalanan. Itu sebabnya dia telah mendekati batas manusia biasa.
Tidka hanya latihan keras, namun juga pertarungan nyata untuk meningkatkan keterampilan.
Norman kala itu berkata, jika dia ingin menjadi kuat, berlatihlah terus ! Cari musuh yang kuat, lalu lawan !
Itulah cara bagi Norman untuk menjadi kuat !
Heru yang keasyikan memikirkan hal itu, tiba-tiba seorang lelaki dengan wajah yang buruk rupa berdiri di depannya dan tersenyum ringan.
“ Kau ? Murid jelek itu ? Apa yang kamu inginkan ?”
Di saat pertama kali masuk ke aula, Heru bertemu dengan Zhear. Kala itu dia bahkan hampir muntah saat melihatnya dan mengusirnya.
Sekarang dia melihat pria jelek ini lagi, wajahnya berubah menjadi mengernyit.
“ Kakak Heru yang terhormat, apa kamu tidak berpikir jika suatu saat zombie mutant itu akan mendobrak ke aula ini dan membunuh kita semua ?”
Heru tercengang dan diam sejenak, lalu dalam waktu sekejap, dia sudah mencengkram kerah baju lelaki jelek itu dan menatapnya dengan dingin.
“ Jadi kamu pikir aku akan mati disini, begitu ? Bocah jelek, apa kamu coba main-main denganku ?”
Taapannya sangat tajam, membuat lelaki buruk rupa itu menjadi sangat gemetaran. Dia seperti sedang menatap dewa kematian yang hendak mencabut nyawanya. Jika dia tidak bisa memberi penjelasan yang membuatnya senang, dia akan mati.
Lelaki itu sudah menduga hal itu, namun dia tetap berusaha mengucapkan beberapa kalimat.
“ Apa kakak ingin semua orang disini mati sia-sia ? Aku tahu kakak sangat kuat, tapi bagaimana dengan orang-orang disini ?”
Heru menjadi semakin dingin dan mendengus berat.
“ Ga usah basa-basi, langsung pada intinya!”
“ Apa kakak tidak lihat, banyak cewek cantik disini. Bukankah akan terlalu sia-sia jika mereka nanti mati tanpa alasan ?”
Setelah ucapan lelaki berakhir, Heru mendadak memamerkan senyuman dan gigi putihnya terlihat bersinar terang.
“ Kamu menarik, jadi maksudmu aku akan melakukan sesuatu dengan gadis-gadis ini disini sebelum zombie mutant itu mencoba mendobrak aula, hehehe, kamu benar-benar berpikiran luas. Kalau begitu, sebagai imbalan, aku akan berikan satu untukmu, bagaimana ? Kamu datang kepadaku pasti menginginkan salah satu dari mereka, kan ?”
__ADS_1
“ Kakak memang pintar !” Puji lelaki itu.
Heru bertanya, “ Siapa namamu ? Wajahmu memang jelek, tapi aku menghargai pemikiran mu yang begitu ke depan.”
“ Zhear ! Terima kasih atas pujian kakak !”
Zhear membungkuk seperti memberikan penghormatan pada seorang raja.
Heru diam-diam mengelus-elus telapak tangannya sendiri. Wajahnya menyeringai pelan dan ekspresinya sangat bergelombang seperti ombak di laut. Dia sudah tidak sabar untuk melakukan hal itu.
Pada awalnya dia tidak memikirkan apapun sebelumnya, namun beberapa saat, Zhear datang dan memberinya saran yang menakjubkan.
Dia tidak bisa menahan perasaan kagum, walaupun dia dikenal sebagai orang jahat, dia masih memiliki kebiasaan untuk membalas budi.
“ Siapa yang kamu inginkan ?”
Heru menatap Zhear dengan ekspresi serius. Zhear menyeringai tipis.
Ini adalah rencana yang dia inginkan. Dia tidak bisa menahan perasaan untuk bahagia, bahkan matanya sedikit berkilat.
Melihat ke masa lalu, Lina sudah terlalu banyak menjelek-jelekkan dirinya didepan banyak orang.
Dia ingin Lina merasakan penderitaan yang jauh lebih berat darinya. Dia menginginkan Lina !
“ Lina !"
Seorang gadis muda berusia tujuh belas tahun. Dia memiliki wajah yang tegas dan mata yang tajam serta bulu mata yang indah.
Tubuhnya sangat ramping dan kokoh, bisa ditebak kalau siswi ini pernah mengikuti cabang olahraga sesuatu.
Murid itu duduk bersama tiga temannya yang juga seorang wanita. Mereka adalah teman-temannya dan terlihat mereka membahas sesuatu.
“ Lin, aku telah mendengar sesuatu. Zhear tampaknya ingin melakukan sesuatu yang kotor denganmu. Dia juga menghasut Heru untuk mengikuti keinginannya.”
Salah satu temannya memperingatkan. Tampaknya selama percakapan dua orang itu, salah satu teman Lina mendengarnya.
“ Bajingan licik, meskipun aku bukan tandingan Heru tapi setidaknya aku bisa melukainya.” Lina berusaha optimis.
Meskipun dia tahu jika Heru sangatlah kuat, dia tidak bisa bertindak gelisah, atau dia akan cepat kalah.
Meskipun ada jarak kekuatan, skill mereka dalam bela diri sangat seimbang.
Jadi belum ditentukan siapa yang menang atau siapapun yang kalah. Dia akan tahu ketika bertarung dengan Heru nantinya.
Suasana kota tampaknya meledak dengan ribuan zombie yang telah menguasai kota dengan masif.
__ADS_1
Tidak ada yang tahu bagaimana zombie ini cepat menyebar, tapi fakta telah ada di depan mata dan tidak ada yang bisa menyangkalnya lagi.
Kota yang dulu indah kini telah menjadi kota mati yang dipenuhi oleh zombie. Siapa yang tahu jika masih ada penyintas yang selamat dari bencana ini.
Heru berdiri dengan tegap dan matanya dengan tajam melirik sisi atas hingga bawah.
Sosok wanita di depannya seperti dewi yang turun dari surga. Bahkan sebagai buaya darat, dia belum pernah menemukan wanita secantik Lina.
“ Zhear, nafsu makanmu cukup besar, sepertinya kau harus berbagi denganku. Bagaimana jika aku yang menikmatinya dulu, setelah itu aku.”
“ Terserah kakak, tanpa kakak toh aku tidak bisa melakukan ini.” Zhear menjawab dengan nada gugup.
“ Berbagi dari pantatmu ! Kau pikir nona ini adalah kesemek lembut yang bisa dilumat dengan mudahnya. Jika kau menginginkan tubuhku, setidaknya kalahkan aku terlebih dulu.”
Lina mengerutkan alisnya saat matanya menatap tajam ke arah Heru, namun heru hanya menghela nafas dengan tenang.
Heru menyeringai.
“ Sesuai keinginanmu nona cantik ! Aku suka cewek galak !”
Heru tanpa banyak bicara langsung memasang posisi kuda-kuda sebelum dia melaju dengan kencang ke arah Lina.
Lina sudah menduganya dan juga bergerak ke depan. Keduanya saling bertabrakan seperti kiamat akan segera datang, itu terdengar sangat ricuh.
Di kejauhan, Norman hanya tersenyum tipis dan berkata, “ Hahaha, Heru tampaknya sudah tidak bisa menahan lapar lagi ya, hehehe.”
“ Anggotamu bukan orang baik, kenapa kau tidak mengingatkannya untuk tidak melakukan hal itu ?”
Johan mengerutkan alisnya.
Norman terkekeh.
“ Ini adalah kiamat, hukum telah hancur, hanya kekuatan yang bicara. Cewek itu bukanlah wanita ku, jadi mana aku peduli.”
“ Ini melanggar aturan moral !” Johan berteriak.
“ Moral ? Hahahahaha, itu hanya ada di zaman dulu. Moral tidak lagi berlaku, siapa yang punya tinju yang besar, dia yang akan berbicara. Standar moral tidak ada lagi, dan untuk kamu, jangan coba-coba untuk mengganggu bawahan ku beraksi, atau aku akan bersikap tak segan.”
Johan mengernyit, namun dia tidak bergerak sama sekali. Hanya saja, dia tidak tahan dan ingin membantu. Semua orang di sekitar juga tidak ada yang berani mencemooh Heru, mereka hanya berpura-pura kejadian itu tidaklah sungguh terjadi.
Untuk Rendy, jangan ditanya. Dia dikelilingi ahli pedang yang siap mencincang tubuhnya kapanpun. Jadi dia tidak memperdulikan apapun disekitar.
Walaupun sudah lebih dari lima menit, sepertinya anggota ini masih tidak percaya kalau dia sebenarnya tidak terinfeksi.
Dia sudah menjadi tahanan, bagaimana mungkin dia masih memikirkan untuk membantu orang lain jika dirinya bahkan tidak bisa bergerak lebih dari 10 cm.
__ADS_1
Dia seperti sedang berada di penjara sempit yang tidak mungkin bisa dibobol. Hanya ketika ahli pedang di dekatnya pergi dari sana, dia bisa bergerak bebas.