Strongest In The Universe

Strongest In The Universe
Bab 8 Mencari Mobil


__ADS_3

Di suatu lokasi, Rendy menatap zombie yang berkumpul di lorong kejauhan.


" Tch, zombie-zombie itu membuatku terpencar. "


Sejak mutant zombie mendobrak tembok dan memanggil kawanan zombie, Rendy jadi terpencar dengan yang lain.


Bukannya mengikuti gerombolan Heru dan kawan-kawan, dia malah dihadang beberapa zombie. Jadi pilihan terbaik adalah dia harus berlari dari gerombolan itu.


Sekarang karena para zombie itu, Rendy terpisah yang membuatnya tidak bisa mengikuti grup teman satu sekolahnya itu.


Rendy berjalan terombang-ambing, namun dia tersenyum saat melihat sebuah tongkat besi dimana ujungnya sangat lancip.


Rendy tersenyum bahagia. Alat ini sangat cocok untuk bertahan hidup.


Dia tidak bisa bela diri seperti Heru, Norman, ataupun jago berpedang seperti Johan. Senjata adalah pilihan terakhirnya untuk bertahan hidup.


Berjalan di koridor sepi, Rendy memegang besi. Dia mengarahkan ujung lancipnya di depan, berjaga-jaga zombie akan muncul di dekatnya.


Ekspresinya serius saat menatap tempat sepi di sini. Tempat ini sepi, namun Rendy yakin jika masih terdapat zombie di tempat ini.


Roaarrrrrr !


" Zombie ?"


Rendy terkejut saat zombie melompat keluar dari kelas di sampingnya. Rendy terjatuh saat zombie itu menerkamnya.


Di atasnya zombie berusaha menggigitnya, namun Rendy menahannya dengan besi miliknya.


“ Sial, menyingkir lah !”


Apa aku akan mati disini ?


Rendy dengan kakinya langsung menendang zombie itu. Dan ketika zombie terpukul mundur, Rendy menjerit.


“ Rasakan tongkatku mayat jelek !"


Jlebbb..


Tongkat besi menusuk kepala zombie itu dan melubanginya. Mayat itu langsung tergeletak dan tak bisa bergerak, sementara Rendy hanya menghela nafas lega saat dia mengusap keringatnya.


Rendy terengah-engah sedikit dan berbicara dengan pelan.


“ Ini zombie pertamaku, hehehe. Sepertinya aku harus membiasakan diri dengan dunia baru ini. Aku gak boleh takut !”


Rendy berjalan dengan gugup. Selama perjalanan beberapa waktu, Rendy tidak menemukan zombie dimanapun, Rendy agak bersyukur, namun dia sedikit takut.


Apa di depan ada gerombolan zombie ?


Apa disana ada zombie mutant ?


Rendy tidak bisa berhenti terbayang-bayang betapa menakutkannya ketika di aula.


Zombie mutant mendobrak tembok dengan begitu mudah dan puluhan zombie juga muncul setelah itu.


Banyak darah berjatuhan karena itu. Tidak ada yang tahu seberapa kuat zombie mutant itu, tapi Rendy yakin jika Norman dan Johan pasti akan bisa bertahan melawan makhluk itu.

__ADS_1


Jika Rendy bertemu kelompok seperti itu, dia mungkin hanya bisa mati tanpa mayat.


Rendy hanya berharap Johan dan lainnya bisa selamat.


Pintu mulai terlihat di depan dan Rendy berjalan keluar.


Di sana ada lapangan parkir yang cukup luas. Banyak sekali motor dan mobil terparkir. Rendy menatap zombie di sekeliling, itu hanya berjumlah delapan saja.


Zombie itu tampaknya tidak bergerak cepat namun ekspresi laparnya masih membuat Rendy sedikit berdegup kencang.


Mereka mondar-mandir mengelilingi tempat parkir seperti sedang berjaga. Suara raungan memenuhi lapangan parkir membuat Rendy sedikit ragu untuk mencari kendaraan.


Namun jika dia tidak segera mencari kendaraan, dia tak akan bisa keluar dari tempat ini.


Bahan makanan di tempat ini tidak ada dan hanya ada kerumunan zombie.


Pilihan untuk keluar dari tempat ini memang sangat berbahaya, tapi dia tidak diberi pilihan. Dia harus menerjang bahaya agar bisa bertahan hidup !


Rendy mengerang saat dia mulai berlari dan mengayunkan tongkatnya.


“ Matilah zombie !”


Dengan ayunannya, udara sekitarnya seolah sedang dipelintir dan ketajaman penuh menghantam kepala zombie itu hingga suara cipratan darah menyembul kemana-mana.


Rendy memang tidak pandai bertarung, tapi bukan berarti dia tidak bisa melawan.


Banyak film ataupun komik telah dia lihat, jadi dia telah membuat gerakan yang serupa dengan apa yang dia lihat.


Meskipun terlihat amatiran, tampaknya itu sangat berguna.


Semenjak bertarung dengan zombie, dia merasa kemampuan bertarungnya semakin lama semakin terasah.


Zombie mulai berdatangan satu persatu, namun Rendy dengan mudahnya menghajar mereka hingga tongkat besinya yang berwarna abu-abu, kini telah berubah menjadi merah darah.


“ Tinggal satu, fuhh.... Kurasa ini yang terakhir.”


Rendy adalah anak rumahan dan bukan sosok yang pandai berolahraga. Meskipun begitu, setiap pagi Rendy selalu menyempatkan melakukan push up ataupun lari pagi, jadi dia bukan pemalas dalam berolahraga, namun fisiknya tidak sekuat atlit maupun tentara , jadi olahraga itu tidak terlalu banyak meningkatkan kekuatan dan staminanya.


Itu sebabnya dia sedikit kelelahan ketika menghadapi delapan zombie dan harus mengayunkan tongkatnya berkali-kali untuk membunuhnya.


Rendy kemudian menggunakan tongkat besinya dan membedah perut zombie, berharap menemukan kristal zombie seperti di komik yang pernah dia baca.


Namun setelah semua pemeriksaan panjang, semua delapan zombie tidak memilikinya. Itu hanya setumpuk kantong mayat.


Rendy memukul kepalanya sendiri dan menggerutu.


" Apa yang kupikirkan ! Sadarlah Rendy, ini dunia nyata bukan cerita komik atau novel ! "


Biasanya di novel atau komik yang dia baca saat membunuh zombie akan menghasilkan kristal atau batu sihir untuk berevolusi.


Saat tidak menemukannya, Rendy jelas kecewa, namun dia tidak ingin memikirkan hal sepele itu lagi.


Daripada membuang banyak waktunya mencari sesuatu yang tidak ada, lebih baik dia harus segera mencari mobil untuknya pergi dari sini.


Karena sudah membuang banyak waktu, Rendy tidak ingin membuang waktu lagi.

__ADS_1


Dia dengan cepat mencari satu per satu kendaraan yang mungkin kuncinya tertinggal di sini.


Jika dia mengulur waktu, ada kemungkinan zombie di luar akan berdatangan ke sini dan dia tidak yakin akan mampu melanjutkan.


Apalagi jika zombie mutant itu belum mati dan menghampirinya. Dia tidak ingin menghadiri kemungkinan terburuk.


“ Ayolah ... Kenapa semua mobil tidak ada kuncinya !”


Rendy semakin tak sabaran dan terus menggali setiap kendaraan, berharap mendapatkan kunci yang dia cari.


Di setiap motor yang dia temui, Rendy tidak menemukan kunci yang tertinggal di sana. Itu membuatnya kesal, namun dia tidak berhenti untuk berusaha mencari kendaraan.


Setiap pintu mobil yang dia temui selalu tertutup rapat dan tidak ada kunci tertinggal.


Setelah enam menit pencarian, Rendy duduk di kursi suatu mobil dan wajahnya pucat pasi.


Setelah pencarian yang begitu lama, dia cukup lega bisa menemukan mobil berwarna hitam.


Pintu mobil ditutup saat dia mulai memutar kunci mobil untuk menyalakannya.


Suara mesin terdengar saat Rendy mulai memutar kemudi dan gas diinjak dengan teliti. Zombie bergerak dimana-mana dan mendengar keributan mulai mendekati lapangan parkir.


Karena Rendy sudah menyalakan mobil, dia mulai mengemudi dengan santai.


“ Ayo zombie, gigit aku.”


Rendy menjulurkan lidah dan memasang wajah mengejek.


Setelah beberapa saat, mobil berjalan di jalanan sepi.


Dari kejauhan, sosok pria dengan kaos putih dan kulit sawo matang memantau menggunakan teropong. Lelaki kurus dengan rambut jengger berwarna merah di sebelahnya juga melakukan hal yang sama.


“ Kak Ahru, anak itu tampaknya menyimpan bahan makanan di dalam mobilnya, apa kita harus menyergapnya ?”


Tanya pria dengan rambut jengger merah, sementara lelaki itu hanya menghela nafas dan berkata.


“ Santai aja, dia pasti akan berhenti di SPBU untuk mengisi bahan bakar. Di sana orang-orang kita akan bertemu dengannya. Saudara ke empat juga ada di sana.”


Apa yang dikatakan Ahru memang beneran terjadi. Di layar mobil, bensin telah menunjukkan warna merah. Rendy mengerutkan bibir.


“ Bensinnya habis ? Hah, aku beneran sial.”


Rendy dengan cepat memutar kemudi ke arah SPBU di sisi kanan jalan. Karena ini adalah era kiamat, tidak ada petugas yang berjaga di SPBU.


Membuka mobilnya, Rendy menatap lingkungan sekitarnya dan memastikan apa ada zombie atau tidak.


Namun dia merasa aneh, SPBU biasanya adalah tempat ramai, kini menjadi sepi bak kuburan.


Ada orang yang berada di sekitar sini !


Rendy berkeringat dingin. Di zaman seperti ini, membunuh sudah bukan hal yang ilegal. Perampokan adalah salah satu pemicunya.


Di zaman apokaliptik, bahan makanan dan senjata sangat diperlukan. Itu adalah komoditas yang bisa membuat mereka bertahan hidup.


Mereka tidak akan segan untuk merampok hanya demi mendapatkan bahan makanan atau senjata.

__ADS_1


Rendy memutuskan keluar, namun saat dia berdiri, seketika sebuah benda logam tajam di todongkan di lehernya.


__ADS_2