Strongest In The Universe

Strongest In The Universe
Bab 14 Izinkan Kita Masuk !


__ADS_3

Rendy merasa sangat lelah. Walaupun pemulihannya cepat, tidak akan cukup untuk jika untuk mengembalikan sel otot yang rusak akibat penggunaan berlebihan.


Tulangnya kini setara beban lima kilogram.


Dengan kekuatannya saat ini, sudah cukup hebat ia dapat melawan beberapa zombie dengan tulang barunya.


" Kalian ingin bermain ? Hahaha, kakek ini akan menemani kalian."


Rendy mulai melaju lagi, namun kali ini ia mengambil pisau militer dari sakunya. Jika menggunakan pukulan biasa, dia setidaknya dapat membuat zombie gegar otak, namun tidak membunuhnya.


Pisau militer ini adalah jalan satu-satunya untuk menghemat energi. Rendy tidak ingin membuang waktu hanya untuk melawan beberapa zombie keroco.


Dengan ayunan kuat, Rendy memotong kepala zombie dengan satu kali tebasan.


Jika ia bukan evolusioner, dia tidak akan mampu melakukan hal seperti itu. Tapi sekarang kekuatannya sudah jauh lebih kuat daripada orang normal.


Dengan bantuan pisau berbahan baja, ditambah lagi dengan kekuatan evolusi, Rendy dapat dengan mudah menghancurkan kepala zombie.


Sembilan zombie terakhir sudah tumbang ke lantai dengan luka yang mengenaskan.


Rendy mengambil makanannya yang ia taruh di lantai lalu membawanya pergi kembali ke kamarnya.


" Miao-Miao, aku pulang."


" Kak, selamat datang."


Miao-Miao duduk di kasur dan melambai sebentar.


Rendy menaruh makannya di kasur, lalu dia menatap wajah Miao-Miao dari dekat.


" Eh ... Kak, apa yang kamu mau ?"


" Memeriksa kondisimu. "


Rendy mendekati kepala Miao-Miao.


Rendy tidak berbicara, dia menyapu rambut Miao-Miao lalu dia mulai memegang dahinya, wajahnya juga ikut mendekat.


" Tidak dingin lagi, kamu sudah sembuh ?"


" Berkat kakak, aku bisa sembuh lebih cepat."


Rendy hanya tersenyum lega. Dia kemudian pergi ke dapur dan mulai merebus mie instan.


" Kaohhk, apa kamvuh yavng bvmup zombienya ?"


Miao-Miao berbicara sambil memakan snack yang dibawa Rendy, membuatnya terdengar sangat lucu.


" Iya... Apa kamu ingin keluar dari apartemen ini ?"


Wanita itu mengangguk. Rendy menghela nafas dan menuangkan mie ke dua piring kaca yang ia siapkan.


Rendy mulai membawa dua piring, dia berjalan.


" Apa kamu suka mie ?"


Miao-Miao menjawab iya, lalu Rendy membalas jawaban itu dengan sebuah pertanyaan.


" Bukankah kucing memiliki gigi yang tajam ?"


" Mmm... Jika aku dulu, aku tidak bisa memakannya. Sekarang aku memiliki gigi seperti manusia dengan empat taring tajam saja."


Rendy memasang ekspresi terkejut. Ini pertama kali Miao-Miao menjelaskan struktur giginya, jadi jelas dia sangat terkejut.


" Di tempat ini adalah apartemen, kita bisa mencari mobil di basement."


Miao-Miao mengangguk sambil menyeruput mie. Keduanya memakan dengan lahap disaat langit mulai menjadi merah.


" Peristiwa ini diluar nalar. Haissh... Apa yang sedang terjadi dengan dunia ini ?"

__ADS_1


Rendy menatap jendela kamarnya, wajahnya sendu.


" Kak, apa kita bisa bertahan di dunia ini ?"


Rendy menggelengkan kepala dan berkata.


" Aku tidak tahu. Bahaya apa yang menanti kedepannya, kita akan menghadapinya bersama."


" Iya."


Dok dok dok...


" Siapa di sana ?"


" Buka pintunya, aku tidak terinfeksi."


Suara seorang pria terdengar, namun Rendy hanya mengatakan dengan acuh tak acuh.


" Kenapa aku harus melakukan itu ?"


" Kumohon, bantu aku. Aku bisa memberikanmu uang. Berapa yang kamu mau ? Izinkan kami masuk !"


" Hanya orang bodoh yang menerima tawaranmu. Siapa yang membutuhkan kertas itu lagi ? Ini adalah kiamat, hanya makanan, air, atau senjata yang mungkin menarik minatku."


" Kumohon !"


Pria itu memohon dan nadanya seperti dia habis melihat sosok mengerikan.


" Aku membawa temanku yang terluka juga, setidaknya beri kami tempat tinggal sebentar saja."


Rendy mengintip melalui door viewer dan terlihat seorang pria muda dengan kacamata dan seorang wanita muda. Di dadanya, ada luka sobek dan itu diakibatkan pisau.


Rendy menghela nafas. Meskipun dia tidak mempercayai manusia, dia masih sedikit kasihan melihat dua orang ini.


Mereka setidaknya adalah anak SMA sepertinya.


" Jika kalian mencoba macam-macam, hanya kuburan yang akan menanti kalian, paham ?"


" Kamu, bukannya anak SMA Bakti Marga?"


Rendy terkejut, lalu dia mengeluh saat menatap pakaiannya sendiri. Dia baru ingat kalau dia belum berganti pakaian sama sekali sejak kiamat dimulai.


pakaiannya saat ini sangat acak-acakan, bahkan layak jika disebut gembel.


" Seragam bodoh ini, aku belum menggantinya."


Pakaiannya sangat lusuh dan beberapa sudah sobek dan tidak terlihat bagus lagi. Menatap kedua orang ini, Rendy bertanya.


" Apa kalian sepasang kekasih ?"


Keduanya mengangguk. Lalu pria itu bertanya dengan suara tegas.


" Memangnya kenapa jika kita pasangan ? Apa kamu mau menukar keamanan kita dengan tubuh pacarku, lebih baik kita pergi."


Rendy terkekeh, lalu dia menatap wanita yang memegang lukanya.


" Wanita mu cukup cantik, tapi aku tidak tertarik, dan yang terpenting, kenapa wajah nya familier ya...Mmm.. Sepertinya dia juga mirip dengan Lina ?"


" Kamu tahu kakakku ?"


Wanita itu tiba-tiba bersuara setelah mendengar kalimat terakhir Rendy.


Rendy terkejut sambil menutup mulutnya.


Ternyata dia adalah adik Lina. Pantas sejak dia melihat terakhir kali, dia seperti pernah melihatnya di suatu tempat.


" Apa kamu kenal kakak pacarku ?" Pria itu bertanya.


" Dia adalah teman baikku. Bagaimana mungkin aku tidak kenal ?"

__ADS_1


Lina adalah teman baiknya selain Johan. Meskipun Rendy sedikit pendiam, mereka selalu baik kepadanya dan bahkan mau berteman dengannya.


Rendy juga sering belajar bersama di rumah Lina.


" Bagaimana kabar Lina di sana ?"


" Lina sakit demam, dia tidak masuk sekolah. Mungkin dia masih di rumah. Aku harap dia tidak keluar dari rumah."


Rendy mengangguk berat.


" Jika ia disana, itu akan cukup aman. Tapi minimarket adalah sumber makanan dan minuman, pasti banyak orang yang akan ke sana. Aku khawatir orang tuamu akan kesusahan melawan mereka."


" Hah, apa mereka akan baik-baik saja ?!"


Rendy menjawab.


" Aku tidak tahu, aku kan ga ada disana. Tetapi jika orang tuamu kuat, mereka akan bertahan. Lagian ayahmu adalah mantan anggota militer, yang kini membuka usaha minimarket. Tidak usah dipikirkan. Selama dia tidak menemukan musuh evolusioner, maka semua akan baik-baik saja."


" Evolusioner?"


Keduanya dengan serentak mau tidak mau bertanya dengan bingung.


" Mereka adalah manusia yang berevolusi menjadi lebih kuat daripada manusia normal."


" Mustahil ! Kamu terlalu banyak membaca novel !"


Lelaki itu seketika menjerit. Dia mulai muak mendengar omong kosong lelaki di depannya.


Dia sudah cukup lelah menghadapi banyak zombie dan perampok yang hampir membunuh pacarnya. Sekarang ada orang membual di depannya, itu membuatnya kesal.


Daripada berbicara omong kosong, mengapa tidak membiarkan mereka masuk saja ?


Seketika suhu udara menurun drastis, dan pria itu merasakan udara disekitarnya semakin dingin dan menjadi lebih dingin.


" Apa dia sudah cukup menjadi bukti ?"


Rendy menunjuk sosok bayangan dibalik kabut dingin. Pria itu mengangguk patuh dan hanya menggertakkan gigi karena takut.


" Mustahil!"


kedua orang itu merasa tertegun, bahkan wajahnya menjadi tajam saat melihat sosok keluar dari kabut dan berjalan mendekati Rendy


Itu adalah wanita dengan wajah yang sangat manis, dan pesona cantik alami yang tidak bisa ditolak siapapun.


Wanita itu juga memiliki telinga kucing yang membuat keduanya bingung.


Pria itu tidak berani menatap wanita itu. Perasaan seperti melihat seekor singa sudah tertanam jelas di benaknya.


Dia tidak tahu mengapa, tetapi sejak wanita itu menunjukkan kekuatan esnya, dia langsung gemetar, bahkan dia akan mengompol jika itu di teruskan.


" Kak, apa dia pacarmu ?"


Wanita itu secara otomatis bertanya dan mengabaikan kekuatan gadis kucing itu.


" Pertanyaan bodoh apa itu ? Tentu saja aku adalah wanitanya kakak. "


" Miao-Miao, kamu ?"


Miao-Miao hanya memasang senyum alami dan membuat Rendy terkejut sehingga pipinya memerah.


Miao-Miao menatap dada wanita berkacamata itu dan berbicara.


" Sekarang, tentang luka pacarmu ini, dia akan di perban saja, aku tidak bisa menggunakan kekuatan ku. Kekuatan esku hanya akan menghentikan pendarahan. Lagipula, lukanya tidak terlalu dalam. "


" Terima kasih kak."


Pria itu menundukkan badan, wanita itu juga.


Miao-Miao hanya melambaikan tangannya mengisyaratkan untuk masuk ke dalam, lalu keduanya mengangguk dan masuk ke dalam.

__ADS_1


__ADS_2