Strongest In The Universe

Strongest In The Universe
Bab 6 Kedatangan Zombie Mutant


__ADS_3

Lina dan Heru saling bertarung hebat. Di satu sisi Lina melakukan pukulan sementara di sisi Heru dia melakukan gerakan menangkis yang efektif.


Heru mengerahkan tendangan, namun Lina dengan gesit bergerak ke belakang. Lalu dengan kecepatan tinggi, Lina melesat maju dan melempar tinjuan.


Tampaknya keduanya tidak memperdulikan hidup mati, dan saling memukul dan menendang.


Gerakan bela diri mereka sangat halus dan bahkan terlihat seperti sedang menari.


Namun jika dilihat dengan serius, pukulan dan tendangan ini sangat kuat dan cepat, sehingga mampu menyebabkan siapapun akan terkesima dan ngeri melihatnya.


Keduanya masih saling beradu pukul tanpa henti bahkan suara gedebuk masih terus terdengar menggema di aula itu. Suara tangkisan dan pukulan berbenturan, suara tinju yang mengenai wajah, tendangan yang menabrak dada.


Semua murid tampak tegang saat menyaksikan dua murid yang ahli bela diri saling bertarung dengan tangan kosong mereka.


Sebuah pukulan yang diterjangkan ke depan dan tangkisan yang tenang bagaikan air, kedua serangan saling dilepaskan oleh mereka berdua, bahkan mereka tidak memberi jeda untuk pertarungan mereka.


Saat keduanya beradu pukulan dengan brutal, terkadang salah satu dari mereka menerima serangan dan terluka.


Namun Lina tidak memperdulikannya dan masih melanjutkan. Jika dia kalah, tidak hanya dirinya yang menjadi korban, temannya juga !


Orang seperti Heru tidak akan puas dengan satu jenis makanan. Nafsu makannya sangat besar dan dia tak akan berhenti setelah menikmatinya.


Oleh sebab itu, kegagalannya sama saja membuat temannya celaka. Lebih baik dia akan habis-habisan di sini.


Kegaduhan mereka tanpa disadari mengundang zombie yang ada di luar sana, termasuk ‘sang raja’ yang berdiri dengan aura membunuh yang kuat di dalamnya mulai mengaum dan berlari di lorong yang sepi.


Lina mengerutkan kening saat tubuhnya basah dengan keringat. Darah berceceran di mulutnya, tetapi Heru tidak lebih baik darinya.


Dia juga merasakan sakit dan darah menggumpal di mulutnya dan beberapa lebam juga telah dibuat di sekitar tubuhnya.


Dia benar-benar tidak bisa menduga hal ini. Meskipun Lina adalah seorang wanita, kekuatan dan kecepatannya sangat hebat.


Dia tidak selemah yang Heru bayangkan.


Gadis ini tidak cocok dia jadikan sarapan !


Bukannya dia bisa melahapnya, namun dia yang mendapat racun lebih dulu.


Sepertinya zhear sudah menebak hal ini sejak tadi, itu sebabnya dia meminta bantuannya. Mereka semua adalah satu sekolah, namun Heru belum pernah melihat Lina ada di klub bela diri.


Apa dia mempelajari seni beladiri di luar ?


Jika Zhear sudah mengetahuinya, dia benar-benar rubah sejati ! Beraninya dia menggunakan tangan ku untuk menghajar Lina !


Apa dia pikir aku adalah bonekanya ?!


Sebelumnya, dia dengan mudah menyetujui tawaran dari Zhear. Hal itu sepertinya menjadi kesalahan terbesar dalam hidupnya.


Dia harus bisa mengontrol nafsu makannya agar tidak mengambil buah dan bunga sembarangan. Zhear pasti sudah tahu sifat jeleknya, jadi hanya dengan menipu menggunakan beberapa kata untuk mendapatkan gadis-gadis, dia berhasil membujuknya untuk melakukan hal itu.


Meskipun kemampuan yang dimiliki oleh Lina tidak sekuat Norman, namun dia cukup kuat jika bertarung melawannya. Bisa dilihat dari luka yang dimiliki keduanya, itu terlihat seimbang.


Jika dilanjutkan, ini akan menjadi pertempuran sia-sia.

__ADS_1


Dia tidak akan mendapatkan bunga, justru malah tertancap duri yang tajam sekali.


Jika dia menang sekalipun, itu akan sia-sia. Akan bahaya jika dia terluka parah dan zombie mutant itu akan mendobrak dinding aula ini.


Dia jelas menghindari kemungkinan terburuk itu !


Zhear yang menatap pertempuran sejak tadi mulai merasakan hawa dingin, jadi dia sedikit mundur. Sepertinya rencana miliknya sudah diketahui oleh Heru, jadi Zhear mulai berniat kabur.


Heru kemudian berhenti menyerang dan menatap Lina dengan kagum.


Baginya bisa seimbang melawan seorang wanita adalah pertama kalinya baginya, jadi dia benar-benar tertegun.


“ Maafkan aku Lina, aku hanya dihasut iblis Zhear itu. Jika bisa dilakukan, berjabat tangan adalah yang diperlukan. Kekerasan tidak akan menyelesaikan sesuatu. Ini semua adalah kesalahanku, aku minta maaf.”


Meskipun dalam hatinya, Heru sedikit malu, namun dia mengakuinya.


Gadis ini sangat kuat !


Dia belum pernah bertemu wanita yang begitu kuat sebelumnya, jadi dia tidak merasa rugi ketika dia mengakui kesalahannya.


Malahan dia ingin melanjutkan duel ini di lain waktu, tapi tidak di tempat ini.


Menatap Zhear dengan dingin, pukulan dilayangkan dan Zhear terpental dengan darah yang menyembur di hidungnya.


“ Sial....”


* Duak *


Norman terkejut, Johan terkejut, semua orang tercengang.


Apa dia jatuh cinta dengan gadis itu setelah bertarung ?


Apa mungkin gegara pertempuran itu, dia mengalami cedera dan otaknya mengalami perubahan ?


Tidak ada yang tahu dengan pasti apa isi dari pikiran Heru, mengapa dia melakukan hal seperti itu.


Norman juga tercengang, Johan juga tidak lepas dari itu. Bahkan murid yang lainnya juga memelototi dengan heran.


“ Kenapa kau berhenti ? Bukankah kau ingin menikmati tubuhku ?"


Lina memuntahkan darah saat dia mengerutkan alisnya.


Heru menyeringai, namun kemudian dia menundukkan badan.


“ Apa permintaan maaf kurang tulus ?”


“ Untuk seorang buaya darat, kamu benar-benar menundukkan kepalamu ke seorang wanita. Jangan pikir aku akan memaafkanmu setelah apa yang kamu coba lakukan padaku sebelumnya.”


“ Apa yang harus kulakukan agar kamu memaafkanku.”


Sial ! Apa yang baru saja kuucapkan !


Heru mengutuk dirinya berkali-kali. Sejak menyelesaikan pertarungan, dia mulai berbicara omong kosong dan terus memohon agar Lina memaafkannya.

__ADS_1


Ini sama sekali tidak sesuai dengan prestisenya yang jahat dan tidak bermoral.


Apa yang salah dengan dirinya ?


Namun sebelum dia menyelesaikan pemikirannya, ledakan terdengar bergemuruh menghancurkan segalanya.


Bebatuan dinding meledak layaknya lego yang telah disusun dan ditendang begitu saja.


Suara auman dengan kencang terdengar keras seperti terompet kematian saat sosok berdiri dengan ganas dengan wajah menakutkan.


Tetapi yang berdiri di sana itu bukanlah manusia, melainkan sosok yang mengerikan melebihi zombie itu sendiri.


Wajahnya sangat ganas dan tubuhnya dipenuhi oleh ledakan kekuatan. Asap merah menyembul keluar seolah-olah ada seorang yang merokok di dalam tubuh raksasa itu.


Badan dua meter itu memiliki otot yang sangat kokoh dan pandangannya sangat liar menyapu ratusan siswa.


Para siswa tampak gemetar dan bahkan ada yang mengompol saat melihat sosok di depan mereka. Makhluk ini setidaknya memiliki ukuran dua meter.


Tinggi seperti itu sudah melebihi tinggi rata-rata manusia, jelas sekali mereka sangat ketakutan.


“ Semuanya, lari !”


Teriak Senja dari kejauhan yang langsung membuat kerumunan siswa saling berlari dan berusaha untuk kabur. Senja dengan cepat menarik tangan wanita di sebelahnya, Ruby dan segera berlari mendekati anak ekskul pedang.


Beberapa murid mulai tampak histeris dan tidak dapat menggerakkan tubuhnya karena ketakutan.


Mutant zombie itu mengaum seperti singa saat gerombolan zombie melaju melewati sampingnya.


Rendy yang awalnya diawasi beberapa pria pedang kini telah menghilang. Mereka dengan sigap langsung membantai beberapa zombie yang datang.


“ Dia, bisa memanggil kawanan zombie ? Itukah kemampuan zombie mutant ?”


Rendy mau tak mau membelalak karena kemampuan zombie itu. Tidak disangka zombie mutant memiliki kemampuan yang menyeramkan, dia bisa mengendalikan zombie.


Meskipun mereka kuat, zombie itu sangatlah banyak dan cepat. Puluhan murid tidak mampu menahannya dan akhirnya berakhir dimakan oleh zombie-zombie itu.


Rendy yang tidak memiliki keterampilan bertarung juga tidak memberikan kontribusi apapun, jadi dia memilih pergi dari tempat ini.


Banyak jeritan dan tangisan, banyak orang berhamburan, ketakutan hingga tidak mampu memikirkan apapun.


Pikiran mereka telah dikosongkan, hanya ketakutan yang menanti mereka.


Puluhan zombie dan satu zombie mutant adalah jenis yang berbeda. Itu seperti barisan ribuan tentara melawan rakyat sipil, mereka jelas tidak ada harapan untuk menghentikan makhluk itu.


Dimana-mana darah bermekaran saat zombie menerkam satu persatu siswa.


Tim pedang juga tersisa dua orang saja dan beberapa membantu Norman dan Johan untuk mengatasi zombie mutant.


Apalagi kebanyakan dari mereka hanyalah siswa biasa yang tidak tahu bagaimana untuk membela diri.


Yang bisa mereka lakukan hanya berlari menyelamatkan dirinya masing-masing. Jika terkejar, mereka hanya bisa menatap ke alam baka dan menemui sang pencipta.


Bahkan ada yang saling dorong agar dirinya tidak terkejar zombie. Sifat alami manusia perlahan telah keluar semenjak badai kiamat zombie ini muncul. Keegoisan, tamak, buas, dan lain sebagainya telah dikeluarkan satu persatu.

__ADS_1


Dahulu ada sistem hukum yang membuat semua orang tertib, kini hukum telah hancur dan hanya ada hukum rimba dimana yang kuat memakan yang lemah.


Hal itu selaras dengan kejadian saat ini. Zombie mutan dan zombie lebih kuat dari kebanyakan murid disini, itu sebabnya mereka dapat dengan mudah membantai kelompok siswa.


__ADS_2