
Raina pun memasuki kediaman Beckham tanpa rasa penasaran sedikit pun, itu karena lampu halaman depan masih di nyalakan seperti biasanya saat dia mengetuk pintu tidak ada jawaban dari mbok Lim berkali kali Raina mengetuk pintu tetap saja tidak ada jawaban dari dalam rumah, Raina pun akhirnya penasaran kemana semua orang pergi malam malam begini dia pun mencoba untuk membuka pintu tapi dia juga heran kenapa pintu nya tidak terkunci "Andi........., mas David........, om Lincoln..........., tante Tania......, mbok Lim...... kalian di mana.....??" kata Raina memanggil semua orang dengan tubuh yang gemetaran karena takut kegelapan dia mencoba untuk menelpon salah satu dari mereka tapi tidak ada yang menjawab Raina menaruh dokumen nya di brankas dan mencoba untuk menelpon sekertaris Lopez tapi dia tidak menjawab dia duduk di sofa dengan tubuh yang sangat ketakutan karena gelap, tiba tiba saja ada seorang wanita memanggil nama nya "Rain...... Raina......" kata suara itu dengan nada yang sangat menyeramkan Raina sudah merinding mendengar suara itu "Raina....... Raina......." panggil suara itu lagi Raina benar benar ketakutan dan hampir menangis tiba tiba saja lampu menyala dan lagu selamat ulang tahun di nyanyikan oleh Tania dan Lincoln Raina hampir saja pingsan jika tidak di topang oleh Andi dan Kartika yang berdiri di samping kanan kiri nya itu "selamat ulang tahun Raina....." kata sekertaris Lopez memeluk junior nya itu "selamat ulang tahun kakak Raina.......!!" kata Andi tersenyum sambil memberikan kado untuk nya "oh..... jadi ini akal akalan kalian ya.....?" kata Raina menatap Andi dan Kartika bergantian "bukan kak..... bukan aku....." kata Andi "udah..... udah..... sekarang kamu tiup lilin nya dulu ya tapi...... buat suatu permohonan dulu ya......" kata Kartika mengalihkan pembicaraan Raina "baiklah......" kata Raina dia pun membuat permohonan di depan lilin tersebut dan langsung meniup nya semua orang bersorak gembira.
Pesta sudah berlangsung selama setengah jam Raina merindukan sosok ayah dan ibu nya yang berada di Indonesia, dia juga merindukan seorang Gusti sosok pria yang sangat dia cintai seumur hidupnya "Gusti apa kamu tidak bisa mencintai diri ku seperti aku yang mencintai mu dengan tulus......." kata seorang wanita kepada Gusti yang tidak lain adalah Lisa perempuan yang selalu merayu Gusti, Raina sontak terkejut mendengar nama itu dan dia ingin menghampiri nya tapi terhalang oleh Ryan yang tiba tiba menghampiri nya "hai..... cantik selamat ulang tahun...." kata Ryan dengan senyum jahat yang penuh arti Raina pun menanggapi nya dengan senyum ketakutan dan kembali mencari sosok pria yang bernama Gusti "kamu cari siapa sayang aku ada di sini....." kata Ryan menarik tubuh Raina lebih dekat dengan nya "Ryan tolong lepaskan aku..... ini di tempat keluarga ku..... apa yang ingin kau lakukan......." kata Raina ketakutan dan Gusti mendengar suara Raina yang indah itu dia pun menoleh ke belakang dan melihat sosok gadis di bawa paksa oleh seseorang "kenapa suara dan tubuh nya mirip sekali dengan Raina......" gumam Gusti yang masih memegang gelas minuman nya Lisa merasa kesal sekali karena omongan nya tidak di tanggapi oleh Gusti dia memutar wajah Gusti "Gusti..... aku sedang berbicara dengan mu kenapa kau tidak mendengar kan ku....." kata Lisa, Gusti sama sekali tidak menanggapi Lisa dia langsung mengejar sosok pria yang membawa gadis itu secara paksa dia berpikir jika dia adalah Raina apa yang akan dia lakukan.
__ADS_1
"Ryan lepaskan aku...... kau ingin membawa ku kemana......" pekik Raina ketakutan "aku akan membawa ku ke gudang yang akan di kediaman Beckham ini" kata Ryan yang masih membawa Raina secara paksa "mengapa......!!! apa yang ingin kamu lakukan pada ku.......???" kata Raina memberontak mengingat kejadian waktu itu "aku tidak bisa memiliki mu dulu...... tapi aku bisa memiliki tubuh mu sekarang....." kata Ryan sinis dan tidak melepas tangan Raina "Ryan...... aku mohon jangan...." kata Raina memberontak dari Ryan yang berusaha untuk mencium nya "kenapa Raina...... kenapa..... aku memiliki semuanya....... aku bisa menuruti semua keinginan mu..... tapi kenapa kau tidak mau menjadi milikku Raina...." teriak Ryan memegang erat tangan Raina sehingga dia merasa kesakitan "kau..... fikir dengan semua yang kau punya aku akan jatuh cinta pada mu Ryan Liu....." kata Raina kali ini tanpa takut menatap wajah Ryan yang seram itu "kali ini dengar kan aku baik baik..... aku Raina Cantika Maharashtra tidak akan jatuh cinta pada seorang bejat seperti mu Ryan Liu........" teriak Raina dengan keras dan tegas "kurang ajar kamu Raina....... berani menolak cinta ku........" kata Ryan dengan emosi sambil mencoba mencium Raina dan menyobek pakaian nya "jangan............ Gusti......
Mahardika.......... tolong........... aku......." teriak Raina ketakutan dan berusaha menutupi tubuh nya tapi Ryan tetap tidak melepaskan nya BRAK............ pintu di dobrak oleh dua sosok pria yang tidak asing bagi Raina siapa lagi kalo bukan Andi dan Gusti, Andi menghajar Ryan habis habisan dengan kayu yang sangat besar "Gusti apa itu kamu....." kata Raina dengan suara yang lemah dan pandangan yang kabur sehingga dia langsung pingsan "Raina...... Rain...... bangun..... kamu tidak apa apa kan....." kata Gusti panik sambil menutupi tubuh Raina dengan jaz nya "Dika..... lebih baik kita bawa kak Raina ke rumah sakit sekarang....." kata Andi yang tidak kalah panik "tidak..... Andi kebetulan teman ayah ku adalah seorang dokter dan dia ada di sini aku akan mencoba meminta bantuan nya..... sekarang kita bawa Raina kembali ke kamar....." kata Gusti membawa Raina dengan wajah yang sangat panik.
__ADS_1
Lima belas menit kemudian.....
{yeayy.......... akhirnya neneng Raina sama babang Gusti ke temu lagi...... tapi ada aja sih perusak nya.... Kira Kira bakal bersatu engga ya.......
__ADS_1
terus ikutin novel ku ya readers......}
MAKASIH 🙏🏻 🙏🏻
__ADS_1