
"tuan Ryan seperti nya kita harus memikirkan rencana untuk memisahkan mereka berdua....." kata Lisa tersenyum licik berada di dalam mobil bersama Ryan yang dari tadi selalu mengawasi Gusti dan Raina "kau benar sekali Lisa, Aku harus mendapat kan Raina kembali ke sisi ku......" kata Ryan kesal dengan wajah yang menyimpan dendam "tuan...... kau tidak perlu kesal begitu...... masih ada aku yang bisa menemani bermain sepuasnya......" kata Lisa merayu Ryan "teryata kau pintar menggoda Lisa........." kata Ryan yang siap menerkam mangsa nya sambil menyentuh paha Lisa "tentu saja tuan..... aku harus pandai merayu dirimu....... jika tidak kau akan cepat bosan dengan diri ku........" kata Lisa menikmati sentuhan Ryan "Aku...... tidak akan bosan dengan mu..... jika kau mau melakukan nya....." kata Ryan lagi mencium leher Lisa "terima kasih tuan...... aku akan melakukan nya....." kata Lisa lagi berinisiatif membuka pakaian kerja Ryan "kamu terburu buru sekali Lisa....... apa kita akan melakukan nya di sini......" kata Ryan "di mana pun asal kan tuan senang melakukan nya dengan ku......." kata Lisa dengan tatapan menggoda "baiklah...... kamu seperti nya ingin sekali melakukan nya......." kata Ryan membuka pakaian nya Lisa sambil melakukan *******.
"bagaimana tuan apakah anda sudah puas melakukan nya...... sekarang mari kita menjalankan rencana untuk memisahkan mereka" kata Lisa "Aku puas...... terima kasih Lisa....." kata Ryan merapikan dirinya "baguslah jika tuan puas...... aku kira tidak akan puas kali ini..... karena sangat sempit" kata Lisa sambil memegang tangan Ryan "sekarang kita harus mengikuti mereka sebelum jauh......" kata Ryan melihat mobil Gusti yang sudah pergi.
__ADS_1
Di dalam mobil Raina terlihat murung "sayang........ kamu kenapa, kok murung gitu......??" kata Gusti yang dari tadi melihat Raina murung "engga apa apa kok...... honey !!!!" kata Raina berusaha tersenyum, Gusti yang mengerti bahwa gadis nya terpaksa untuk senyum langsung memberhentikan mobil nya "loh...... kamu kenapa berhenti honey........" kata Raina bingung "kamu harus jawab pertanyaan ku dulu....." kata Gusti memandang wajah Raina "pertanyaan yang mana......??" kata Raina makin bingung "kenapa kamu murung seperti itu......." kata Gusti "aku tidak apa apa sayang......" kata Raina menatap Gusti dengan wajah lembut kali ini "kamu benaran tidak apa apa....." kata Gusti membelai wajah Raina, Raina pun mengangguk menyakinkan Gusti "ya sudah lebih baik kita kembali ke kantor....... atau kamu mau langsung pulang saja......????" kata Gusti lagi "Aku ingin kembali ke RCM saja, Masih banyak tugas yang belum aku selesaikan untuk presentasi minggu depan......!!!" kata Raina lembut sambil memandang wajah Gusti "baiklah........ jika kamu ingin kembali ke kantor" kata Gusti kembali melakukan mobil nya menuju RCM.
Setelah sampai di perusahaan, Raina langsung turun tanpa mengucapkan salam perpisahan kepada kekasih nya itu, sehingga Gusti sangat bingung masalah apa yang menimpa gadis nya itu. "hallo..... Andi apa kamu tau kenapa hari ini Raina terlihat murung.....??" tanya Gusti kepada Andi "hai........ tuan Mahardika, bukan nya hari ini kakak sepupu ku pergi dengan dirimu........!!! kenapa kau bertanya pada ku.....???" kata Andi dari sebrang telepon sana "iya....... dia memang pergi bersama ku hari ini...... tapi entah kenapa setelah aku membawa nya ke suatu tempat dia terlihat murung seperti itu....!!!" kata Gusti makin bingung, tanpa sengaja Gusti melihat Ryan dan Lisa memasuki perusahaan RCM dia penasaran apa yang di lakukan manusia bejat itu di kantor Raina "Andi aku akan menelpon mu lagi nanti......" kata Gusti tampak khawatir ketika mengingat kejadian dua tahun lalu yang menimpa kekasih nya "hallo...... hallo..... kak Dika......" kata Andi bingung ketika dia mendengar Gusti mengakhiri panggilan nya dengan rasa khawatir, akhirnya dia menelpon Vivi asisten Gusti sekaligus mata mata Andi "tuan, aku melihat Ryan Liu dengan Lisa masuk ke dalam perusahaan RCM dan seperti nya tuan Gusti mencurigai mereka berdua bahwa mereka mempuyai niat buruk....." kata Vivi menjelaskan "baiklah awasi selalu gerak gerik mereka..... jangan sampai lepas dari pengawasan mu, sementara aku akan memberitahu Rafi untuk selalu ada di samping Raina !!!" kata Andi dengan nada tegas "baik tuan......" kata Vivi.
__ADS_1
"dokter tolong cepat tangani istri ku......." kata Gusti sangat panik, dokter pun langsung membawa Raina ke ruangan ICU.
"Aku benar benar seorang pria yang bodoh sekali, bahkan ketika aku ada di dekat nya saja tidak bisa melindungi nya......!!!!!" kata Gusti sangat kesal pada dirinya sendiri "Raina aku minta maaf, aku telat untuk melindungi dirimu......" kata Gusti lagi menyesali dirinya sambil menangis.
__ADS_1