Suami yang diinginkan

Suami yang diinginkan
EPS 8


__ADS_3

Hari demi hari telah Raina lalui bersama Gusti kekasih nya itu mereka bahagia bisa bertemu satu sama lain "Raina gimana kamu sama Gusti?" kata Yanti penasaran dengan hubungan adik nya dengan Gusti kekasih baru nya "gimana apanya kakak?" kata Raina balik bertanya kepada kakak nya "hubungan kamu sama Gusti" kata Yanti "baik-baik aja kok kak we have no problem, why is that sister?" tanya Raina "Raina usia kamu udah 22 tahun kapan kamu ada rencana mau nikah?" tanya Yanti "iya Raina kapan kamu nikah?, ibu udah pingin banget gendong cucu kedua dari kamu" kata ibu nya tiba-tiba masuk ke kamar "aduh ibu sama kakak cuman ngomong in nikah mulu, bosen tau ngomong in itu mulu lagian Andre kemana sih kuliah sama papa nya di paris lama banget gak pulang pulang" kata Rain "lagian ibu aku masih mau ngelanjutin cita-cita ku jadi desainer" sambil melihat hasil desain nya "kamu nih desain mulu yg dipikirin sampai penuh satu ruangan dengan hasil desain kamu" kata ibu nya "ga apa-apa kali bu putri kita punya bakat menjadi seorang desainer" kata ayahnya yg ada di depan pintu dari tadi mendengarkan pembicaraan keluarga kecil nya "ayah....... sejak kapan berdiri di situ" kata Raina sambil menelan ludah "ayah belum lama ko disini baru ada setengah jam yg lalu" kata ayahnya sambil senyum-senyum Raina pun langsung bingung apakah ayah mendengar semua pembicaraan dia dengan kakak dan ibu nya "kenapa Rain!!!! ayah gak Di bolehin masuk nih yaudah ayah pergi aja deh" kata ayahnya sambil membalikan badan "ehh..... ayah tunggu!!!!" kata Raina menghentikan ayahnya "ayah mau kemana masa mau masuk kamar anak nya sendiri harus disuruh dulu kaya masuk ke kamarnya orang lain aja" kata Raina menarik tangan ayahnya dengan muka cemberut "Rain maafin ayah ya!!" "loh.... buat apa ayah minta maaf?" tanya Raina bingung "iya ayah minta maaf karena udah marah-marah sama kamu kemarin gak pernah tanya apa mau kamu!!!!" kata ayahnya "ya ampun ayah..... seharusnya aku yg Minta maaf sama ayah udah bentak-bentak ayah, Aku seharusnya gak boleh ngomong gitu sama ayah" kata Raina dengan wajah bersalah "engga ko sayang... oh iya......Gusti itu siapa sayang?" kata ayahnya. Raina dan seluruh orang kecuali ayahnya merasa tegang, bingung harus menjawab apa "ga usah pada tegang kali muka nya ayah udah tau kok kalau Gusti itu pacar nya Raina" kata ayahnya sambil senyum-senyum Raina pun langsung mengubah wajah nya menjadi murung "loh kok kamu murung sih sayang" kata ayahnya senyum-senyum sambil mengelus rambut putri nya itu "ayah bangga sama kamu Raina, kamu akhirnya memilih laki-laki yg baik tidak seperti Andi yg mata duitan itu udah mapan masih aja ngambil harta orang lain" kata ayah kesal saat menyebut nama Andi "jadi ayah udah gak marah lagi sama Rain!!!?" kata Raina sambil memandang ayah nya "kapan ayah pernah marah sama kamu Rain !!!!!! waktu itu ayah shok aja kok kamu bisa berbuat seperti tanpa ayah tau penyebab nya" kata nya sambil mengelus kepala putri nya "berarti ayah setuju kalo aku sama Gusti?" kata Raina penasaran "siapa yg bilang kalo ayah setuju kamu sama Gusti" katanya Raina langsung memasanga wajah cemberut lagi "melainkan kamu dari dulu harus nya bersama Gusti kalo kamu lebih dulu ketemu dia!!!" kata ayahnya Raina, kakak, dan ibu juga senang dengan perkataan ayahnya Abraham pun merasa senang melihat keluarga kecil nya bahagia "ayah tadi bilang seharusnya aku bersama Gusti kalo aku bertemu dia lebih dulu maksud nya apa yah?" kata ku penasaran "iya sebenarnya dia itu putra dari Pak William walikota tahun lalu, dulu sebenarnya dia ingin memperkenalkan Gusti dengan kamu tapi karena kondisi akhirnya Pak William dan keluarga nya pergi ke prancis, tapi sekarang putra nya sudah balik untuk bekerja di kantor kepala desa dan akhirnya menjalin hubungan dengan putri ku!!!" kata Abraham tersenyum "jadi kamu sekarang gak boleh sembuyikan apa pun dari ayah" kata Abraham "Dan ibu sama Yanti kalo Raina mau keluar rumah sama gusti harus bilang sama ayah dulu ya" kata ayah mengingatkan "Kalo keluar sama Gusti aja kan yah!!!!" kata ku tersenyum "iya seharusnya Kalo kamu keluar rumah lah harus izin dulu sama ayah" kata ayahnya dengan bahagia, Yanti daan Ibunya merasa senang melihat Raina dan ayahnya kembali berdamai Abraham Maharashtra pun memeluk keluarga kecil nya itu.


{maaf ya untuk Hari ini bukan episode Gusti Sama Raina bahkan keluarga nya ga apa KanπŸ˜€πŸ˜€}


__ADS_2