Suami yang diinginkan

Suami yang diinginkan
EPS 6


__ADS_3

"Rain kamu lagi gak nafsu makan ya dari tadi makanan nya diaduk aduk mulu tapi ga dimakan kenapa Rain kamu lagi galau ya" kata Shanti yg dari tadi memperhatikan putri bungsu nya itu "iya kali tuh bu anak ibu lagi galau dari tadi blm makan satu suap pun, kenapa de kamu lagi galau ya" kata Yanti "makan de kalo kamu gak makan nanti sakit loh, nanti kalo kamu sakit kamu ga bisa dapat pacar lagi lo" sambung Yanti dengan tersenyum "ngapain cari pacar lagi dia kan sama Andi pacaran udah dua tahun, Andi juga sudah mau ngelamar dia, tapi malah dia tolak dengan sikap tidak sopan, kamu cuman bikin malu keluarga aja Rain" kata ayahnya dengan nada tinggi sehingga menyulut emosi Raina "ayah itu selalu bikin semua orang mengikuti kemauan ayah, apa ayah pernah tanya sama Rain apa yg aku inginkan, apa ayah pernah tanya sama aku bagaimana aku dengan Andi selama Kami bepacaran, apa ayah pernah bertanya sama Rain kenapa aku bisa tolak lamaran Andi dengan tidak sopan seperti itu, dan juga apa ayah pernah tanya sama aku seperti apa suami yg diinginkan oleh Raina apa pernah yahh.........????? ayah gak pernah kan tanya seperti itu ke Raina......

__ADS_1


!!!!!!!!! ayah itu hanya ingin semua perkataan ayah diturutin gak pernah tanya apa masalah Rain" sentak Raina sembari menahan air mata yg tidak terbendung dia pun langsung masuk ke kamar nya, di dalam kamar Raina menangis sejadi jadinya sambil melihat foto Gusti lalu membanting handphone nya "ayah kenapa sih buka masalah itu lagi, Rain udah kembali kaya dulu lagi dia sudah ceria lagi masalah ini sudah satu bulan berlalu ga usah di bahas lagi" kata ibu dengan sedikit kesal, Di kamar Raina masih menangis sejadi jadinya sehingga dia tidak sadar bahwa dia mendapat dua puluh panggilan tidak terjawab. Di tempat lain Gusti yg merasa kegelisahan karena gadis nya tidak menjawab panggilan telpon nya beberapa kali langsung pergi ke rumah nya Raina "Assalamu alaikum Rain apa kamu ada di rumah (tok.....tok....tok....) "Waalaikumsalam cari siapa ya de..?" tanya Yanti yg membuka kan pintu "iya ka saya temen nya cantik" kata Gusti yg lagi-lagi menyebut nama tengah Raina dengan tidak lengkap sehingga Yanti tidak mengerti jika itu nama tengah adiknya "maaf de disini gak Ada yg nama nya cantik" "maaf, ka maksud saya itu Raina Cantika Maharashtra" "oh...... jadi kamu cari ade saya ada perlu apa?" tanya Yanti "iya ka tadi saya telpon Raina dua puluh kali gak di angkat" kata Gusti "siapa Yan....???" tanya ibu sambil menuju pintu "eh...... siapa dia Yan temen kamu kok gak disuruh masuk Yan..." sambung ibu "bukan bu dia temen nya Raina katanya dari tadi dia telpon Raina dua puluh kali tapi gak di jawab sama sekali... terus dia nanya Rain ada di rumah gak" kata Yanti. Shanti pun merasa bingung apa yg harus dia lakukan akhirnya dia menyuruh Gusti masuk untung nya saja suami nya sudah pergi setelah marah-marah tadi "kamu udah berapa lama kenal sama Rain?" tanya Shanti penasaran karena selama ini belum pernah ada pria yang langsung datang kerumah nya bahkan Andi saja yg sudah berpacaran selama dua tahun tidak pernah datang sekali pun "saya baru kenal Rain satu bulan, belum terlalu lama tapi saya akan coba mengenal Rain" kata Gusti, Shanti yg salut dengan pemuda itu langsung mengajak Gusti ke kamar Raina "ini kamarnya Coba kamu bujuk dia, dari tadi dia gak mau makan "Rain aku masuk ya..." kata Gusti sambil mengetuk pintu tapi tidak Ada jawaban dari Raina, Gusti akhirnya masuk ke dalam kamar Raina dia melihat gadis cantik nya tidur dengan mata yg sembab tangan nya membelai kepala Raina "kamu tidur makin cantik Raina" Gusti mengagumi gadis nya Raina akhirnya terbangun dari tidur nya kaget melihat Gusti ada di samping nya dia pun langsung mencubit lengan nya dengan keras untuk memastikan apa kah itu mimpi atau bukan "auwwww....." rintih Raina "cantik ini bukan mimpi tapi nyata bangun dari tidur maka nya biar ga mimpi mulu" kata Gusti mencubit gemas pipi gadis nya sambil tersenyum "oh... ya kamu belum makan kan tadi aku keluar beli sup jamur tadi nya aku mau ajak kamu makan di kebun teh tapi kamu gak jawab telpon aku" kata Gusti sambil membuka bungkusan makanan "apaaa kamu nelpon aku....!!!!!! maaf, ya gak aku angkat" kata Raina "iya ga apa apa" sambil mencium kening Rain. Raina bengong setengah mampus sambil berpikir apakah ada yg melihat Gusti melakukan itu "udah ga usah di pikirin, nih ayo makan bidadari ku" kata Gusti menyodorkan sendok ke mulut Raina, Raina pun langsung membuka mulut nya persis seperti anak kecil yg sedang disuapi ayah nya

__ADS_1


{ makasih ya buat kalian para readers like nya 🙂🙂 JANGAN lupa ya Like and Komen 👍👍👍}

__ADS_1


__ADS_2